Kampanye Terbuka 2019: Jokowi Hujan-hujanan, Prabowo Dikabarkan Sakit Jokowi kehujanan bersama massa di Tegal, Jawa Tengah (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Paruh pertama kampanye terbuka atau perang darat dalam Pilpres 2019 sudah berlangsung. Masing-masing capres-cawapres bergerilya bertemu para pendukungnya dari satu wilayah ke wilayah lain di seantero negeri, mulai dari Papua hingga Aceh, Jawa sampai Kalimantan.

Di tengah persaingan merebut suara pemilih, setidaknya ada kabar berbeda yang datang dari capres petahana Jokowi dan capres nomor urut 02 Prabowo.

Hingga Kamis (4/4), Jokowi memilih hujan-hujanan bersama ribuan pendukungnya di Tegal, Jawa Tengah sehingga merelakan kemeja putih dan celana hitam serta sepatunya basah kuyup terimbas guyuran hujan.

Seperti dilansir Antara, hujan deras mengguyur lokasi acara kampanye terbuka Jokowi di Tegal, sejak sekitar dua jam sebelum acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Jokowi bersama massa kampanye terbuka
Capres Petahana Jokowi bersama massa dalam kampanye terbuka di Jawa Tengah (Foto: antaranews)

Begitu derasnya hujan hingga membuat genangan setinggi mata kaki di lapangan.

Meskipun demikian, para peserta kampanye merelakan sepatunya terendam air dan lumpur. Massa tetap bertahan di lapangan.

Sampai saatnya Jokowi tampil di atas panggung, hujan masih deras. Karena melihat pendukungnya hujan-hujanan, Jokowi memutuskan untuk ikut menikmati guyuran hujan.

Jokowi bisa saja meminta tim kampanye menyediakan payung untuknya. Tapi dia memilih hanya mengenakan topi untuk membantu menghalau air hujan.

Seusai mengucapkan salam pembuka, Jokowi merogoh saku celana untuk mengeluarkan kertas sambutan yang telah disiapkan.

Tidak seperti biasanya, Jokowi agak lama mengeluarkan kertas-kertas tersebut.

“Kertas sambutannya basah semua,” ucap Jokowi disambut gelak tawa ribuan orang yang hadir mengikuti.

Jokowi memperkenalkan tiga kartu saktinya kepada massa
Jokowi memperkenalkan kartu saktinya kepada ribuan massa dalam kampanye terbuka (foto: antaranews)

Akhirnya Jokowi berpidato tanpa kertas catatan. Dia tampak tetap bicara lancar bahkan mengenalkan tiga kartu baru yang akan diluncurkan, yaitu Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Kartu Sembako Murah.

Menjelang akhir sambutannya, hujan mulai mereda. Jokowi membuka topi dan bertanya kepada yang hadir, “Ini siapa yang mau topi?” Sontak para pendukung Jokowi yang hadir mengulurkan tangan dan berebut.

Sementara itu calon wakil presiden RI nomor urut 01 Ma'ruf Amin yang menjadi pasangan Jokowi di Pilpres 2019, menjalani kampanye terbuka di Lapangan Cihuni, Cimanggaras, Garut, Jawa Barat, Kamis, juga di tengah guyuran hujan.

Hujan yang mengguyur Garut tidak menyurutkan semangat pendukung untuk mengikuti pidato politik Ma'ruf Amin.

Kiai Ma'ruf berkampanye di Garut, Jawa Barat
Kiai Ma'ruf saat kampanye di Garut Jawa Barat (Foto: antaranews)

Ma'ruf sempat menyatakan perasaannya yang terharu dengan militansi para pendukungnya.

"Luar biasa, hujan-hujan, becek-becek, belok-belok tidak peduli, karena semangatnya luar biasa," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf pun meminta militansi para pendukungnya tersebut tidak kendur sampai hari H pencoblosan. Ma'ruf meminta para pendukungnya tidak terhasut provokasi dan kabar hoaks.

Capres 02 Prabowo Subianto Dikabarkan Sakit

Sementara itu, berbeda dengan Jokowi-Ma'ruf, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dikabarkan membatalkan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Pasir Putih, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis karena sakit.

Kabar Prabowo sakit dikemukakan adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang hadir di lokasi kampanye terbuka itu.

Prabowo di kediamannya di Hambalang
Prabowo tampak sedang menerima laporan tim advokasi di kediamannya (Foto: antaranews)

Hashim menekankan dirinya sangat tahu karakter kakaknya. Menurut Hashim, Prabowo pantang ingkar janji untuk menemui pendukungnya.

Namun kondisi memang tidak memungkinkan bagi Prabowo untuk hadir.

Ketua Badan Pemenangan Pasangan Capres Prabowo-Sandiaga Uno Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan Prabowo pada pukul 08.00 WIB masih berkomitmen tetap menghadiri kampanye akbar di Lapangan Pasir Putih Pangkalpinang.

Namun pada pukul 09.00 WIB, atas anjuran dokter diberitahukan bahwa Prabowo tidak bisa hadir, karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan menghadiri kampanye akbar di provinsi penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia tersebut.

Menurut Erzaldi, Prabowo sebenarnya sempat menunda kegiatan kampanye terbuka di Sumatera Utara guna memulihkan kesehatan untuk menghadiri kampanye akbar di Bangka Belitung.

Capres 02 Prabowo saat kampanye terbuka
Capres 02 Prabowo saat kampanye terbuka di Padang (Foto: antaranews)

Namun takdir memutuskan lain. Prabowo batal hadir di Bangka Belitung karena sakit.

Erzaldi Rosman Djohan yang mengambil cuti dari jabatannya sebagai Gubernur Kepulauan Babel mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019.

Mendengar kabar Prabowo sakit, ribuan simpatisan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun mendoakan kesembuhan bagi Prabowo Subianto.

Pasangan Prabowo, yakni calon wakil presiden Sandiaga Uno, mengatakan kondisi fisik calon presiden Prabowo Subianto sangat prima meski saat ini sedang sakit diduga karena kelelahan.

Menurut Sandiaga, padatnya jadwal mungkin membuat pasangannya itu kelelahan.

"Padatnya jadwal kampanye yang sehari bisa 2-3 daerah sehingga mungkin kelelahan. Tapi bagi kami, kondisi fisik Pak Prabowo sangatlah prima," ujar Sandiaga di sela deklarasi dan dialog interaktif bersama bunda pendidikan anak usia dini (Paud) di DBL Arena Surabaya, Kamis.

Sandiaga Uno bersama massa kampanye
Cawapres 02 Sandiaga Uno ditengah lautan emak-emak saat kampanye terbuka (Foto: antaranews)

Sandiaga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab sakitnya Prabowo dan mengatakan akan ada keterangan resmi dari timnya.

Biasanya, kata dia, penyakit yang kadang muncul adalah flu atau sedikit gangguan di tenggorokan karena banyak bicara.

"Tapi, masa kampanye ini adalah kesempatan untuk menyapa masyarakat dan dapat mendapat aspirasi dari rakyat," ucapnya.

Sandiaga juga menjamin masa kampanye yang tersisa sembilan hari tidak akan terganggu, sebab terdapat tim maupun juru kampanye nasional yang siap menyapa masyarakat.

"Saya juga sangat siap melapisi beliau," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kampanye terbuka diselenggarakan 23 Maret hingga 13 April 2019. Artinya tersisa waktu sembilan hari lagi bagi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk memaksimalkan kampanyenya.

Setelah itu, KPU akan memberlakukan masa tenang selama tiga hari dari 14-16 April 2019 sebelum hari ini pencoblosan 17 April 2019.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH