Kampanye Protokol Kesehatan Bakal Lewat Pemberian Bansos Menko PMK Muhadjir Effendi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com- Pemerintah merencanakan penyaluran bantuan sosial (bansos) bakal dibarengi dengan kampanye protokol kesehatan dan pemberian masker pada masyarakat untuk mengendalikan penyebaran wabah COVID-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kesadaran tentang penggunaan masker merupakan hal paling esensial dalam upaya pencegahan penularan COVID-19.

Namun, masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah. Untuk itu, pemerintah akan berupaya menggencarkan kampanye dan sosialisasi pentingnya penggunaan masker.

Baca Juga:

Ini Kata Menko Airlangga Soal Foto Viral Para Menteri Tak Pakai Masker dan Jaga Jarak

Agar penggunaan masker masif, terutama untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, bakal dibarenngi penyaluran bantuan sosial (bansos) sebagai stimulus untuk mengatasi dampak COVID-19 akan disertai dengan pembagian masker.

Penyediaan masker melalui penyaluran bansos, bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sementara itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah juga terus mengupayakan berbagai skema bantuan sosial, mulai dari bantuan program sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan khusus sembako Jabodetabek, Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), dan terbaru yaitu bantuan tambahan beras.

Ilustrasi pemberian bansos
Ilustrasi pemberian bantuan. (Foto: Antara).

“Berbagai skema bantuan selesai disalurkan paling lambat November 2020, kecuali BST. Tetap ada bantuan di bulan Desember, guna stimulus di akhir tahun,” kata dia.

Namun, BLT Dana Desa, masih ada 550 desa kekurangan anggaran sebesar Rp53 miliar untuk menyelesaikan penyaluran bantuan tersebut hingga Desember 2020. Sehingga, 550 desa tersebut dapat menerima bantuan melalui bantuan sosial tunai dari Kemensos.

Baca Juga:

Wilayah Tak Tersentuh Virus Corona di Indonesia Makin Menyusut

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Corona DKI Per Kamis (23/7) Bertambah 416 Jiwa
Indonesia
Kasus Corona DKI Per Kamis (23/7) Bertambah 416 Jiwa

Jumlah kumulatif kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 17.951 kasus.

Hanya Andalkan Puskesmas, Vaksinasi Bakal Makan Waktu Lama
Indonesia
Hanya Andalkan Puskesmas, Vaksinasi Bakal Makan Waktu Lama

Ridwan Kamil mengapresiasi Rektor IPB Arif Satria yang menggunakan gedung-gedung besar sebagai tempat penyuntikan vaksin.

LIPI Gandeng Universitas Nottingham Formulasikan Pengurutan Genom Virus SARS-CoV-2
Indonesia
LIPI Gandeng Universitas Nottingham Formulasikan Pengurutan Genom Virus SARS-CoV-2

LIPI sudah memiliki alat untuk melakukan whole genom sequencing tanpa perlu melakukan kultur atau perbanyakan virus

Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Selama 2 Pekan
Indonesia
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Selama 2 Pekan

PSBB transisi selama 14 hari ke depan, terhitung tanggal 26 Oktober sampai 8 November 2020.

234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi
Indonesia
234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi

Petugas memberikan saksi sosial berupa menyapu jalan dan membersihkan sampah kepada pelanggar sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020.

KPK Resmi Supervisi Penanganan Perkara Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Resmi Supervisi Penanganan Perkara Djoko Tjandra

KPK telah dua kali meminta Bareksrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirimkan berkas dan dokumen skandal Djoko Tjandra

Dorong Anies Pilih Isnawa Jadi Wali Kota Jaksel, Taufik: Supaya Tidak Nyasar
Indonesia
Polda Metro Tangkap Simpatisan FPI Ancam Penggal Kepala Polisi
Indonesia
Polda Metro Tangkap Simpatisan FPI Ancam Penggal Kepala Polisi

Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial DB yang mengancam akan penggal kepala polisi jika pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab ditangkap

Pemerintah Dinilai Tanggap Lindungi Rakyat Jika Tunda Pilkada 2020
Indonesia
Pemerintah Dinilai Tanggap Lindungi Rakyat Jika Tunda Pilkada 2020

Pemerintah akan dinilai tanggap dalam melindungi rakyatnya dari situasi pandemi COVID-19.

Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP
Indonesia
Supres RUU BPIP Diterima DPR, Puan Jelaskan Bedanya dengan RUU HIP

Substansi yang terdapat dalam RUU BPIP hanya memuat ketentuan tentang tugas, fungsi, wewenang, dan struktur kelembagaan BPIP