Lingkungan
Kampanye Piring Bersih di Tiongkok Jadi Upaya Atasi Isu Limbah Makanan Tiongkok berusaha mengurangi limbah makanan dengan Clean Plate Campaign. (twitter/@waste4change)

TIONGKOK meningkatkan usaha mereka untuk mengurangi limbah makanan yang semakin parah sejak pandemi dengan Clean Plate Campaign atau kampanye piring bersih.

Kampanye ini didorong setelah Xi Jinping, Presiden Tiongkok, menyebut masalah limbah makanan di negara tersebut sebagai sebuah krisis. "Volume limbah makanan di Tiongkok mengejutkan dan menyedihkan," ucap Xi Jinping dalam sebuah pernyataan.

Baca juga:

Coastal Basement Menjual Produk Ramah Lingkungan Dengan Misi yang Mulia

Xinhua Net menulis bahwa Xi Jinping menekankan untuk meningkatkan perundang-undangan dan pengawasan, mengambil langkah-langkah efektif, dan membangun mekanisme jangka panjang untuk mengurangi dan menghentikan isu limbah makanan.

Kampanye Piring Bersih Tiongkok untuk Kurangi Limbah Makanan
Beberapa kota di Tiongkok akan menerapkan aturan N-1 dimana pengunjung yang datang berkelompok harus memesan makanan kurang dari jumlah mereka. (unsplash/@debbietakesphoto)

Melansir laman BBC, menindaklanjuti pernyataan dari Xi Jinping, Asosiasi Industri Katering Wuhan mendesak restoran di kotanya untuk membatasi jumlah hidangan yang disajikan kepada pengunjung.

Sistem ini dijuluki 'N-1', sistem di mana sekelompok pengunjung harus memesan satu hidangan kurang dari jumlah mereka. Misalnya, sekelompok 10 orang hanya bisa memesan 9 hidangan.

The Guardian menulis bahwa kota-kota lain seperti Xianning dan Xinyang juga akan menerapkan kebijakan serupa.

Baca juga:

Pharrell Williams Produksi Alat Makan Unik dari Plastik Daur Ulang

Menurut laporan yang ditulis BBC, pada 2019 di Shanghai, kota Tiongkok terbesar dan paling banyak populasinya, mewajibkan masyarakat dan industri untuk mendaur ulang sisa makanan mereka dengan benar.

Jika tidak, mereka akan menghadapi denda, atau hukuman terhadap peringkat kredit sosial mereka, hingga sistem kontroversial yang mempengaruhi prospek ekonomi dan sosial.

Kampanye Piring Bersih Tiongkok untuk Atasi Isu Limbah Makanan
Bukan hanya limbah plastik, limbah makanan juga marak di Tiongkok. (unsplash/@zibik)

Global Times menulis, penghematan selalu menjadi kebajikan tradisional di Tiongkok, tetapi seiring dengan peningkatan standar hidup masyarakat, pemborosan meningkat.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Institute of Geographic and National Resource Research dan World Wide Fund, kelompok turis, siswa sekolah dasar dan menengah, serta jamuan makan resmi adalah tiga penyebab utama pemborosan makanan.

Sampah makanan per kapita di Tiongkok mencapai 93 gram per orang per makan, dengan laju sampah 11,7 persen, tulis Global Times. "Jumlah limbah makanan yang dihasilkan Tiongkok cukup untuk memberi makan kepada 30 hingga 50 juta orang setiap tahunnya," tulis BBC dalam laporannya.

Kampanye Piring Bersih Tiongkok untuk Atasi Isu Limbah Makanan
Jumlah makanan yang dibuang bisa memberi makan jutaan orang setiap tahunnya. (unsplash/@hermez777)

Mengapa mengatasi limbah makanan penting? Food Print menulis, di tempat pembuangan sampah, makanan secara bertahap terurai menjadi metana, gas rumah kaca yang 86 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.

Menurut laporan dari organisasi yang berbasis di Inggris, WRAP, jika makanan dikeluarkan dari tempat pembuangan sampah di Inggris, pengurangan gas rumah kaca akan sama dengan menghilangkan seperlima dari semua mobil di Inggris dari jalan.

Lalu, Forbes menulis bahwa sebuah laporan oleh The National Resources Defense Council (NRDC) menunjukkan bahwa limbah makanan menghabiskan hampir seperempat dari persediaan air kita dalam bentuk makanan yang tidak dimakan atau lebih dari 172 miliar dolar (sekitar 2,5 kuadriliun rupiah) dalam bentuk air yang terbuang.

Menanam makanan yang akhirnya akan terbuang secara percuma akan menghabiskan 21% air tawar, 19% pupuk, 18% lahan pertanian, dan 21% volume TPA, tulis Forbes.

Langkah dan usaha yang dilakukan Tiongkok patut ditiru oleh negara-negara lain. Karena masalah limbah makanan tidak hanya marak di Tiongkok, melainkan secara global. (lev)

Baca juga:

Liburan Sembari Menjaga Lingkungan, Tetap Bisa Kok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Spot Diving Terbaik Dunia ini Tawarkan Pengalaman Tak Terlupakan untuk Penyelam
Fun
Spot Diving Terbaik Dunia ini Tawarkan Pengalaman Tak Terlupakan untuk Penyelam

Spot-spot ini banyak jadi bucket list oleh penyelam dari seluruh dunia.

Rp7,3 Miliar untuk Sepotong Bikini
ShowBiz
Rp7,3 Miliar untuk Sepotong Bikini

Ini bikini pertama dari film James Bond.

Bank ini Minta Seluruh Karyawan Hapus Aplikasi TikTok
Fun
Google Lens Hadirkan Fitur Baru yang Menakjubkan
Fun
Google Lens Hadirkan Fitur Baru yang Menakjubkan

Fitur baru ini akan membantumu lebih produktif.

Keren Banget! Game 'Animal Crossing' Disulap Jadi Program Talkshow
Fun
Keren Banget! Game 'Animal Crossing' Disulap Jadi Program Talkshow

Para bintang tamu hadir dalam bentuk avatar.

Toru Yamashita Gitaris ONE OK ROCK Positif COVID-19
ShowBiz
Toru Yamashita Gitaris ONE OK ROCK Positif COVID-19

Leader sekaligus gitaris ONE OK ROCK, Toru Yamashita dinyatakan positif COVID-19.

Tangan Kering karena Sering Cuci Tangan? Ini Solusinya!
Fun
Tangan Kering karena Sering Cuci Tangan? Ini Solusinya!

Mengatasi tangan kering bukan berarti kamu lalai mencuci tangan ya.

Jaga Jarak Sosial, Bar Ini Pasang Pagar Listrik
Fun
Jaga Jarak Sosial, Bar Ini Pasang Pagar Listrik

Jangan minum berlebihan, nanti kesetrum.

Pejuang Sejati! Veteran Perang Dunia II Berhasil Kalahkan COVID-19
Fun
Pejuang Sejati! Veteran Perang Dunia II Berhasil Kalahkan COVID-19

Ermando Piveta menjadi orang Brasil tertua yang pulih dari COVID-19 pada 14 April 2020.

Catatan Marc ‘Baby Alien’ Marquez Sepanjang 2019
Fun
Catatan Marc ‘Baby Alien’ Marquez Sepanjang 2019

Baby Alien, demikian julukannya membuat rekor bagi dirinya sendiri sekaligus sejarah MotoGP.