Kamar Bekas Markas Jenderal Soedirman Jadi yang Termahal di Hotel Grand Inna Malioboro Suasana bekas markas Jenderal Soedirman saat ini. (Foto: merahputih.com/Theresa Ika)

YOGYAKARTA punya banyak bangunan bersejarah. Salah satunya ialah Hotel Grand Inna Malioboro. Hotel yang terletak di kawasan legendaris Malioboro ini menjadi salah satu saksi sejarah peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Grand Inna Malioboro sudah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada 1908. Pada awal berdiri hotel ini bernama Grand Hotel De Djokdja. Usai Indonesia Merdeka, hotel ini diambil alih pemerintah. Lantas sejak bulan Desember 1945 sampai dengan Maret 1946 Hotel berganti nama menjadi Hotel Merdeka.

Pada tahun 1946 Jendral Soedirman pernah menjadikan hotel ini sebagai kantor MBO (Markas Besar Oemoem) yakni Tentara Keamanan Rakyat. Beliau saat itu sudah menjabat sebagai pimpinan Panglima Besar.


1. Kamar hotel sebagai markas dan kantor pribadi Jenderal Besar Soedirman

Suasana bekas markas Jendral Sudirman saat ini. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)
Suasana bekas markas Jendral Soedirman saat ini. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)

PR Manager Hotel Grand Inna Malioboro TH Retna Kusumaningrum menjelaskan saat itu Belanda tengah melakukan agresi militer untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Ibu kota Republik Indonesia dipindahkan sementara ke Yogyakarta. Selama berada di Yogyakarta, pemerintah dan TNI menyusun strategi untuk memukul balik pasukan Belanda.

"Jenderal Soedirman memakai kamar di sini sebagai markas dan kantor pribadinya karena dekat dengan Gedung Agung. Saat itu pemerintah Indonesia memakai Gedung Agung sebagai tempat tinggal," jelas Retna di Yogyakarta.


2. Jenderal Soedirman lebih sering tinggal di Markas Besar Oemom

PR Manager Hotel Grand Inna Malioboro Retna Kusumaningrum. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)
PR Manager Hotel Grand Inna Malioboro Retna Kusumaningrum. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)

Sang Jenderal memakai dua kamar yakni kamar 911 dan 912. Ia tinggal di situ selama beberapa waktu ditemani beberapa ajudannya. Kamar yang ditempati seluas 256 meter persegi yang terdiri dari ruang kerja dan kamar tidur. Di markas ini, Pak Dirman, panggilan akrab Jenderal Besar Soedirman menyusun strategi, taktik serta berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk merencanakan serangan kepada Belanda yang kini dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949.

"Dulu dinamai Markas Besar Oemom (MBO). Pak Dirman rumah aslinya gak jauh dari sini. Tapi beliau lebih sering tidur di sini untuk mengatur strategi dan taktik penyerangan 1 Maret," kata dia.

Usai peristiwa serangan 1 Maret 1949, hotel kerap berganti nama. Tahun 1950 Hotel Merdeka, diganti nama menjadi Hotel Garuda oleh pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1982- 2001 nama hotel diubah menjadi Hotel Natour Garuda dan ditingkatkan dari hotel berbintang satu menjadi hotel berbintang empat. Terakhir pada hotel ini bernama Grand Inna Malioboro sejak 15 Maret 2017.


3. Bekas kamar Jenderal Soedirman jadi yang termahal

Foto Jendral Sudirman di lorong kamar Sudirman Suit. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)
Foto Jendral Soedirman di lorong kamar Soedirman Suit. (Foto: merahputih.com/Teresa Ika)

Kini kamar bekas markas Soedirman masih difungsikan sebagai kamar tamu menginap. Namun bentuknya telah berubah. Interiornya sudah direnovasi menjadi lebih modern dan mewah. Furniture dan perabotan di dalamnya juga sudah berubah mengikuti zaman.

Kamar ini sekarang bernama Soedirman Suite dan merupakan kamar termahal di Hotel Grand Inna Malioboro.

"Kami mengubah interior kamar demi kenyamanan tamu. Rate sekali menginap di kamar ini Rp 9 jutaan,"kata Retna.

Barang-barang peninggalan Jenderal Soedirman seperti jubah, sepatu boot dan perlengkapan tidur diberikan kapada Museum Sasmita Loka di jalan Bintaran Wetan Pakualaman. Hanya ada satu foto asli Jendral Soedirman dipasang di dinding lorong depan ruangan. Foto tersebut adalah pemberian dari istri sang pahlawan. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Hotel Paling Romantis di Dunia 2019, Bikin Baper Banget

Kredit : patricia


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH