Kalangan Industri Dukung Komitmen Pemerintah untuk Penggunaan Energi Terbarukan Ilustrasi energi alternatif. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah berkomitmen untuk penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2030, serta 31% pada 2050.

Pengunaan energi terbarukan juga akan diikuti dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 2030 dengan usaha sendiri. Tetapi, dengan dukungan internasional, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 41%.

Baca Juga

Penambahan COVID-19 4.634 Pasien, Jokowi Minta Para Menteri Pastikan Bansos di Desa-Desa

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan, Harris ST MT, menyampaikan, pemerintah Indonesia telah mencanangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton CO2 di tahun 2030. Estimasi kebutuhan investasi untuk menurunkan emisi sebesar itu mencapai Rp3.500 triliun

Menurutnya, bidang Pembangkit Listrik EBT ditargetkan dapat berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 156,6 juta ton CO2 (atau 49,8% dari total aksi mitigasi sektor energi) dengan kebutuhan investasi sebesar Rp1.690 Triliun.

Ia melanjutkan, pengurangan biaya pada sistem energi dikombinasikan dengan pengurangan udara dan emisi karbon dioksida, akan menghemat hingga 53 miliar dollar AS per tahun, atau diperkirakan 1,7% dari GDP Indonesia tahun 2030.

President Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani mengatakan, dari seluruh sektor, industri memiliki kebutuhan energi terbesar diikuti oleh sektor transportasi, rumah tangga, sektor komersial dan lain-lain.

Menurutnya, mengubah sistem energi konvensional ke energi terbarukan membutuhkan investasi. Meskipun begitu, kata Shinta, jika penggunaan energi baru dan terbarukan dipercepat, investasi tidak lagi menjadi masalah. Apalagi, biaya energi terbarukan kini sudah lebih rendah.

“Menurunnya biaya energi terbarukan telah menciptakan peluang baru untuk pemanfaatannya, termasuk di sektor komersial dan industri. Karena permintaan energi bersih terus meningkat di negara berkembang, sektor industri telah memimpin komitmen untuk menggunakan energi bersih dalam operasinya,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (24/9)

Perusahaan anggota IBCSD yang menjadi thought leader dalam penggunaan energi terbarukan antara lain adalah Coca-Cola Amatil Indonesia.

Direktur Public Affairs, Communications dan Sustainability Amatil Indonesia, Lucia Karina mengatakan, sejak 2017 pihaknya telah mendeklarasikan komitmen publik untuk target keberlanjutan yang akan dicapai di tahun 2020.

Salah satu di antaranya adalah tentang perubahan iklim dan energi, yang mana Coca-Cola Amatil menargetkan untuk menggunakan setidaknya 60 persen dari kebutuhan energi dari energi terbarukan dan rendah karbon.

"Komitmen ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 314 juta ton karbon dioksida atau CO2 pada tahun 2030," ujarnya.

Sejalan dengan inisiatif sustainability yang telah dilaksanakan, di awal tahun 2019, Coca-Cola Amatil Indonesia telah memulai pemasangan atap panel surya di pabrik terbesarnya di Indonesia di Cikarang Barat.

Baca Juga

Kementerian BUMN Gelontorkan Rp341 Miliar untuk Donasi Penanganan COVID-19

Sistem pencahayaan ke LED sejak tahun 2016 di seluruh pabrik dan gudang. Dan, dalam tiga tahun terakhir, CCAI telah mengganti solar dengan energi yang lebih ramah lingkungan, yaitu LNG dan LPG.

Penggunaan energi terbarukan ini merupakan salah satu rangkaian dari kampanye Program Green Lifestyle yang diusung oleh IBCSD. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bawaslu Dukung Rencana Facebook Buka Data Dana Calon Kepala Daerah
Indonesia
Bawaslu Dukung Rencana Facebook Buka Data Dana Calon Kepala Daerah

"Memang dalam Pilkada tidak mengenal berapa pembatasan dana yang dipakai untuk iklan, tetapi itu bisa menjadi bagian untuk akuntabilitas saat pelaporan dana kampanye," tegasnya.

Peringati Hari Buruh, Ketua DPR Singgung Pembahasan Omnibus Law
Indonesia
Peringati Hari Buruh, Ketua DPR Singgung Pembahasan Omnibus Law

Menurut Puan, saat ini DPR sedang membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang sangat terkait dengan nasib para Buruh.

Adian Ungkap Hasil Diskusi 'Empat Mata' dengan Jokowi Siang Tadi
Indonesia
Adian Ungkap Hasil Diskusi 'Empat Mata' dengan Jokowi Siang Tadi

Presiden direncanakan akan hadir meresmikan Rumah Sakit PENA 98 di Gunung Sindur, Jawa Barat, bulan ini

555 Orang Terpapar Corona di 107 Pasar Seluruh Jakarta
Indonesia
555 Orang Terpapar Corona di 107 Pasar Seluruh Jakarta

Berdasarkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, ada 555 orang positif corona yang tersebar di 107 pasar Jakarta.

Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT
Indonesia
Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT

Presiden Joko Widodo melantik Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dua Pembantu Milenial Jokowi Ikut Kunker ke Subang
Indonesia
Dua Pembantu Milenial Jokowi Ikut Kunker ke Subang

Pada sore harinya, Presiden diagendakan untuk meninjau proyek dermaga sandar Pelabuhan Patimban

BNN Razia Diskotik Venue dan Golden Crown, 108 Orang Positif Konsumsi Narkoba
Indonesia
BNN Razia Diskotik Venue dan Golden Crown, 108 Orang Positif Konsumsi Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan razia di beberapa tempat hiburan malam di Ibu Kota, Kamis (6/2) dini hari tadi.

Garut Diguncang Gempa 5,1 M, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Indonesia
Garut Diguncang Gempa 5,1 M, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa berkekuatan 5,1 Magnitudo mengguncang Garut pada Senin (6/1) pukul 06:12 WIB.

Kelas Menengah Diminta Belanja
Indonesia
Kelas Menengah Diminta Belanja

Pertumbuhan tertinggi DPK terjadi pada kelompok dana di atas Rp5 miliar, yakni 15,2 persen (yoy). Kemudian kelompok Rp500 juta hingga Rp1 miliar, 10,1 persen (yoy),

 Dapat Kenaikan Pangkat, Komjen Gatot Eddy Diharapkan Tingkatkan Kinerja Polri
Indonesia
Dapat Kenaikan Pangkat, Komjen Gatot Eddy Diharapkan Tingkatkan Kinerja Polri

Baik Gatot maupun Listyo saat ini merupakan jenderal bintang dua. Dengan kenaikan pangkat, mereka akan menyandang bintang tiga sebagai Komisaris Jenderal Polisi.