Kalah dari GI dan PI, Sarinah Bakal Disulap Jadi Mal UMKM Gedung mal Sarinah di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (5/12/2019). ANTARA/Aji Cakti

Merahputih.com - Menteri Koperasi dan Usaha kecil menengah atau Menkop UKM Teten Masduki menilai konsep bisnis mal Sarinah harus berubah dalam rangka memprioritaskan promosi produk-produk UMKM Indonesia.

"Memang dari konsep bisnis juga Sarinah harus berubah, masa di sekitar situ ada Grand Indonesia dan Plaza Indonesia lalu Sarinah apa bedanya? pasti kalah dari segi bisnis," ujar Teten Masduki di Jakarta, Kamis (5/12).

Baca Juga:

Telat Sepakati APBD 2020, Pemprov DKI Bakal Dapat Surat Peringatan dari Kemendagri

Hal itu sejalan dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang memprioritaskan dan mempromosikan produk-produk UMKM, dan Sarinah akan dijadikan satu pusat atau center untuk seluruh produk UMKM.

"Kalau untuk produk-produk dari luar Indonesia banyak mall di sekitar sarinah yang menyediakan. Sarinah ini kan, kalau orang-orang mau mencari produk Indonesia tinggal datang ke Sarinah. Dengan demikian mudah bagi tamu negara atau turis asing mencari produk-produk lokal Indonesia di Sarinah," jelas dia.

Gedung Sarinah (MerahPutih/Afditya Iman)

Setelah perubahan konsep mal Sarinah tersebut berhasil, maka langkah selanjutnya yakni mempromosikan produk-produk lokal Indonesia di bandara.

"Tadi bapak Erick Thohir menyampaikan nanti setelah itu berhasil, baru nanti masuk ke bandara-bandara," ujar Teten Masduki.

Menurut keterangan di situs resminya, Sarinah resmi didirikan pada tanggal 17 Agustus 1962 dengan nama PT Department Store Indonesia, dan resmi membuka pintunya kepada masyarakat pada tanggal 15 Agustus 1966.

Sebagai BUMN, Sarinah digagas oleh Presiden pertama Soekarno bertujuan untuk mewadahi kegiatan perdagangan ritel dan menjadi roda penggerak ekonomi Indonesia.

Baca Juga:

Dapat Penolakan, Pemkot Jakpus Batal Relokasi PKL Senen ke Pasar Kenari

Sepanjang keberadaannya, komitmen Sarinah tetap melekat pada kecintaan terhadap barang-barang produk dalam negeri dan dukungan terhadap usaha kecil.

Sarinah mewujudkan komitmen terhadap misi mendukung dan mendorong pembangunan ekonomi Indonesia melalui berbagai upaya untuk mempromosikan produk kerajinan lokal seperti batik. Pada tanggal 10 April 1979, Sarinah secara resmi berganti nama menjadi PT Sarinah (Persero). (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH