Kain Batik Tanda Cinta Sukarno Kepada Heldy Hari-hari terakhir Sukarno di Istana Negara. (Sumber: Life)

BUNG Karno jatuh cinta lagi di akhir masa kekuasannya. Bung Besar kepincut paras manis gadis belia asal Tenggarong-Kalimantan Timur. Ia kali pertama bersemuka di Istana Negara.

Baca juga:

Alasan Soekarno Selalu Memakai Peci Miring

"Dari mana asal kamu," tanya Sukarno pada salah satu gadis berkebaya, mengenakan selandang, dan kain motif lereng bertugas sebagai pagar ayu atau acap disebut Barisan Bhinneka Tunggal Ika, dikutip Ully Hermono pada Heldy Cinta Terakhir Bung Karno.

"Dari Kalimantan, Pak".

"Oh aku kira dari Sunda. Rupanya ada orang Kalimantan cantik," lanjut Bung Karno.

Pertemuan singkat pertama itu begitu tengiang di benak Heldy. Putri pasangan H Djafar dan Hamiah kelahiran Tenggarong, 10 Agustus 1947 itu, bisa menjadi wakil Kalimantan pada Barisan Bhinneka Tunggal Ika lantaran kakaknya, Yus, dipercaya Istana Negara menyiapkan remaja putra-putri dari tiap provinsi menjadi pagar ayu dan pagar bagus.

sukarno
Dari kiri, Hamiah, H Djafar, dan Heldy, (Buku: Heldy, Cinta Terakhir Bung Karno)

Heldy hijrah ke Jakarta setamat SMP, menumpang di rumah kakaknya Jalan Ciawi III, Nomor 4, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sehingga jarak dari rumah ke Istana Negara tak begitu jauh sebab menjalani tugas menjadi Barisan Bhinneka Tunggal Ika akan terus berlangsung.

Namun, Heldy sempat menghilang di jajaran pagar ayu dan pagar bagus.

"Ke mana saja kau, sudah lama tidak kelihatan?" tanya Bung Karno pada Heldy.

"Sakit, Pak".

"Nanti kau (menari) Lenso dengan aku. Sini kau duduk dekat aku," pinta Si Bung.

sukarno
Heldy Djafar saat masih kecil (Buku: Heldy, Cinta Terakhir Bung Karno)

Tak lama musik Lenso merancak. Sukarno lantas mengajak Heldy berdansa. Bung Karno nan lihai melantai lalu mengajarinya berlenso.

Di sela dansa, Bung Karno membuka obrolan mengenai hal-hal pribadi, seperti sekolah, umur, dan lainnya.

Sejak menari Lenso bersama, hubungan keduanya berlanjut. Bung Karno pun menyambangi rumahnya. Mereka semakin sering bertemu.

Baca juga:

Di 4 Rumah Inilah Soekarno Diasingkan

Selain memberi perhatian, Sukarno pun menghujani Heldy beragam hadiah, salah satunya kain batik. “Dear Heldy, here you have some kain batik. With all my love...” tulis Sukarno dalam salah satu surat cintanya kepada Heldy Djafar, sekira tahun 1964, dikutip Julius Pour dalam Gerakan 30 September.

Sukarno tak hanya sekali memberikan kain batik tulis berkualitas kepada Heldy. Pasangan termuda Bung Besar acap menerima kain pelbagai motif, seperti corak Naga Raja dan Kawung. Motif Naga Raja, tulis Peter Kasenda dalam buku Heldy Cinta Terakhir Bung Karno, diharapkan dapat memberikan keselamatan bagi pemakainya. Sementara motif Kawung, melambangkan kesuburan bagi pemakainya.

sukarno
Sukarno berpidato di hadapan ribuan masyarakat. (Sumber: PNRI)

Hubungan keduanya terjadi ketika situasi politik sedang memanas pada tahun 1965. Jaksa Agung Soegih Arto menjadi saksi kemesraan mereka di istana. “Saya dipanggil ke istana, diberi tugas mengenai upaya untuk bisa menghentikan konfrontasi dengan Malaysia. Setelah pertemuan selesai, muncul seorang perempuan cantik menghampiri presiden dengan amat mesra. Saya ikut diperkenalkan, namanya Heldy,” kenang Soegih Arto.

Mei 1966, Heldy diminta datang ke Istana. Ia bertemu dengan Sukarno dalam keadaan letih akibat pergolakan peristiwa 65. Di hadapan Heldy, Sukarno lantas meminang gadis asal Tenggarong itu.

"Saya tidak bisa menolak Bapak, hubungan kita sudah terlanjur dekat. Saya mau menikah dengan Bapak," jawab Heldy.

Sukarno dan Heldy melakukan akad nikah di guest house Istana Negara, 11 Juni 1966. “Meski hanya climen (sederhana), tetapi dihadiri oleh Kiai Haji Idham Chalid dan Menteri Agama Saifuddin Zuhri. Konon, mereka berdua masih kerabat pengantin perempuan, sama-sama asal Kalimantan Timur,” ujar Mangil Martowidjojo, mantan komandan kawal Tjakrabirawa, kepada Julius Pour. (*)

Baca juga:

Bung Karno dan Sejarah Tren Kopiah Hitam Indonesia

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional
Tradisi
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional

Bagi sebagian besar orang, menyembelih hewan ternak mungkin urusan sepele.

5 Rekomendasi Wisata Nusantara untuk Sambut Awal 2022
Travel
5 Rekomendasi Wisata Nusantara untuk Sambut Awal 2022

Catat tempat-tempat wisata berikut ini untuk waktu liburanmu.

Tinjau ATF 2023, Sandiaga Uno Rekomendasikan Area Glamping di Bantul dan Sleman
Travel
Tinjau ATF 2023, Sandiaga Uno Rekomendasikan Area Glamping di Bantul dan Sleman

Serunya glamping di Arkamaya Sembung, Yogyakarta, pilihan Menparekraf Sandiaga Uno.

Kisah Gelar 'Sir' untuk Azyumardi Azra
Tradisi
Kisah Gelar 'Sir' untuk Azyumardi Azra

Sepak terjang Azra dalam dunia cendekia keislaman telah menarik minat Ratu Elizabeth II.

Berwisata Alam di Sekitar Jakarta
Travel
Berwisata Alam di Sekitar Jakarta

Simak yuk 8 tempat rekomendasi yang telah MerahPutih rangkum!

Melihat Keseruan Festival Bunga dan Buah Berastagi 2022
Travel
Melihat Keseruan Festival Bunga dan Buah Berastagi 2022

Setelah terhenti karena pandemi, Festival Bunga dan Buah Berastagi digelar kembali

Pernikahan Berlatar Belakang Candi Prambanan, Berikan Kenangan Abadi
Travel
Pernikahan Berlatar Belakang Candi Prambanan, Berikan Kenangan Abadi

Yogyakarta memang selalu menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi semua orang.

Tempat Nongkrong Asyik dengan Konsep Modern Bernuansa Green Scenery
Kuliner
Tempat Nongkrong Asyik dengan Konsep Modern Bernuansa Green Scenery

Habitate Jakarta mengusung konsep minimalis-modern serta green scenery, yang sangat cocok untuk kebutuhan sosial media

Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah
Tradisi
Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah

Tato merupakan salah satu budaya di pesisir utara Papua.

7 Action Figure dan Statue Resmi Gundala Kreasi Dolanan Keren
Indonesiaku
7 Action Figure dan Statue Resmi Gundala Kreasi Dolanan Keren

Dolanan Keren semula tak mengira antusias penggemar akan besar