KAI Daop 8 Masih Evakuasi 7 Gerbong Anjlok di Stasiun Kota Lama Evakuasi gerbong kereta api yang anjlok di Stasiun Kota Lama, Malang, Kamis (19/11). Foto: MP/Ist

MerahPutih.com - PT KAI Daop 8 kini tengah mengevakuasi tujuh gerbong kereta api yang berjalan mundur tanpa lokomotif di Stasiun Kota Lama, Malang pada Rabu (18/11).

Di sisi lain, empat dari tujuh gerbing tersebut anjlok, bahkan menabrak ekskavator yang parkir di tepi jalan. Proses evakuasi kereta anjlok tengah berjalan dan kini tinggal dua kereta.

“Hari ini, Kamis, (19/11) jam 07:30 WIB, kami masih melakukan proses evakuasi. Dari empat gerbong, dua gerbong kereta sudah kami dievakuasi,” ujar Manager Humas KAI Daop 8, Suprapto.

Baca Juga:

Aksi Gila 2 Pemuda Menantang Maut di Rel Kereta, Ini yang Terjadi!

Untuk pengangkatan gerbong kereta ketiga hingga empat, PT KAI Daop 8 Surabaya menggunakan mesin Crane dari Solo, melibatkan 60 tenaga teknisi evakuasi sarana dan 20 personil tenaga tekhnisi jalan rel.

"Alhamdulillah insiden ini tak memakan korban jiwa. Untuk mencari penyebabnya, masih dalam proses penyelidikan, " tandas Suprapto.

penumpang kereta
Ilustrasi - Penumpang Kereta Api. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

Selain itu, tidak ada perjalanan KA yang mengalami keterlambatan, seluruhnya masih beroperasi secara normal. Hal tersebut dikarenakan perjalanan KA lainnya masih dapat melintas di jalur 1 Stasiun Malang Kota Lama.

Sebelumnya, gerbong tanpa lokomotif berjalan mundur pada Rabu, (18/11) diduga pengait penghubung rangkaian kereta dengan lokomotif terlepas, sehingga tujuh gerbong kereta berjalan mundur.

Bahkan, saksi mata mengatakan, rangkaian kereta berhenti dan hingga menyebabkan anjlok, sebab ada jalur kereta api yang tengah renovasi.

"Berhubung rel jalur dua dalam perbaikan dan putus, gerbong kereta tersebut lepas dan anjlok dari rel. Namun, jika rel kereta itu menyambung, memungkinkan sekali jika gerbong itu terus berjalan tanpa arah. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Penumpang Anjlok 90 Persen, Jarak Keberangkatan MRT Jadi 10 Menit

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Bakal Pantau Pergerakan Abu Bakar Ba'asyir Pasca Bebas
Indonesia
Polisi Bakal Pantau Pergerakan Abu Bakar Ba'asyir Pasca Bebas

Terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dipastikan bebas murni

Mendagri Bela Petugas Dukcapil yang Terbitkan e-KTP Djoko Tjandra
Indonesia
Mendagri Bela Petugas Dukcapil yang Terbitkan e-KTP Djoko Tjandra

Petugas tersebut hanya melihat data perekaman Djoko yang masih tersimpan dalam sistem kependudukan dan pencatatan sipil sehingga memberikan pelayanan.

Libur Panjang Polda Metro Jaya Bikin 16 Titik Pos Pengamanan
Indonesia
Libur Panjang Polda Metro Jaya Bikin 16 Titik Pos Pengamanan

Ada lima titik rawan kemacetan jalur di tol Jakarta-Cikampek bertepatan dengan long weekend.

Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Pemerintah Harus Tingkatkan Surveilans
Indonesia
Varian Baru COVID-19 Masuk Indonesia, Pemerintah Harus Tingkatkan Surveilans

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan varian baru tersebut. Sebab, tidak ada laporan soal hubungan antara varian Inggris ini dengan derajat keparahan pasien COVID-19.

3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox
Indonesia
3 Hal Langka Ini akan Terjadi di Yogyakarta Saat Equinox

Fenomena Equinox akan terjadi di Kota Yogyakarta, Rabu (23/9).

Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Mangkir dari Panggilan Polisi
Indonesia
Rayakan Ulang Tahun, Eggi Sudjana Mangkir dari Panggilan Polisi

Aktivis Eggi Sudjana mangkir dalam pemeriksaan kasus dugaan upaya makar, Kamis (3/12).

Ratusan Rumah Rusak di Demak Akibat Angin Puting Beliung, Satu Dilaporkan Roboh
Indonesia
Usai Serang Polisi, Empat Simpatisan Rizieq Melarikan Diri
Indonesia
Usai Serang Polisi, Empat Simpatisan Rizieq Melarikan Diri

Tiga tembakan yang dimuntahkan mengenai mobil petugas

Anak Buah Anies Larang Warga Adakan Sahur On The Road
Indonesia
Anak Buah Anies Larang Warga Adakan Sahur On The Road

Pemprov DKI Jakarta melalui Satpol PP DKI melarang masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sahur on the road pada bulan puasa tahun 2021 ini di tengah masa pandemi COVID-19.

Politisi Gerindra Tolak Rorotan Jadi Makam Khusus COVID-19
Indonesia
Politisi Gerindra Tolak Rorotan Jadi Makam Khusus COVID-19

Meski ini untuk pemakaman jenazah COVID-19, Pemprov DKI harusnya tetap memperlakukannya dengan tata cara penguburan yang harus baik dan memastikan lahan tanahnya pun baik.