Kadishub DKI: Sistem Ganjil Genap Tetap Berlaku Salah satu titik ruas jalan di Jakarta Selatan yang memberlakukan pembatasan mobilitas kendaraan bermotor saat PPKM di Jakarta, Sabtu (3/7). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diminta untuk meniadakan sementara sistem ganjil genap guna mengurangi pergerakan dengan transportasi massal dan mempertimbangkan penyebaran COVID-19 vairan Omicron yang semakin meningkat.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Syafrin Liputo memastikan sistem ganjil genap tetap diberlakukan. Sebab, kata dia, saat ini Jakarta masih berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2.

Baca Juga

Kata Pemprov DKI Soal Usulan Meniadakan Ganjil Genap di Tengah Penyebaran Omicron

Anak buah Anies ini meminta semua pihak memahami tujuan diterapkannya ganjil genap lebih kepada pengendalian mobilitas masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Hal ini berbeda dengan penerapan ganjil genap yang pernah diterapkan di 25 titik sebelum pandemi. Saat itu, ganjil genap bertujuan untuk mendorong pengguna kendaraan pribadi berpindah ke layanan angkutan umum.

"Jangan sampai pada titik-titk tertentu yang kami identifikasi berpotensi terjadi keramaian ini menjadi titik kerawanan baru, apalagi sekarang ada Omicron. Sehingga, untuk 13 ruas jalan ini tetap kami pertahankan untuk diterapkan," papar dia.

Baca Juga

Pemkot Bogor Berlakukan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mendesak, Gubernur Anies Baswedan untuk meniadakan kebijakan ganjil genap di ibu kota, menyusul merebaknya kasus varian baru COVID-19, Omicron di Jakarta.

Tujuan menghilangkan sementara ganjil genap ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan transportasi massal dan beralih ke transportasi pribadi.

"Untuk menghadapi penyebaran COVID-19 tersebut, apalagi Omicron semakin tinggi di Provisi DKI Jakarta, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai meniadakan ganjil-genap," ujar Mujiyono di Jakarta, Selasa (18/1). (Asp)

Baca Juga

Kasus Omicron di DKI Merangkak Naik, Ganjil Genap Diminta Ditiadakan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Badai Angin Kencang Masih Ancam Jabodetabek Hingga Dua Hari Lagi
Indonesia
Badai Angin Kencang Masih Ancam Jabodetabek Hingga Dua Hari Lagi

BMKG menilai kejadian badai angin dipicu sistem awan konvektif jenis cumulonimbus

Australia Buka Peluang Lowongan Kerja untuk TKI
Indonesia
Australia Buka Peluang Lowongan Kerja untuk TKI

Pemerintahan Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anthony Albanese diklaim menimbulkan optimisme baru bagi Pemerintah Indonesia. Khususnya, bagi dunia ketenagakerjaan.

Kasus Tanah Munjul, Eks Dirut Sarana Jaya Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara
Indonesia
Kasus Tanah Munjul, Eks Dirut Sarana Jaya Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

Yoory Corneles Pinontoan dihukum 6 tahun dan 8 bulan penjara serta pidana denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Jemaah Haji akan Mendapatkan Air Zamzam saat Tiba di Indonesia
Indonesia
Jemaah Haji akan Mendapatkan Air Zamzam saat Tiba di Indonesia

Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah mengumumkan bahwa jemaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya. Namun, air zamzam tersebut tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi.

Korban Tewas Tragedi Itaewon Jadi 154 Orang
Indonesia
Korban Tewas Tragedi Itaewon Jadi 154 Orang

Korban tewas akibat tragedi di perayaan Halloween di kawasan Itaewon, Korea Selatan, terus bertambah. Kini, 154 orang dinyatakan tewas, 26 di antaranya merupakan warga asing.

Pertemuan Menlu G20 di Bali Bahas Isu Stabilitas, Perdamaian, dan Pembangunan Dunia
Indonesia
Pertemuan Menlu G20 di Bali Bahas Isu Stabilitas, Perdamaian, dan Pembangunan Dunia

AS mengajak negara-negara G20 untuk menekan Rusia agar mendukung upaya PBB membuka kembali jalur laut yang terblokir karena konflik Ukraina.

Kini, Bayar Pakai QR Code Bisa Sampai Rp 20 Juta Per Transaksi
Indonesia
Kini, Bayar Pakai QR Code Bisa Sampai Rp 20 Juta Per Transaksi

Transaksi QRIS kini juga bisa dilakukan antarnegara, seperti dengan Thailand, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

Elektabilitas Demokrat Tembus 14 Persen, Modal Wujudkan Kemenangan di Pilpres
Indonesia
Elektabilitas Demokrat Tembus 14 Persen, Modal Wujudkan Kemenangan di Pilpres

"Peningkatan elektabilitas ini menjadi motivasi tambahan bagi para kader Partai Demokrat untuk bekerja lebih keras lagi mewujudkan kemenangan bersama 2024 di Pileg, Pilpres dan Pilkada," ujar Mujiyono

Sosok Azyumardi Azra di Mata Anies Baswedan
Indonesia
Sosok Azyumardi Azra di Mata Anies Baswedan

Sosok Azyumardi Azra di Mata Anies Baswedan

Azis Samual Masih Bungkam, Polda Metro Sulit Ungkap Motif Pengeroyokan Ketua KNPI
Indonesia
Azis Samual Masih Bungkam, Polda Metro Sulit Ungkap Motif Pengeroyokan Ketua KNPI

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan bahwa belum ada perkembangan dalam penyidikan kasus pengeroyokan tersebut. Pasalnya, Azis Samual masih bungkam.