Kadisdik DKI: Orang Tua yang Sekolah Anaknya Dekat, Lebih Baik Tak Diantar Pakai Mobil Kepala Dinas Pendidikan DKI Ratiyono. Foto:disdik.jakarta.go.id

MerahPutih.Com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Ratiyono menyebut, persiapan hari pertama sekolah, Senin (15/7) esok sudah baik.

Menurut dia, progran masa pengenalan lingkungan sekolah yang bakal dialami siswa baru, sudah dikemas dengan baik sehingga anak-anak merasa betah.

Baca Juga: Disdik DKI Jakarta: Bagi Orang Tua Tak Paham Daftar PPDB Bisa Datang ke Sekolah

"Sudah keren, sekolah-sekolah sudah menyiapkan. Mudah-mudahan sekolah menyenangkan, mengasyikan, mencerdaskan. Guru-gurunya, kepala sekolah, kakak kelas siap menyambut dengan lagu hari pertama ke sekolah;" kata Ratiyono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/7).

Ratiyono menambahkan, pihaknya juha bakal mensosialisasikan soal pentingnya menjaga lingkungan saat hari pertama sekolah. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan saat mengantar anaknya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Lebih lanjut Ratiyono berpendapat, saat ini lingkungan di Jakarta tengah disorot lantaran tingginya polusi udara.

"Diharapkan orangtua bisa menghemat semuanya mengantar ke sekolah pakai mobil. Yang rumahnya dekat jalan kaki, yang rumahnya agak jauhan naik sepeda, yang jauh pakai mobil sekolah" ucap dia.

Ratiyono mencontohkan sekolah Santa Ursula di kawasan Lapangan Banteng yang bisa membuat kemacetan panjang saat antat jemput anak sekolah.

"Kalaj misalnya ada yang jalan kaki, dan nasik sepeda, atau misalnya 16 orang naik jemputan, sehingga yang biasa 16 mobil berkurang nanti polusi berkurang kan tuh. Jadi jangan satu orang satu mobil, mobilnya mobil keren," imbuh Ratiyono.

Ia menilai, jika gerakan ini dilakukan semua orang tua di Jakarta, maka sangat berkontribusi menurunkan emisi gas buang.

" Itu saya sudah buat edaran pada kepala sekolah untuk mengampaikan pada orangtua. Jangan bisanya menyalahkan pemerintah gas buangan banyak banget Jakarta. Ya ayuk kita atasi bareng bareng gitu," jelas Ratiyono.

"Jadi, jangan hanya bicara tapi berbuat. Walau pun kecil, lama lama jadi banyak. Artinya kalau semua mengurangi gas emisi," tambahnya.

Ia juga meminta agar siswa SMA tak menbawa motor ke sekolah. Hal ini harus ditekankan oleh orang tua siswa.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Pemprov DKI Izinkan PNS Masuk Pukul 09.30

"Ya sebaiknya anak anak jangan bawa motor, itu sepeda atau mobil jemputan. Kan bus sekolah banyak adem, ya berdiri sebentar gak apa apa. Apalagi anak SMP belum punya SIM, orangtua mendidik. Orangtua disarankan cari solusi misalnya beli sepeda," terang Ratiyono.

Namun, Pemorov DKI tak bisa memberik sanksi pelajar yang membawa motor pribadi. Melainkan menekankan oada pentingnya rasa tanggungjawab pribadi

"Coba dibuat rasa tanggung jawab jangam semua diancam. Coba kita ajak supaya kesadaran bersama untuk mengurangi pencemaran udara," pungkas Ratiyono.(Knu)

Baca Juga: Pemprov DKI Pastikan tak Ada Sekolah Favorit di Jakarta



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH