Kadis Peternakan Sultra Meninggal Dunia akibat COVID-19 Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertenakan (Distanak) Sulawesi Tenggara (Sultra), Budianti Kadidaa. (HO)

MerahPutih.com - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara (Sultra) Budianti Kadidaa meninggal dunia diduga terkonfirmasi positif COVID-19.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Dr Ir Budianti Kadiraa, Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara," kata Kepala Dinas Kominfo Sultra Muhammad Ridwan Badalla, Senin (30/11) dini hari.

Ridwan mengatakan, almarhum meninggal akibat COVID-19 di Rumah Sakit Bahteramas Kendari pada Minggu (29/11) pukul 22.40 Wita.

Baca Juga:

Ketum PBNU Positif COVID-19 hingga Dirawat di Rumah Sakit

"Beliau dirawat sejak 20 Oktober di Rumah Sakit Hermina. Lalu dirujuk ke RUSD Bahteramas pada tanggal 26 Oktober," ujar Ridwan Badalla.

Jutaan data pasien COVID-19 terekspose di jagat maya (Foto: pixabay/fernandohzhiminaichela)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/fernandohzhiminaichela)

Ia juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas wafatnya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertenakan Sultra yang belum lama dilantik tersebut.

Ia mengajak semua pihak untuk medoakan almarhum.

Baca Juga:

Enggan Banyak Komentar, DPRD Hanya Doakan Wagub DKI Sembuh dari COVID-19

"Mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, menyampaikan duka cita yang mendalam ini dan mari kita bersama mendoakan semoga almarhumah diampuni dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan husnul khatimah," tutur Ridwan Badalla.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal saat dikonfirmasi terkait hal ini, belum ada jawaban karena belum mengangkat telepon saat dihubungi ataupun membalas pesan yang dikirim melalui WhatsApp. (Knu)

Baca Juga:

Data Pribadi 16 Juta Pasien COVID-19 Terekspos Secara Online

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal Dunia
Indonesia
Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal Dunia

Mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo Sandi ini meninggal pada pukul 06.15 setelah sempat dirawat beberapa hari pasca-operasi karena pendarahan di otak

Santai Merapi Erupsi, Warga Selo Cuma Diimbau Sering-Sering Lihat Atas
Indonesia
Santai Merapi Erupsi, Warga Selo Cuma Diimbau Sering-Sering Lihat Atas

Warga usai kejadian itu, tenang-tenang saja. Mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa pergi ke sekolah atau bekerja ke ladang

Ini Penyebab Gempa Kembar di Bengkulu
Indonesia
Ini Penyebab Gempa Kembar di Bengkulu

Gempa Kembar atau Doublet Earthquake adalah peristiwa dua gempa yang magnitudo atau kekuatannya hampir sama dan terjadi dalam waktu dan lokasi yang relatif berdekatan.

 Gubernur Khofifah Bangga Anak SMK Produksi APD untuk Tim Medis Pasien Corona
Indonesia
Gubernur Khofifah Bangga Anak SMK Produksi APD untuk Tim Medis Pasien Corona

“Saya sangat berterimakasih sudah membantu meringankan beban para petugas medis di RS dr Soetomo,” ungkap Khofifah

Jumlah Pasien COVID-19 Meninggal Bangka Belitung Terendah di Indonesia
Indonesia
Jumlah Pasien COVID-19 Meninggal Bangka Belitung Terendah di Indonesia

Jumlah pasien terkonfirmasi positif corona yang meninggal di daerah itu sebanyak dua dari 172 orang.

DPR Nekat Bahas Omnibus Law, 50.000 Buruh Ancam Geruduk Kantor Airlangga
Indonesia
DPR Nekat Bahas Omnibus Law, 50.000 Buruh Ancam Geruduk Kantor Airlangga

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, mereka akan tetap turun aksi menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja meski di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

Cegah Penyebaran Corona, MK Tunda Sidang Dua Pekan
Indonesia
Cegah Penyebaran Corona, MK Tunda Sidang Dua Pekan

MK juga menginstruksikan para pegawai untuk bekerja dari rumah

RUU HIP Bikin Hancur Kohesi Sosial, Partai Gelora: Jadi Pembelahan Sekarang
Indonesia
RUU HIP Bikin Hancur Kohesi Sosial, Partai Gelora: Jadi Pembelahan Sekarang

RUU HIP tidak termasuk RUU yang dikeluarkan maupun yang diganti di Prolegnas 2020

Garuda Tertolong Perjalanan Domestik
Indonesia
Garuda Tertolong Perjalanan Domestik

Garuda masih tertolong penerbangan domestik dibandingkan internasional karena ada berbagai perbatasan atau travel restrictions di beberapa negara yang menyebabkan penghentian sementara operasional