Kader Tolak Dukung Pasangan Purnomo-Teguh, DPC PDIP Solo Belum Berani Berikan Sanksi Bakal cawali dan cawawali di Pilwakot, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Jawa Tengah sejauh ini belum memutuskan sanksi terhadap sejumlah kader yang tidak mendukung bakal cawali dan cawawali di Pilwakot, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Diketahui, sejumlah kader PDIP mendaftarkan diri sebagai bakal cawali dan cawawali di Pilwakot Solo 2020 sendiri lewat DPD PDIP Jawa Tengah. Mereka adalah Gibran Rakabuming Raka dan anggota DPRD Solo Ginda Ferachtriawan, dan mantan anggota DPRD Solo Purwono. Padahal, DPC PDIP Solo telah mengusung Purnomo-Teguh.

Baca Juga:

Dapat Dukungan dari Massa Garuda, Purnomo-Teguh Janji Selamatkan Solo

"Kita semua tahu ada persoalan adanya kader itu (Tidak mendukung Purnomo-Teguh). Partai membiarkan dulu, karena nanti habis energi kita," ujar Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa kepada merahputih.com di Solo, Kamis (9/1).

Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa menyatakan pihaknya belum bisa sanksi kader yang tak dukung Purnomo-Teguh
Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, Kamis (9/1). (MP/Ismail)

Teguh yang merupakan bakal cawawali dari PDIP tidak ingin terjadi konflik kepentingan dengan membuat sanksi. Namun demikian, kondisi tersebut akan selesai setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menurunkan rekomendasi Pilwakot Solo.

"Jujur saja kalau mereka kami tegur, memberi peringatan seolah-olah pamrih saya, saya kira tidak perlu. Persoalan ini akan selesai sendirinya kalau rekomendasi turun," kata dia.

Teguh optimistis rekomendasi akan jatuh pada pasangan Purnomo-Teguh. Usai rekomendasi turun, DPC rencananya bakal menerapkan sanksi.

Baca Juga:

Pilwakot Solo, Pesaing Gibran Keluhkan Sering Diserang Masalah Umur

"Saya tegaskan saja mereka yang selama ini bilang tegak lurus pada partai, setelah rekomendasi turun apakah benar-benar tegak lurus. Kalau rekomendasi turun mereka tidak bekerja seperti kader partai, maka akan ada sanksi," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Ketua DPC PDIP Solo Keluhkan Adanya Intervensi Soal Rekomendasi, Gibran Berkilah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Awan Mirip Mata Dajjal Gegerkan Warga Kediri
Indonesia
Awan Mirip Mata Dajjal Gegerkan Warga Kediri

Warga Kediri, Jawa Timur, digegerkan dengan penampakan awan yang dianggap mirip dengan mata dajjal sehingga muncul persepsi tanda akhir jaman.

Pendapatan Negara Turun Sampai 12,4 Persen
Indonesia
Pendapatan Negara Turun Sampai 12,4 Persen

Penerimaan pajak Rp601,9 triliun yang realisasinya 50,2 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp1.198,8 triliun dan terkontraksi hingga 14,7 persen (yoy).

Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Korupsi Jiwasraya di KPK
Indonesia
Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Korupsi Jiwasraya di KPK

Benny ditahan di Rutan cabang KPK kavling K4, sementara Hendrisman ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur

 Penghapusan Dana THR Gaji ke-13, Pemkot Solo Tunggu Keputusan Pusat
Indonesia
Penghapusan Dana THR Gaji ke-13, Pemkot Solo Tunggu Keputusan Pusat

"Setiap tahun pemerintah pusat menganggarkan dana THR dan Gaji ke-13 dari APBN yang ditransfer ke daerah masing-masing. Dana tersebut saat ini sudah tesedia," ujar Wali Kot Solo, FX Hadi Rudyamo

 Anies Akui Banyak Tanggul yang Sudah Retak Imbas Banjir Awal Tahun
Indonesia
Anies Akui Banyak Tanggul yang Sudah Retak Imbas Banjir Awal Tahun

"Kami sudah menemukan di banyak tempat potensi retak-retak yang bila ada tekanan besar, punya risiko," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Stasiun Kereta Api di Jakarta Terendam Banjir, Ini Fotonya
Indonesia
Stasiun Kereta Api di Jakarta Terendam Banjir, Ini Fotonya

Sejumlah stasiun kereta api ikut kena imbas

104 Orang Dijadikan Tersangka karena Sebar Hoaks Corona
Indonesia
104 Orang Dijadikan Tersangka karena Sebar Hoaks Corona

Polisi telah menetapkan ratusan tersangka kasus penyebaran hoaks terkait pandemi COVID-19.

Hadi Pranoto Bakal Diperiksa Lagi Pasca-Mangkir Kasus Obat Corona
Indonesia
Hadi Pranoto Bakal Diperiksa Lagi Pasca-Mangkir Kasus Obat Corona

Polda Metro Jaya akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Hadi Pranoto yang mangkir dalam pemanggilan kasus "obat corona".

Datangi Kantor BNPB, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kendalikan Corona Virus
Indonesia
Datangi Kantor BNPB, Anies: Insyaallah Kita Bisa Kendalikan Corona Virus

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur.

3 Alasan KPK Optimistis Menang Sidang Praperadilan Nurhadi Cs
Indonesia
3 Alasan KPK Optimistis Menang Sidang Praperadilan Nurhadi Cs

Senin (16/3) kembali digelar sidang praperadilan tersangka eks Sekretaris MA Nurhadi