Kader PDIP Diinstruksikan Menangkan Pilkada Surabaya, Sanksi Bagi yang Membelot Tangkapan layar saat Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada 75 pasangan calon kepala daerah yang diajukan partai itu di Pilkada Serentak 2020. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memerintahkan jajarannya untuk segera berkonsolidasi memenangkan Pilkada Serentak 2020, khususnya Pilwakot Surabaya. Megawati menginstruksikan semua jajarannya harus satu barisan, jangan ada yang bermanuver.

Hal ini disampaikan Megawati saat memberikan arahan dalam acara pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah gelombang kelima melalui telekonferensi, Rabu (2/9). Di acara itu, PDIP mengakhiri spekulasi pasangan calon yang hendak diusung di Surabaya, dengan mengajukan nama Ery Cahyadi-Armuji.

Baca Juga

Gantikan Risma-Whisnu, PDIP Akhirnya Usung Ery Cahyadi-Armuji di Pilwalkot Surabaya

Megawati mengingatkan konsolidasi dan gotong royong partai merupakan elemen utama dalam memenangkan pemilu. Bagian kalah atau menang merupakan urusan di belakang.

"Mana pernah, loh, kalau kita kalah, saya koar-koar begini lah, begitu lah. Enggak. Saya hanya bilang konsolidasikan partai kita. Makanya saya bilang, awas Surabaya, siapa yang bermain, melawan saya. Ingat, mana dia, Surabaya," kata Megawati mengingatkan para kadernya.

"Kalau ada yang nyeleweng-nyeleweng, sudah tahu saya. Makanya pengumuman ini terbuka untuk umum. Silahkan saja, karena saya sudah ceritakan itu hak prerogatif saya. Siapa tidak mau nurut pada ketumnya sebagai simbol partai, saya jatuhkan sanksi," kata putri Proklamator RI Bung Karno itu.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Foto: MP/Ponco

Presiden RI Kelima itu juga mengajak semua pihak untuk guyub. Megawati mengingatkan para kader, bahwa perannya sebagai ketua umum dalam menentukan pasangan calon bukanlah perkara mudah. Megawati mengisahkan untuk satu daerah hanya bisa mengajukan dua orang, satu kepala dan satu lainnya sebagai wakil. Tak bisa partai politik mengajukan siapapun kader berkualitas yang memiliki keinginan maju.

Di samping itu, Megawati mengenang hasil diskusinya dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tentang upaya revitalisasi tempat pembuangan sampah. Saat itu, Megawati menyarankan tempat pembuangan sampah itu diubah menjadi taman. Yang kini sudah tampak cantik bernama Taman Harmoni di Surabaya.

"Nggak begitu mahal, bikin saja taman. ini tinggal di uruk-uruk dikasih tanaman-tanaman, nanti rakyat senang, murah meriah. Masuk jangan kasih bayaran," kata Megawati.

Megawati memandang banyak perubahan yang terjadi di Surabaya, selain kisah Taman Harmoni. Oleh karena itu, Ketua Dewan Pengarah BPIP ini meminta jajarannya untuk mengonsolidasikan gerakan agar memenangkan Pilkada Surabaya kembali.

"Mulailah konsolidasi bergerak untuk memenangkan mereka yang telah saya berikan rekom supaya bisa menang. Nanti orang yang sudah diberikan rekom, suruh menang itu. Kalau tandingnya menang, kan, kita lebih enak, jadi paling tidak saya bisa ngawasin untuk lima tahun ke depan. Sehingga dengan demikian, persiapan kita untuk 2024 itu harus segera dimulai," tegas Megawati.

Baca Juga

Ini Daftar Lengkap Cakada PDIP Gelombang V Untuk 21 Daerah

Di acara itu, hadir juga Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersama Wasekjen Utut Adianto, Sadarestuwati, dan Arif Wibowo. Selain itu, hadir sejumlah Ketua DPP PDIP. Di antaranya adalah Puan Maharani, Prananda Prabowo, Eriko Sotarduga, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Juliari Batubara, Komaruddin Watubun, Mindo Sianipar, Hamka Haq, dan I Made Urip. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Ajukan Rehab Kawasan Monas Sebesar Rp114,47 Miliar
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Rehab Kawasan Monas Sebesar Rp114,47 Miliar

Pemprov DKI mengajukan anggaran sebesar Rp114,47 miliar untuk penataan kawasan Monas.

 FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor
Indonesia
FPI Tantang Ada Hukuman Potong Tangan untuk Koruptor

"Oleh karena itu saya ingatkan di sini setuju nggak kira-kira kalau rakyat Indoneisa ganti hukumnya sekarang kita pakai hukum potong tangan aja," pungkasnya.

Brigjen NW Masih Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Brigjen NW Masih Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Petinggi NCB Interpol itu diduga mengetahui penghapusan red notice Djoko.

Malaysia Benarkan Ada Warga AS Positif Corona di Wilayahnya
Indonesia
Malaysia Benarkan Ada Warga AS Positif Corona di Wilayahnya

Untuk saat ini uji deteksi Covid-19 terhadap suami wanita tersebut adalah negatif

Pangkogabwilhan I Minta Semua Pihak Disiplin dan Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pangkogabwilhan I Minta Semua Pihak Disiplin dan Patuhi Protokol Kesehatan

Manajemen RSD Wisma Atlet juga didorong terus memaksimalkan pelayanan

Wagub DKI Janji Insentif Gaji Penggali Kubur COVID-19 Segera Cair
Indonesia
Wagub DKI Janji Insentif Gaji Penggali Kubur COVID-19 Segera Cair

Permasalahan pembayaran duit tambahan untuk sopir ambulans dan penggali kubur itu akan segera diselesaikan.

Pelajar yang Ikut Demo UU Ciptaker Berasal dari Bogor hingga Subang
Indonesia
Pelajar yang Ikut Demo UU Ciptaker Berasal dari Bogor hingga Subang

"Dari hasil keterangan para pelajar yang terlibat aksi unjuk rasa, mereka dari berbagai daerah, Bogor, Sukabumi, Indramayu, Subang, Cilegon, Bekasi, Tangerang ini berasal dari beberapa wilayah disamping Jakarta ya," ujar Nana

Perubahan Divhumas Polri Jadi Badan Dianggap untuk Akomodir Perwira yang Nganggur
Indonesia
Perubahan Divhumas Polri Jadi Badan Dianggap untuk Akomodir Perwira yang Nganggur

Neta S Pane mengkritik rencana pengembangan Divisi Humas Polri menjadi Badan Humas.

Risma Sidak Jalanan Mulai Sore hingga Dini Hari
Indonesia
Risma Sidak Jalanan Mulai Sore hingga Dini Hari

Sidak kali ini dilakukan mulai sore hingga dini hari lantaran Risma tak mau Surabaya menjadi seperti Jakarta yang berstatus zona merah lagi.

Satu Tahanan KPK Positif COVID-19
Indonesia
Satu Tahanan KPK Positif COVID-19

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan terdapat satu tahanan lembaga antikorupsi yang terkonfirmasi positif COVID-19.