Kabur dari Lapas Tangerang, Napi asal Tiongkok Diburu sampai Hutan Belantara Cai Changpan, napi kabur dari Lapas Tangerang. (Dok. Istimewa)

MerahPutih.com - Hampir tiga pekan berlalu, Cai Changpan, narapidana yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, belum tertangkap. WN Tiongkok itu diyakini masih bersembunyi di kawasan Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan ada lima tim gabungan yang melakukan pencarian Cai Changpan di hutan tersebut. Tim gabungan di-back up oleh anggota Brimob.

"Memang dia sempat keluar di salah satu desa di dekat situ untuk membeli makanan, kemudian dia masuk lagi. Makanya kita perluas pencarian di-back up Brimob," kata Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (3/10).

Baca Juga

Kejanggalan di Balik Kaburnya Terpidana Mati asal Tiongkok dari Lapas Tangerang

Area pencarian pun kini diperluas untuk mempersempit ruang gerak Cai Changpan. Saat ini tim masih menyisir kawasan dalam hutan.

"Kita sekarang memperluas lagi pencarian jejak ini di daerah Desa Babakan, pertama Desa Babakan, kemudian Pasir Madang, dan juga daerah Pasar Rebo. Jadi kita perluas tim ke sana untuk melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan," ungkap Yusri.

Menurut Yusri, kejanggalan yang ditemukan penyidik kepolisian antara lain tidak terdeteksinya kegiatan penggalian Cai yang berlangsung selama delapan bulan oleh petugas Lapas.

"Seperti apa kejanggalannya? Yang pertama dia sudah melakukan atau membuat lubang ini 8 bulan yang lalu, dia berupaya untuk melarikan diri," kata Yusri.

Kemudian ada sejumlah barang yang tidak lazim ditemukan di dalam lapas antara lain pompa air yang digunakan terpidana untuk menguras air didalam terowongan yang digunakan untuk melarikan diri. Selain pompa air, petugas juga turut menemukan barang seperti cangkul kecil dan obeng yang digunakan oleh terpidana untuk membuat terowongan.

"Ada beberapa peralatan yang memang dia gunakan untuk melubangi tempat pelariannya yang memang diameternya pertama 2 meter ke bawah, kemudian 30 meter lebih sampai ke gorong-gorong di luar dari lapas ini, seperti cangkul kecil kemudian juga obeng, bahkan membeli alat penyedot air atau pompa air," tambahnya.

Kemudian berdasarkan penyelidikan petugas, Yusri mengatakan ada dua oknum petugas lapas yang diduga terlibat dalam insiden pelarian Cai Changpan.

Terduga pertama diketahui berinisial S yang bertugas sebagai sipir, sedangkan satu orang lainnya juga berinisial S berstatus sebagai PNS lapas. Keduanya diduga turut membantu Cai Changpan membeli peralatan untuk membuat terowongan yang digunakan untuk kabur.

"Peran kedua duanya adalah memang diakui bahwa informasi dari salah satu napi juga, bahwa dia (oknum petugas lapas) yang membantu untuk membelikan peralatan peralatan, salah satunya adalah pompa air ini," ujar Yusri.

Penyidik kepolisian hari ini rencananya akan melaksanakan gelar perkara guna menentukan status hukum dua oknum petugas lapas tersebut.

"Kedua orang ini sementara menjadi saksi tapi rencana kita lakukan gelar perkara ya untuk menentukan apakah yang bersangkutan bisa ditentukan sebagai tersangka," pungkasnya.

Narapidana kasus narkoba Cai Changpan diketahui kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada Senin (14/9) dengan cara menggali terowongan hingga keluar Lapas. Pihak kepolisian juga telah memeriksa 14 orang saksi terkait pelarian terpidana berkebangsaan Tiongkok itu.

Baca Juga

Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Pernah Ikut Pendidikan Militer di Tiongkok

Hasil penyelidikan awal Polda Metro Jaya mengungkapkan Cai Changpan sudah merencanakan pelariannya dengan menggali terowongan sejak enam bulan lalu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rusun Nagrak Mulai Digunakan Buat Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
Rusun Nagrak Mulai Digunakan Buat Isolasi Pasien COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan, 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 telah terpakai kendati kapasitasnya terus ditambah, bahkan sudah lebih 10 ribu ruang isolasi dan "Intensive Care Unit" (ICU).

Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las
Indonesia
Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las

Di rumah punya bengkel las sendiri. Bengkel ini sudah lama terbengkalai karena kesibukannya sebagai Wali Kota Solo.

Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun
Indonesia
Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun

Melainkan yang paling terkena dampaknya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang digadang-gadang bakal maju menjadi calon presiden 2024.

Basuki Perintahkan Tol Cisumdawu Beroperasi di 2021
Indonesia
Basuki Perintahkan Tol Cisumdawu Beroperasi di 2021

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 61 Km di Provinsi Jawa Barat terdiri dari enam seksi akan terhubung dengan jalan tol akses Bandara Kertajati.

Polisi Tangkap Rombongan Pengantar Jenazah Keroyok Sopir Truk
Indonesia
Polisi Tangkap Rombongan Pengantar Jenazah Keroyok Sopir Truk

Polisi menangkap sejumlah orang di rombongan pengantar jenazah yang mengeroyok sopir truk karena dianggap menghalangi, di kawasan Jalan Sungai Tiram, Marunda.

119.175 Napi Terima Remisi HUT ke-75 RI, Negara Hemat 167 Miliar
Indonesia
119.175 Napi Terima Remisi HUT ke-75 RI, Negara Hemat 167 Miliar

Remisi diberikan kepada seluruh narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif

BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi
Indonesia
BUMN Ini Buka Puluhan Lowongan Pekerjaan di Masa Pandemi

Persyaratan untuk masing-masing posisi berbeda-beda

Kejar Penjualan Saat Pandemi, BTN Gelar Pameran Rumah Secara Virtual
KPR
Kejar Penjualan Saat Pandemi, BTN Gelar Pameran Rumah Secara Virtual

Melalui virtual expo ini, BTN memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan tetap dan tidak tetap untuk memiliki rumah secara online dengan bunga KPR murah

Hadapi Aksi 'Ruatan Rakyat Untuk KPK', TNI-Polri Jaga Ketat Kantor Firli Bahuri
Indonesia
Hadapi Aksi 'Ruatan Rakyat Untuk KPK', TNI-Polri Jaga Ketat Kantor Firli Bahuri

Puluhan personil TNI-Polri itu diturunkan untuk menjaga pengamanan di depan Gedung KPK

Sudah 20 Hari Gubernur Anies Lakukan Isolasi Mandiri
Indonesia
Sudah 20 Hari Gubernur Anies Lakukan Isolasi Mandiri

Meski isolasi mandiri Gubernur Anies masih tetap bekerja memimpin rapat membahas program yang sudah disusun pemerintah DKI dengan anak buahnya di Pemprov.