'Kabayan Ngala Tutut', Dongeng Kocak Sarat Makna. Baca Deh! Si Kabayan. (Foto: Instagram/@nikeardilla)

DONGENG 'Kabayan Ngala Tutut' adalah gambaran filosofi hidup orang Sunda. Orang Sunda biasanya gemar berbagi keceriaan dan kebahagiaan kepada orang lain.

Dalam setiap kisahnya, Kabayan yang biasa dipanggil Si Kabayan selalu digambarkan sebagai sosok lugu. Saking lugunya, ia seringkali melakukan kekonyolan yang mengundang tawa orang yang mendengarkan dongengnya.

Seperti pada 'Kabayan Ngala Tutut'. Ceritanya sungguh menghibur. Orang bakal tertawa sambil geleng-geleng ketawa setelah mendengar kisahnya. Dalam dongeng ini Si Kabayan yang tengah tidur siang disuruh Iteung, istrinya, mencari tutut alias keong di sawah.

Setibanya di sawah, Si Kabayan melihat banyak tutut. Namun, ia tidak berani masuk ke sawah untuk mengambil tutut-tutut tersebut. Alasannya sepele, dia menganggap sawahnya dalam gara-gara melihat bayangan langit pada permukaan air.

Padahal sebenarnya sawah tersebut tidak dalam. Takut tenggelam, Kabayan pun mencari cara lain untuk menangkap tutut. Akhirnya, ia memilih menggunakan leugeut alias lem dan benang agar tidak perlu masuk ke dalam sawah.

Usahanya ini jelas tidak berhasil. Daya rekat lem sudah pasti hilang saat terkena air. Tapi Si Kabayan tidak mengetahui hal itu. Ia terus berusaha menangkap tutut dengan benang yang sudah diberi lem.

Akhirnya, tak satu pun tutut yang berhasil ia tangkap. Kesal karena Si Kabayan tak pulang-pulang, Iteung menyusul ke sawah. Kesal melihat kebodohan Si Kabayan, Iteung pun mendorong suaminya hingga terjebur di sawah yang sebenarnya dangkal itu.

Setelah terjebur, baru lah Kabayan sadar kalau sawah itu ternyata dangkal. "Heheh…ey, da deet geuningan (Heheh... ternyata dangkal ya)."

Membayangkan kebodohan Si Kabayan, tidak sedikit orang yang terkekeh saat mendengar dongeng ini. Namun, tahukah Anda, di balik kisah yang menghibur ini ada pesan moral yang ingin disampaikan. Sebanyak apa pun peluang yang Anda lihat tak akan ada yang bisa Anda tangkap bila takut mencobanya dengan langkah yang tepat.

Wah, makna dongeng 'Kabayan Ngala Tutut' ini ternyata dalam, ya. (*)

Orang Sunda juga punya makanan favorit: tutut. Di Bandung, keong sawah ini juga kerap dijual di pagi hari. Anda bisa membaca informasi detailnya pada artikel 4 Sarapan Terlaris di Bandung, Nomor 4 Bisa Bikin Mulut Pegal.

Kredit : rina


Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH