Kabareskrim Pastikan Paspor Jozeph Paul Zhang Bakal Dicabut Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Agus Andrianto. ANTARA/HO-Polri

MerahPutih.com - Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencabut paspor Jozeph Paul Zhang.

Langkah pencabutan paspor itu merupakan upaya untuk menangkap Paul Zhang usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama.

"Kami koordinasi dengan Imigrasi, semoga saran kami diterima oleh Dirjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencabut paspor yang bersangkutan," kata Agus kepada awak media, Jakarta, Selasa (20/4).

Menurut Agus, jika paspor Jozeph nantinya telah dicabut maka akan mempersempit geraknya. Sehingga, diharapkan tersangka kasus dugaan penistaan agama itu dapat dideportasi atau ditangkap.

"Kalau mau kemana-mana kan diamankan, berpotensi untuk di deportasi," ujarnya.

Jozeph Paul Zhang. Foto: Youtube

Polri sebelumnya memastikan bahwa Jozeph masih berstatus warga negara Indonesia atau WNI. Sehingga, dia mesti mentaati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, dari paspor resmi yang digunakan, diketahui nama asli Paul Zhang adalah Shindy Paul Soerjomoeljono (SPS).

"Nama aslinya inisialnya SPS. Kemarin kami memberitakan sesuai akunnya (YouTube) JPZ. Yang digunakan tracing (di Berlin) SPS. Paspornya menggunakan nama SPS," ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan, nama tersebut yang akan diburu oleh kepolisian dalam penerbitan surat DPO dan akan diproses ke Interpol nantinya untuk penerbitan red notice.

Kepolisian, kata dia, saat ini tengah berkoordinasi dengan atase Polri di KBRI Berlin, Jerman untuk melacak keberadaan tersangka. Nantinya, Jozeph dapat diproses hukum di Indonesia karena masih merupakan warga negara Indonesia (WNI).

"JPZ masih berstatus WNI dan memiliki hak dan kewajiban untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Bisa dideportasi oleh KBRI Berlin di Jerman dan tentunya penyidik bisa menjemput ke sana," ucap Ahmad.

Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama lantaran mengaku sebagai Nabi ke-26.

Jozeph disangka melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
SMF Telah Biayai 1,08 Juta Debitur KPR
KPR
SMF Telah Biayai 1,08 Juta Debitur KPR

pencapaian kinerja ditopang dari kegiatan sekuritisasi sebesar Rp631 miliar, penyaluran pinjaman sebesar Rp6,43 Triliun, serta penerbitan surat utang sebesar Rp7,27 triliun.

Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Sri Mulyani Perketat Pengawasan
Indonesia
Cukai Rokok Naik 12,5 Persen, Sri Mulyani Perketat Pengawasan

Untuk besaran harga banderol atau harga jual eceran di pasaran adalah sesuai dengan kenaikan dari tarif masing-masing kelompok tersebut.

Alasan Warga Tidak Bisa Pergi Jauh Tanpa Bawa Kartu Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Alasan Warga Tidak Bisa Pergi Jauh Tanpa Bawa Kartu Vaksinasi COVID-19

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyusun ulang aturan teknis mengenai syarat perjalanan orang dalam negeri dan transportasi.

Peralatan Damkar Anak Buah Anies Belum Ideal, ORI Jakarta Beri Empat Catatan
Indonesia
Peralatan Damkar Anak Buah Anies Belum Ideal, ORI Jakarta Beri Empat Catatan

Minimnya petugas ini menyebabkan tidak optimalnya pengawasan

Pemprov DKI Telah Suntik Vaksin 6 Juta Lebih Warga
Indonesia
Pemprov DKI Telah Suntik Vaksin 6 Juta Lebih Warga

Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan sudah lebih dari 6 juta masyarakat yang telah menerima vaksinasi COVID-19.

Danpuspom Tegaskan Oknum Tiga Matra TNI Diduga Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
Danpuspom Tegaskan Oknum Tiga Matra TNI Diduga Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas

TNI masih mendalami keterlibatan 8 oknum anggota TNI AU dan TNI AL ini

Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum
Indonesia
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum

Massa yang berkerumum pada saat Presiden Jokowi melintas di sepanjang jalan menuju ke Bendungan Napun Gete, adalah massa spontan

PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon
Indonesia
PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon

Penobatan PRA Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh ke-XV melalui upacara ritual adat jumenengan yang berlangsung di Bangsal Prabayaksa.

Aktivitas Merapi Mulai Menurun, Ratusan Pengungsi Asal Klaten Dipulangkan
Indonesia
Aktivitas Merapi Mulai Menurun, Ratusan Pengungsi Asal Klaten Dipulangkan

"Warga memilih pulang dengan alasan karena terlalu lama tinggal di tempat pengungsian. Kami bisa memahami itu supaya warga tidak jenuh," ujar Anwar.

Ini Kata DPR Soal Tindak Lanjut Rekomendasi Komnas HAM
Indonesia
Ini Kata DPR Soal Tindak Lanjut Rekomendasi Komnas HAM

DPR yakin pimpinan Polri akan menindaklanjuti hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait kasus kematian laskar Front Pembela Islam.