Kabareskrim Pastikan Bakal Hukum Penyidik yang Salah Gunakan UU ITE Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. ANTARA/ HO-Polri

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto agar penegakan hukum terkait UU ITE tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Agus pun memastikan jajarannya tidak akan tebang pilih dalam menangani kasus UU ITE yang masuk.

"Kan ada Wassidik (Pengawasan Penyidikan), ada pengawasan juga dari Propam (Profesi dan Pengamanan), dari Irwasum (Inspektorat Pengawasan Umum)," ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/2).

Baca Juga:

Baru Dilantik, Kabareskrim Baru Diingatkan Soal 'Hukum Tumpul ke Atas'

Agus mengatakan, bagi para penyidik yang melanggar surat telegram berisi pedoman penanganan kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dari Kapolri, maka ada hukuman yang menanti.

Sementara jika melaksanakannya dan mendapat apresiasi masyarakat, akan mendapatkan reward.

"Kemudian yang melaksanakan dengan benar dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat juga akan diberikan reward kepada yang bersangkutan," terangnya.

Agus mengatakan, dalam pedoman Kapolri soal UU ITE, mediasi menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan kasus ITE utamanya ujaran kebencian.

Karena itu, kata dia, mediasi akan diupayakan dalam penyelesaian kasus ITE sesuai pedoman Kapolri.

"Dilakukan mediasi dan itu menjadi pedoman untuk kita yang akan menegakkan hukum nanti," tandas Agus.

Bareskrim Polri. Foto: tribratanews.polri.go.id
Bareskrim Polri. Foto: tribratanews.polri.go.id

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Dumas Presisi diciptakan untuk mewujudkan bentuk transparansi dan handling complain bagi masyarakat luas.

Sigit meminta Dumas Presisi bisa dimaksimalkan dengan baik.

"Maksimalkan aplikasi Dumas Presisi dan sosialisasikan kepada masyarakat karena aplikasi ini merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur," ujar Sigit.

Sigit turut meminta kepada jajaran Itwasum Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi.

Baca Juga:

Kabareskrim Komjen Agus Diwanti-wanti Kapolri Soal Kasus FPI

Selain itu, diharapkan Dumas Presisi bisa merumuskan cara bertindak dalam menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.

"Serap setiap informasi yang disampaikan oleh para narasumber, sebagai upaya memperkaya wawasan serta menyempurnakan strategi, teknis dan cara bertindak di lapangan," tuturnya.

Tidak hanya itu, Sigit menginstruksikan agar merajut kerja sama dan sinergitas lintas fungsi dan sektoral, bersama dengan institusi pemerintah, APIP, dan pengawas eksternal independen.

Kemudian, pengelolaan dan penemuan solusi terbaik perlu dilakukan dalam menangani pengaduan masyarakat serta memanfaatkan masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri.

"Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus," ucap Sigit. (Knu)

Baca Juga:

Bareskrim Polri Peringatkan Belasan Akun Medsos karena Sebar Hoaks

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Politikus Golkar: New KPK, New Paradigma di Era New Normal
Indonesia
Politikus Golkar: New KPK, New Paradigma di Era New Normal

Tiga strategi pendekatan yang dilakukan KPK akan berdampak positif bukan hanya kepada pejabat negara, tetapi masyarakat juga.

Pemerintah Tambah 6 Perusahaan Pemungut Pajak Digital
Indonesia
Pemerintah Tambah 6 Perusahaan Pemungut Pajak Digital

Saat ini terdapat 51 pelaku usaha pemungut PPN produk digital luar negeri

Nyaris 400 Polisi Diturunkan Jaga Sidang Putusan Perselisihan Pilkada di MK
Indonesia
Nyaris 400 Polisi Diturunkan Jaga Sidang Putusan Perselisihan Pilkada di MK

Personel pengamanan harus mengantisipasi gangguan keamanan yang bisa terjadi

Pemuda Harus Berani Jadi Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
Pemuda Harus Berani Jadi Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Corona

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar diskusi virtual atau Webinar bertema 'Bangkitlah UMKM-ku!' pada Jumat (14/8) siang.

Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Peninggalan Sri Sultan HB II
Indonesia
Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Peninggalan Sri Sultan HB II

Meski telah lebih dari 20 dasawarsa, bentuk legitimasi Sultan kedua masih dapat disaksikan seperti bangunan benteng baluwarti, pesanggrahan Rejawinangun, Cendanasari, dan Gua Siluman, serta manuskrip pusaka.

Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Akui Diperiksa KPK sebagai Tersangka
Indonesia
Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Akui Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Budi enggan mengungkap secara rinci kasus korupsi yang menjeratnya.

Guru Ngaji Jokowi Ungkap Hasrat Didi Kempot yang Belum Terwujud
Indonesia
Guru Ngaji Jokowi Ungkap Hasrat Didi Kempot yang Belum Terwujud

Cita-cita tersebut adalah membuat lagu Jawa Qosidahan Nuansa Islami berduet dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

Komnas HAM Periksa Anggota Polisi dalam Kasus Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Periksa Anggota Polisi dalam Kasus Penembakan Laskar FPI

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM ) kembali memanggil pihak kepolisian.

Keluarkan Berbagai Kebijakan, OJK Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah
Indonesia
Keluarkan Berbagai Kebijakan, OJK Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

Dunia usaha mengharapkan adanya kemudahan kredit tidak hanya dari bank BUMN tetapi juga perbankan swasta untuk alternatif pembiayaan.

Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah
Indonesia
Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah

Guru disekolah kebanyakan hanya tau teori digital marketing saja. Tapi mereka sendiri kesulitan dan ketinggalan ilmu untuk mempraktekannya.