Kabar Gembira! Lulusan Kursus Dapat Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Peserta melakukan praktik mengoperasikan program komputer. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah kembali melakukan terobosan dunia pendidikan. Selama ini, lulusan kursus, meskipun sudah menempuh pendidikan selama satu tahun, tetapi tetapi tidak dihitung jika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lulusan kursus ketika masuk kuliah juga disamakan dengan mahasiswa lainnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengubah aturan tersebut. Di mana, lulusan kursus dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT) melalui rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Baca Juga:

Baru 10 dari 100 Perempuan Indonesia Raih Ijazah Perguruan Tinggi

"Lulusan kursus dapat memperoleh RPL dari perguruan tinggi, sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Plt Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, dengan adanya RPL ini ada penghargaan dari pendidikan kursus yang sudah diterimanya. Berdasarkan data Kemenaker, sebagian besar kebutuhan tenaga kerja adalah lulusan SMA/SMK hingga D2. Baru kemudian kebutuhan tenaga kerja pada level ahli atau lulusan D4 dan sarjana.

"Lulusan kursus itu termasuk juga yang banyak dibutuhkan, sama seperti halnya lulusan SMA," katanya.

Pendidikan kursus, tidak mempelajari secara keseluruhan akan tetapi spesifik dan mendalam. Misalnya untuk kursus otomotif, tidak mempelajari keseluruhan mesin tetapi bisa jadi kursus khusus pengecatan, kaki-kaki, kaca, dan sebagainya.

Akan tetapi, kata ia, selama ini, sertifikat yang didapat dari kursus itu tidak menjamin bisa digunakan pada perkuliahan. Oleh karena itu, Kemendikbudristek dan sejumlah perguruan tinggi melakukan kerja sama terkait RPL bagi pendidikan kursus.

"Pada tahun ini, rencananya ada 54 perguruan tinggi yang memiliki inisiatif terkait dengan RPL ini. Kami harapkan semakin banyak yang mau bekerja sama dengan kursus ini," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kiki Yuliati menyatakan bahwa pengakuan akan rekognisi pembelajaran lampau (RPL) tidak mengurangi kualitas pendidikan.

"Program RPL ini tidak akan mengurangi kualitas pendidikan dan ini juga bukan upaya pencucian ijazah," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Menkominfo Dorong Perguruan Tinggi Penuhi Talenta Digital di Indonesia

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Peserta BPJS Kesehatan Wajib Isi Riwayat Kesehatan
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Peserta BPJS Kesehatan Wajib Isi Riwayat Kesehatan

Pesan berantai tersebut bukan berasal dari BPJS Kesehatan. Selain itu, skrining kesehatan hanya bersifat imbauan yang dilakukan minimal satu kali setahun.

Politik Masih Jadi Ajang Transaksi Bisnis
Indonesia
Politik Masih Jadi Ajang Transaksi Bisnis

Proses politik yang semestinya dilakukan secara hati nurani kemudian menjadi transaksi bisnis.

BNPB Didesak Lunasi Tunggakan ke Hotel Karantina Sebelum Tutup Tahun 2021
Indonesia
BNPB Didesak Lunasi Tunggakan ke Hotel Karantina Sebelum Tutup Tahun 2021

Pemerintah memiliki program Emergency Response (Tanggap Bencana) terkait pandemi dengan menggandeng hotel-hotel untuk bekerja sama dalam penyediaan tempat bagi pasien orang tanpa gejala (OTG).

[HOAKS atau FAKTA]: Minyak Goreng dari Limbah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Minyak Goreng dari Limbah

Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 53 detik melalui pesan Whatsapp. Dalam video dijelaskan mengenai cara membedakan minyak goreng bekas dengan minyak goreng baru yaitu dengan memasukkan minyak ke kulkas atau hasil tumisan bawang putih.

KAI Daop 6 Siapkan 8 KA Tambahan Selama Libur Nataru
Indonesia
KAI Daop 6 Siapkan 8 KA Tambahan Selama Libur Nataru

PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan delapan kereta api tambahan selama libur Natal dan Tahun Baru 2022. KA tambahan dijalankan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang ke kota wisata ini.

Polri Didesak Ungkap Motif Sensitif Kasus Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
Polri Didesak Ungkap Motif Sensitif Kasus Pembunuhan Brigadir J

Direktur Eksekutif Imparsial, Gufron Mabruri meminta, agar motif pembunuhan Brigadir J yang disebut sensitif dan hanya boleh didengar orang dewasa harus diungkap ke publik.

Pemerintah Diminta Gencarkan Penelitian dan Edukasi Cegah Hepatitis Akut
Indonesia
Pemerintah Diminta Gencarkan Penelitian dan Edukasi Cegah Hepatitis Akut

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait adanya 228 kasus hepatitis yang terjadi di 20 negara.

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Sejumlah Desa
Indonesia
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang Sejumlah Desa

Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (2/1) sore.

Syarat Bagi Masyarakat Lakukan Perjalanan Keluar Daerah Berdasarkan Inmendagri 66/2021
Indonesia
Syarat Bagi Masyarakat Lakukan Perjalanan Keluar Daerah Berdasarkan Inmendagri 66/2021

Pada Inmendagri No 62 Tahun 2021 yang sudah dicabut, syarat vaksin dua kali tidak diatur

NasDem Apresiasi Keberanian Anies Siap Nyapres 2024
Indonesia
NasDem Apresiasi Keberanian Anies Siap Nyapres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai calon presiden (capres) 2024.