Kabar Gembira, Bayi 4 Bulan Asal Kulonprogo Sembuh dari Corona Ilustrasi: Perawat membawa pasien dalam pengawasan COVID-19 di RSUD dr Iskak, Tulungagung. ANTARA/Destyan Sujarwoko

MerahPutih.com - Rasa bahagia menyeruak di antara ketegangan wabah corona. Seorang bayi berusia empat bulan penderita positif corona asal Kulon Progo, DIY, dinyatakan sembuh.

Bayi yang merupakan pasien COVID-19 dinyatakan negatif pada Senin (6/4). Sejak dinyatakan positif corona, bayi ini dirawat di RSUD Wates, Kulonprogo.

Baca Juga:

Update COVID-19 Solo, Pasien Positif Baru Tertular dari Surabaya dan ODP Sudah 311 Orang

"Hasil tes tempat kami dan data dari laboratorium dua kali berturut-turut menunjukkan negatif. Namun saat ini, kami masih terus memantau perkembangannya. Jika kondisinya baik, maka boleh dibawa pulang," kata Direktur RSUD Wates Lies Indriyati dalam keterangan pers Kulon Progo, Selasa (07/04).

Sang bayi yang berjenis kelamin laki-laki ini datang bersama orang tuanya ke RSUD Wates pada Rabu (17/03). Kondisinya saat itu lemah, sesak nafas.

Kedua orangtuanya mengaku sempat membawa sang bayi berpergian ke Surakarta (Solo) yang menjadi salah satu zona merah COVID-19.

"Kami segera isolasi adik bayi ini. Lalu ambil sampel darah dan SWAB. Seminggu kemudian hasil keluar dan dinyatakan positif," jelas Lies.

Tim medis segera berjibaku menyelamatkan nyawa sang bayi mungil ini. Setelah seminggu dirawat, kondisinya membaik dan akhirnya dinyatakan negatif corona.

Kesembuhan ini diharapkan mampu menjadi pemecut semangat dan harapan para PDP untuk bisa sembuh.

Di sisi lain, Lies mengimbau agar sang bayi tidak dijenguk siapa pun beberapa hari ke depan. Lantaran kekebalan tubuh bayi sangat lemah dan rentan pada virus-virus lainnya.

Bupati Kulon Progo Sutedjo melakukan teleconferen jajaran dokter RSUD Wates untuk memberikan selamat atas kesembuhan pasien COVID-19. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Bupati Kulon Progo Sutedjo melakukan teleconferen jajaran dokter RSUD Wates untuk memberikan selamat atas kesembuhan pasien COVID-19. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Data dari Gugus Tugas COVID-19 DIY, per Selasa (7/4) mencatat jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang kemudian dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 38 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, 7 dari 38 warga positif corona meninggal dunia. Sementara 6 orang di antaranya sembuh.

"Sebagian besar yang meninggal itu sudah lansia dan punya penyakit berat lainnya," kata dia di Yogyakarta.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19, Penyelamatan Jiwa Manusia Harus Jadi Prioritas

Berty melanjutkan, total pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan swab) tercatat 368 orang. Dari jumlah tersebut, 114 orang dinyatakan negatif corona. Sedangkan yang masih menunggu hasil 217 orang.

"Sebelas orang yang masih belum ketahuan hasilnya telah meninggal. Kebanyakan meninggal karena punya penyakit bawaan,"jelasnya.

Sementara total orang dalam pemantauan (ODP) di DIY mencapai 2.908 orang. Paling banyak berada di Kabupaten Sleman. (Teresa Ika)

Baca Juga:

PSBB Tak Perbolehkan Angkut Penumpang, Pemerintah Diminta Tak Korbankan Nasib Ojol


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH