Kabar Baik Zona Hijau COVID-19 Depok Bertambah, Ini Nama Kelurahannya Ilustrasi Rapid Test COVID-19. Foto: Pixabay

Merahputih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Provinsi Jawa Barat mencatat penambahan satu kelurahan zona hijau. Sehingga, total zona hijau di Depok menjadi 13 kelurahan.

Kelurahan yang bebas kasus positif diharapkan terus bertambah, sehingga Gugus Tugas dapat segera mengendalikan penyebaran kasus COVID-19 di kota itu. Kota Depok, Jawa Barat mempunyai 63 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.

Baca Juga:

Polda Metro Pastikan Tidak Ada Anggotanya Terinfeksi COVID-19

Ke-13 kelurahan tersebut, adalah Kelurahan Limo, Tirtajaya, Jatimulya, Tapos, Kedaung, Harjamukti, Krukut, Pangkalan Jati Baru, Duren Mekar, Duren Seribu, Bojongsarai Baru, Bojongsari Lama, dan Leuwinanggung.

Adapun bagi kelurahan yang masih memiliki kasus positif, terus dilakukan upaya “prevent, detect dan response”, di antaranya mendorong yang isolasi mandiri agar dapat melakukan isolasi rumah sakit.

"Ini dilakukan untuk mencegah penularan pada lingkungan keluarga dan orang-orang yang kontak erat," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Sabtu (11/7).

Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) menjelaskan penanganan COVID-19 di wilayahnya. (ANTARA/Feru Lantara)

Wali Kota Depok itu menjelaskan untuk penambahan kasus konfirmasi positif pada Jumat (10/7) sebanyak 5 kasus. Penambahan berasal dari tindak lanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan tes usap dan PCR di Laboratorium Kesehataan Kota Depok (Labkesda) 3 kasus dan Laboratorium RS UI 2 kasus.

Sedangkan kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 23 orang menjadi 635 orang atau 73,50 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok.

Baca Juga:

Dianggap Belum Siap, Upaya Lockdown Bakal Merugikan Negara

Untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan bertambah 7 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 8 orang, sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 1 orang.

Adapun, PDP yang meninggal, sebagaimana dikutip Antara, saat ini berjumlah 121 orang, tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH