Jutaan Orang Tak Menyadari, Makan Terburu-buru Ternyata Buruk untuk Kesehatan Makan dengan cepat berisiko buruk bagi kesehatan (Foto: unsplash/danielcgold)

SETIAP orang memiliki kebiasaan makan yang berbeda, ada yang makan dengan cepat, ada juga yang lambat. Terkait hal itu, tak banyak yang tau jika makan dengan cepat ternyata berisiko menyebabkan kondisi yang merugikan kesehatan. Sebaliknya, makan lebih lambat terbukti lebih menyehatkan dan membantu tubuh menjaga berat badan normal.

Baca Juga:

Pentingnya Perawatan Tubuh Bagi Laki-laki dan Perempuan

Makan lembih lambat mungkin terdengar tak efisien. Tapi penelitian menemukan bahwa, dengan memperpanjang durasi makan, orang yang mengalami boesitas bisa mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Selain itu, ternyata secara umum makan lebih lambat bisa membawa berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh kamu.

Berbagai risiko buruk bagi kesehatan tubuh mengintaimu jika makan dengan cepat (foto: unsplash/tomsdg)

Adapun beberapa risiko yang bisa muncul akibat makan dengan cepat seperti yang dilansir dari laman alodokter. Risiko yang pertama yakni bisa meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan usai makan, hal itu bisa meningkatkan risiko penyakit asam lambung (GERD) yang menyebabkan nyer ulu hati.

Jika penyakit tersebut tak ditangani, bisa menyebabkan komplikasi penyempitan kerongkongan, tukak hingga pendarahan.

Risiko yang kedua dari makan dengan cepat yaitu kamu tak menikmati makanan dan cendrung menghabiskan makanan dalam jumlah terlalu banyak dari yang semestinya. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kelebihan kalori yang akhirnya meningkatkan berat badan.

Penelitian menemukan, jika makan dengan cepat bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 2,5 kali lipat. Tingginya kadar gula darah serta insulin meningkatkan risiko resistensi insulin.

Makan cepat pun bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Baca Juga:

Pentingnya Menyadari Penyakit Diabetes Sang 'Silent Killer'

Selain itu, makan cepat juga bisa memperlambat pencernaan. Karena mulut terbiasa menyantap makanan dalam porsi besar.

Melihat beberapa risiko diatas, untuk kamu yang terbiasa makan dengan cepat perlu mempelajari kebiasaan baru.

Seperti halnya hindari makan sambil memainkan ponsel, menonton tv atau mengetik didepan komputer. Cobalah untuk lebih menikmati makanan dengan makan sambil berkonsetrasi tanpa terganggu. Kamu bisa melakukannya dengan makan sambil mendengarkan musik ringan atau menyalakan lilin .

Cara kedua yaitu gigitlah makanan sedikit demi sedikit, kunyah perlahan, nikmatilah rasa, suara serta tekstur makanan. Kunyah setidaknya 20-30 kali setiap suapan.

Kenali beberapa kebiasaan yang perlu kamu rubah jika terbiasa makan dengan cepat (Foto: unsplash/heftiba)

Ketiga, tentukanlah waktu makan secara teratur. Karena terlambat makan akan membuatmu terbiasa makan cepat. Selain itu, menunggu hingga terlalu lapar setelah itu baru makan, akan membuatmu makan lebih banyak dan memilih makanan yang tak sehat.

Langkah yang keempat yakni mengonsumsi camilan sehat disela waktu makan utama, karena bisa bermanfaat untuk mencegah makan cepat atau terlalu lapar.

Kelima yakni mengonsumsi segelas besar air ditengah makan, hal itu bisa membuatmu mengambil jeda untuk selanjutnya makan lebih perlahan.

Lalu yang terakhir konsumsilah makanan kaya serat yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna, dan membuat perut kenyang lebih lama.

Karena itu, dengan makan lebih lambat, kamu bisa mendapat manfaat lebih banyak dari makanan yang dikonsumsi. Serta bermanfaat bagi kesehatan yang tak bisa didapatkan jika kamu makan terlalu cepat. (Ryn)

Baca Juga:

Manfaat Tersembunyi Dibalik Nasi Putih Dingin, Cocok Untuk Penderita Diabetes

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH