Jusuf Kalla Tegaskan Din Syamsuddin Bukan Tokoh Radikal Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Ia menjadi wakil presiden di kepemimpinan Presiden Susilo Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. ANTARA/Tim Media Jusuf Kalla

MerahPutih.com - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menilai, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, bukanlah tokoh radikal sebagaimana tuduhan yang dilontarkan oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Pak Din sangat tidak mungkin radikal, dia adalah pelopor dialog antar agama dan itu tingkatannya internasional," kata JK di Kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (15/2).

Baca Juga

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah tak Proses Hukum Din Syamsuddin

Menurut JK, Din Syamsuddin adalah tokoh yang sangat toleran, dan merupakan pelopor antar umar beragama di kancah internasional. Untuk itu, JK merasa heran apabila ada pihak yang menuduhnya sebagai tokoh radikal.

"Saya sering bilang ke dia “Pak Din anda ini lebih hebat daripada Menlu, selalu keliling dunia hanya berdiskusi dalam hal perdamaian dan inter religius. Jadi orang begitu tidak radikal, sama sekali tidak radikal," sambung JK.

Terkait status Din Syamsuddin sebagai ASN sehingga tidak etis apabila memberikan kritik kepada pemerintah, JK memberikan penjelasan bahwa Din bukanlah ASN yang berada di struktur pemerintahan tapi merupakan fungsional akademisi.

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara)
Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

Menurut JK, ketika seorang akademisi memberikan pandangannya yang mungkin bertentangan dengan pemerintah itu tidak melanggar etika sebagai ASN. Pasalnya, tugas akademisi adalah memberikan pandangan lain sesuai dengan dengan latar keilmuannya.

“ASN itu terbagi dua, ada ASN yang berada di struktur pemerintahan itu ASN yang tidak boleh kritik pemerintah karena dia berada di struktur pemerintah. Ada ASN akademis sebagai dosen dan sebagainya, nah disitulah posisi pak Din. Ini bukan soal etik mengkritik sebagai ASN tapi dia mempergunakan suatu keilmuannya untuk membicarakan sesuatu," jelas dia.

Menurut JK, ASN berprofesi dosen yang berpandangan kritis kepada pemerintah bukan hanya Din Syamsuddin saja. Untuk itu, JK meminta semua pihak untuk dapat menghormati pandangan tersebut karena merupakan padangan professional.

"Kalau seorang akademisi walaupun dia seorang ASN kemudian mengemukakan pandangannya meskipun berbeda dengan pemerintah, itu pandangan profesi dan kita harus hormati itu," tegas JK.

JK berharap agar tidak ada lagi perundungan terhadap para akademisi yang berstatus sebagai ASN dan memberikan pandangan kritisnya ke pemerintah. Menurut JK, pandangan alternatif dari akademisi akan selalu dibutuhkan oleh pemerintah, jika tidak ingin negara menjadi otoriter.

“Bayangkan kalau tidak ada akademisi ini membukakan jalan alternatif maka negeri akan jadi otoriter. Jadi kalau ada yang mau mempersoalkan posisi Pak Din sebagai ASN dan pandangannya kepada pemerintah, berarti dia tidak ngerti tentang undang-undang," tutup JK. (Pon)

Baca Juga

Reaksi Tegas PAN soal Tuduhan Radikal kepada Din Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Kecelakaan di Margo City Mall, Kemenaker Turun Tangan
Indonesia
Kasus Kecelakaan di Margo City Mall, Kemenaker Turun Tangan

Kementerian Ketenagakerjaan merespons cepat kejadian kecelakaan di tempat kerja di Mal Margo City, Depok, dengan menurunkan tim Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis Bidang K3.

Kantor KAMI Diteror Petasan
Indonesia
Kantor KAMI Diteror Petasan

Namun, ia belum bisa merinci soal peristiwa tersebut. Tetapi dipastikan ledakan itu akibat petasan.

Erick Thohir Sampaikan Duka atas Meninggalnya Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac
Indonesia
Erick Thohir Sampaikan Duka atas Meninggalnya Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan duka cita atas meninggalnya ketua uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari Bio Farma Novilia Sjafri Bachtiar.

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Afghanistan Naiki Sayap Pesawat untuk Hindari Taliban
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Afghanistan Naiki Sayap Pesawat untuk Hindari Taliban

Akun Facebook Insides Kashmir mengunggah video seorang pria berada di bagian luar pesawat yang diklaim sebagai warga Afghanistan yang menghindari kedudukan Taliban.

Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan
Indonesia
Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan

Kemenkominfo tidak komproni terkait pelanggaran-pelanggaran financial

Pemkot Bandung Belajar Kelola Sampah ke Balikpapan
Indonesia
Pemkot Bandung Belajar Kelola Sampah ke Balikpapan

Yana Mulyana menerangkan, Kota Balikpapan dipilih lantaran dikabarkan terbaik dalam penanganan sampah. Sehingga Pemkot Bandung ingin mereplikasinya.

Kini, Naik Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Wajib Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
Kini, Naik Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Wajib Sudah Divaksin COVID-19

PT KAI membuka layanan vaksinasi di Stasiun Gambir dan Pasar Senen setiap hari pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB,

Rantis Polisi Kena Tembak Saat Aparat-KKB Saling Baku Tembak
Indonesia
Rantis Polisi Kena Tembak Saat Aparat-KKB Saling Baku Tembak

Baku tembak terjadi antara aparat dengan kelompok Numbuk Telenggen

Dapat Arahan dari Anies, Pemkot Jakpus Percepat Vaksin Lansia
Indonesia
Dapat Arahan dari Anies, Pemkot Jakpus Percepat Vaksin Lansia

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) di wilayahnya.

Polisi Gadungan Peras dan Sekap Pemilik Toko di Bekasi Ditangkap
Indonesia
Polisi Gadungan Peras dan Sekap Pemilik Toko di Bekasi Ditangkap

Polres Metro Bekasi Kota meringkus empat orang polisi gadungan yang melakukan pemerasan terhadap pemilik toko kosmetik di wilayah Kelurahan Jatisari.