Jusuf Kalla Minta Masjid Disterilisasi Sebelum Salat Idul Adha Jusuf Kalla berfoto bersama saat Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Hotel Lorin Solo, Sabtu (16/11). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengingatkan agar salat Idul Adha yang akan dilaksanakan pada Jumat (31/7) harus dilaksanakan dengan protokol COVID-19 ketat.

Mantan Wakil Presiden 2014-2019 ini meminta seluruh masjid juga melakukan sterilisasi sebelum dimulainya ibadah Idul Adha dan setelahnya karena akan dilaksanakan ibadah salat Jumat.

Baca Juga

WHO Terbitkan Protap Keamanan COVID-19 untuk Idul Adha

JK berpesan agar masjid dibersihkan sebelum dimulainya salat Idul Adha dan setelahnya, karena akan dilaksanakan ibadah salat Jumat pada siang harinya. Selain itu dia juga meminta supaya masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Hal itu agar ibadah tetap bisa dilakukan dan aman dari COVID-19.

"Inti dari COVID-19 itu pertama disiplin dan intervensi kita untuk mensterilisasi rumah, bagunan-bangunan, kantor-kantor kita serta seluruh sarana yang ada, itu lah 2 cara yang sangat penting," ujarnya, Kamis (30/7).

Selain itu, JK juga meminta agar masjid-masjid rutin mensosialisasikan protokol pencegahan COVID-19 melalui toa masjid. JK meminta agar masjid secara rutin memberi imbauan ke masyarakat untuk disiplin menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan setiap setelah ibadah salat 5 waktu.

"Harus menjadi kebiasaan yang bermanfaat untuk kita semuanya," ungkapnya.

 Jusuf Kalla membuka Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Hotel Lorin Solo, Sabtu (16/11). (MP/Ismail)
Jusuf Kalla membuka Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Hotel Lorin Solo, Sabtu (16/11). (MP/Ismail)

Ia meminta agar masyarakat merayakan Idul Adha dengan semangat berkurban. Salah satu bentuk pengorbanan yang bisa dilaksanakan masyarakat saat ini adalah melaksanakan ibadah dengan menaati protokol kesehatan.

"Pengorbanan kita hanya lah dibutuhkan pada dewasa ini disamping beribadah, pengorbanan ialah disiplin untuk menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan itu akan menyelamatkan banyak pihak, jamaah dan kita semua," kata JK.

"Pemerintah meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam melaksanakan penyembelihan hewan kurban saat perayaan Idul Adha 1441 H.

Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan pihaknya telah menerbitkan panduan penyembelihan hewan kurban di saat pandemi Covid-19, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Panduan itu terdapat dalam surat edaran Menteri Agama Nomor 18 tahun 2020. Fachrul menyebutkan, pelaksanaan ibadah kurban di daerah yang kasus dan penularan COVID-19 masih tinggi wajib memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

"Seperti penerapan jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal panitia, serta penerapan kebersihan alat yang digunakan dalam pencacahan daging kurban,” kata Fachrul.

Hal ini disampaikan saat Fachrul mencanangkan Gerakan Teladan Berkurban Nasional 2020 dalam rangka menyambut Idul Adha 1441 H bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla yang digelar secara daring.

Fachrul berharap penerapan protokol kesehatan dalam penyembelihan hewan kurban bisa memutus penyebaran COVID-19 yang hingga saat ini belum menunjukkan grafik melandai. Bahkan angkanya masih bergerak naik di sejumlah daerah.

Baca Juga

Polda Metro Imbau Warga tak Lakukan Takbir Keliling Idul Adha

Dalam kesempatan itu, Fachrul juga mengajak masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk berkurban pada Idul Adha dan hari raya Tasrik. Pasalnya, banyak masyarakat yang membutuhkan terutama di tengah pandemi COVID-19.

Pada prinsipnya, kata Fachrul, walaupun daging kurban sebagian boleh dikonsumsi oleh orang yang berkurban, termasuk dibagikan kepada kerabat dan tetangga, namun dalam situasi sekarang sangat dianjurkan sebanyak mungkin daging kurban dibagikan kepada fakir miskin. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH