Jurus Majunya Media Online Ilustrasi media online

MerahPutih.com - Kemajuan teknologi juga berimbas pada perkembangan bisnis media online. Namun, untuk menjalankan media perlu pemahaman bagaimana menarik minat pembaca.

Pemilik PepNews Pepih Nugraha menyatakan jurus majunya sebuah bisnis media online harus mampu dan mau menggandeng media sosial yang ada karena sebagian besar pembaca ada di medsos.

"Kekuatan sebuah media "online" adalah link, misalkan dengan mengaitkan ke youtube dan wikipedia," kata Founder PepNews Pepih Nugraha pada acara pelatihan fotografi dan jurnalis online bagi wartawan yang diselenggarakan oleh Pertamina dan Persatuan Wartawan Indonesia di Pekanbaru, Sabtu (12/5).

Dikatakan Pepih, sebagaimana dilansir Antara, puluhan tahun menjadi pengelola Kompas.com dan Kompassiana.com ia paham betul geliat suksesnya media daring di Tanah Air.

Ia tidak sungkan membagikan pengalaman dan tipsnya kepada peserta pelatihan. Ia menilai ke depan peluang bisnis media daring sangat maju ketimbang cetak, namun perlu ada inovasi dan trik yang dilakukan agar mampu meraih pembaca dan rating yang tinggi.

Masalahnya kini banyak media daring tidak eksis di medsos, padahal kalau membuat dalam jaringan, jangan lupakan video, baik itu grafis bergerak dan share ke media sosial.

"Kalau kita punya "online" tidak dishare ke media sosial tidak berkembang dan eksis," ucapnya.

Menurut dia potensi ini juga didasarkan atas kajian yang dilakukannya selama ini melalui data bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265,4 juta jiwa, sebanyak 67 persen atau 177 juta punya telepon seluler dan 46 persen berada di usia 18-29 tahun.

"Mereka anak mileniel Indonesia pada usia 18-29 tahun kerjanya main youtube, ini penemuan saya saat bekerja di media Kompasiana.com, " ujarnya.

Makanya, sambung dia, media daring yang akan mampu bersaing dan maju adalah yang punya link ke medsos.

Ia mengatakan saat ini medsos yang paling cepat dan banyak penghuninya adalah twitter dan instagram.

Maka tipsnya kalau media daring ingin miliki pembaca banyak dan maju juga harus melakukan observer secara real time, khususnya trending topik di media masa.

Pepih juga berbagi tips membuat judul pada media daring, diantaranya, rahasia, artinya judul itu menyimpan fakta yang menarik untuk diketahui pembaca, misalkan contoh judul dimaksud "Enam Jurus Sakti Menghadapi Debt Collector".

Tips judul biar menarik juga dramatis, misalkan "Puluhan Mayat Imigran Dibuang ke Laut".

Kemudian judul harus lugas, seperti contoh "Partai Demo Suka Berbohong". Selanjutnya judul itu deskriftif naratif, dan sedikit lebay..

Dari konten ia juga menyarankan pengelola media daring menyajikan laman tertentu untuk pembaca khusus sehingga ada ketertarikan untuk selalu mengikuti caritanya.

"Adakah kini media "online" yang menyediakan cerpen atau cerber? Saya rasa ini belum digarap oleh media yang ada, padahal ada potensi pembacanya, " ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Riau Novrizon Burman menyatakan pelatihan ini sebagai wujud kerja sama yang sudah dibangun oleh PWI pusat dengan semua BUMN. Gunanya untuk saling bersinergi dalam pembangunan dan pemberitaan.

Novrizon berharap pelatihan ini akan menambah wawasan jurnalis dalam membuat berita daring yang menarik dan membangun.

"Diharapkan peserta bisa meningkatkan kompetensinya dan menambah wawasan karena jurnalisme onlin" ini baru dan berkembang pesat," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH