Jurus Jitu Mengatasi Tantrum pada Anak Berkebutuhan Khusus Tantrum. (Foto: Pixabay)

TANTRUM adalah ledakan amarah atau emosi akibat luapan energi yang tinggi dan tidak sesuai dengan kecepatan berpikir saraf otak. Luapan emosi tersebut menimbulkan kesulitan untuk menyatakan keinginan dalam bentuk rangkaian kata-kata. Akibatnya anak yang sedang tantrum dapat melakukan hal-hal di luar batas.

Tantrum biasa dialami anak-anak. Gejalanya tidak hanya dialami anak-anak dengan kondisi normal. Anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa mengalami tantrum. Biasanya, anak berkebutuhan khusus akan mengalami tantrum jika kesal karena tidak dapat mengungkapkan keinginan atau perasaan kepada orang lain.

Faktor lain yang memicu tantrum pada anak berkebutuhan khusus ialah keinginan yang tidak terpenuhi, tidak sabar menunggu orang lain memahami keinginannya, serta rasa bosan. Rutinitas yang berubah dan sakit pada bagian tertentu juga dapat menjadi penyebab.

Risiko terbesar yang mungkin terjadi saat anak berkebutuhan khusus mengalami tantrum ialah ia dapat membahayakan diri dan orang lain. Beberapa perilaku yang dapat membahayakan dirinya adalah membenturkan kepala ke dinding, loncat dari tangga, lari ke jalanan, memecahkan atau membanting barang barang berharga, menjatuhkan diri sendiri, serta memukul kepala sendiri.

Perilaku tantrum yang biasa dilakukan anak berkebutuhan khusus ialah menendang, memukul, menggigit, serta melempar barang ke arah orang lain.

Psikolog Rena Masri mengungkapkan tantrum pada anak berkebutuhan khusus dapat ditekan. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tantrum pada anak berkebutuhan khusus.

1. Kenali penyebabnya

Penyebab tantrum setiap individu berbeda-beda. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebab anak berkebutuhan khusus menjadi sangat emosional. "Apabila mereka tantrum jika terlalu capek, maka sebaiknya atur kegiatan harian agar anak tidak terlalu capek dan usahakan anak mendapatkan istirahat yang cukup," terang Rena.

2. Kurangi stimulus

Stimulus tantrum pada anak berkebutuhan khusus berbeda-beda. Ada anak yang merasa terganggu ketika mendengar suara musik. Ada pula yang membenci aroma masakan yang terlalu tajam. Orangtua dapat mencegah tantrum dengan mengurangi stimulus pengganggu.

3. Ciptakan rutinitas harian

"Mengurangi tantrum pada anak berkebutuhan khusus juga bisa dilakukan dengan menciptakan rutinitas harian dan usahakan rutinitas tersebut berjalan," jelas Rena. Jika saat tertentu rutinitas tersebut tak berjalan sesuai kebiasaan, sebaiknya hal ini diberitahukan terlebih dahulu kepada anak.

4. Istirahat cukup

Memberi aktivitas secara rutin bagi untuk anak berkebutuhan khusus memang sangat penting. Kendati demikian, mereka juga perlu mendapat istirahat yang cukup. Salah satu penyebab tantrum adalah apabila mereka merasa letih. Untuk itu, mereka harus mendapat istirahat cukup.

5. Kenali hal-hal yang disukai dan dibenci anak

Anak-anak berkebutuhan khusus sulit dalam berkomunikasi. Mereka juga akan merasa kesulitan dalam menyampaikan keinginannya. Untuk itu, orang tua perlu mengenali hal-hal yang disukai dan tak disukai oleh mereka. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi tantrum pada anak berkebutuhan khusus.

6. Bertindak cepat jika anak sakit

Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya menunjukkan gejala-gejala saat merasa tak nyaman. Rasa tak nyaman juga bisa ditimbulkan apabila mereka merasa ada bagian tubuh yang tidak enak atau saat anak sakit. Orang tua perlu segera mengetahui dan bertindak cepat saat anak berkebutuhan khusus merasa sakit. "Langkah tersebut perlu dilakukan agar emosi anak tidak meletup-letup," tukas Rena.

Dengan enam cara tersebut, orangtua dapat membantu anak berkebutuhan khusus terhindar dari tantrum. (Avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH