Juru Bicara Pemerintah: Satu-satunya Jalan Hadapi Virus Corona Yakni Ubah Cara Hidup Jubir Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achamd Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memastikan saat ini belum ada vaksin atau pun obat untuk virus corona.

Yurianto melanjutkan, masyarakat saat ini harus dapat beradaptasi dengan kondisi normal yang baru, yakni menjalani gaya hidup baru dalam situasi pandemi virus corona Covid-19.

Baca Juga:

Hasil Uji 123.572 Orang, Kasus Positif COVID-19 Hari Ini Bertambah 689

"Karena pandemi ini bukan hanya masalah negara, tapi dunia, kalau kita tidak adaptasi dengan cara hidup baru, kita tidak akan bertahan hadapi Covid," tegas Yurianto kepada wartawan di BNPB, Jakarta Timur, Rabu (13/5).

Yurianto menjelaskan, gaya hidup baru yang dimaksud adalah dengan mendisiplinkan protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengenakan masker, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan.

Jubir pemerintah Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews

"Mengendalikan penyakit ini kita harus ubah cara hidup. Ini yang kita maksud dengan gaya hidup baru, normal yang baru," terang dia.

Ia mengingatkan, bahwa faktor utama penularan Corona di masyarakat adalah orang tanpa gejala atau OTG.

"Karena kita semua menyadari bahwa faktor pembawa penyakit (corona) yang menjadi faktor penular itu adalah manusia, itu adalah orang di dalam tubuhnya terdapat virus sementara orang itu tidak memiliki gejala yang signifikan atau pun bahkan sama sekali tak bergejala," kata Yulianto.

Menurut dia jika orang ini memiliki mobilitas yang tinggi. Dan sering bertemu seseorang.

"Dan memiliki peluang untuk bertemu, kontak erat dengan siapa pun sesuai dengan aktivitasnya," kata Yurianto.

Yurianto mengatakan, pihaknya menekankan untuk mengajak semua pihak melakukan pembatasan sosial. Pasalnya kita tidak tahu siapa yang membawa virus corona ini, terlebih lagi pada mereka yang OTG.

"Maka di dalam komitmen bersama yang dilakukan adalah mari masing-masing melindungi dirinya untuk kemungkinan tertular," ucap dia.

Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan masker setiap berada di luar rumah, kemudian juga rajin mencuci tangan.

"Karena kita tidak tahu apakah kita sudah menyentuh benda atau sesuatu yang sudah tercemar oleh orang lain," kata Yurianto.

Kemudian, lanjutnya membatasi untuk keluar rumah dan membatasi untuk berkerumun.

"Ini menjadi penting bagi kita semua untuk melindungi diri kita masing-masing," ucapnya.

Baca Juga:

Langgar Protokol Kesehatan, Pemkot Solo Tutup Sementara Pasar Klitikan

Data Rabu (13/5) menyatakan pasien sembuh COVID-19 sebanyak 224 orang. Secara total, pasien sembuh COVID-19 di Indonesia tercatat sebanyak 3.287.

"Kasus sembuh meningkat 224 orang, sehingga totalnya menjadi 3.287 orang," ujar Yurianto.

Melihat sebarannya, penambahan pasien sembuh COVID-19 hari ini terdapat di 17 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak ditemukan penambahan pasien sembuh dengan 102 orang.(Knu)

Baca Juga:

Corona Masih Mengancam, Pemerintah Gamang Relaksasi Tempat Ibadah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Wanita yang Pamer Bawa Mobil Dinas TNI Diciduk POM TNI
Indonesia
Wanita yang Pamer Bawa Mobil Dinas TNI Diciduk POM TNI

TNI juga terus mendalami mengapa yang bersangkutan bisa menggunakan pelat nomor TNI palsu

Ketua DPC Gerindra Jaktim Minta Anies Mundur, Begini Reaksi PKS
Indonesia
Ketua DPC Gerindra Jaktim Minta Anies Mundur, Begini Reaksi PKS

Fraksi PKS menyayangkan pernyataan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan mundur.

Menanti Duel Densus 88 Vs KKB
Indonesia
Menanti Duel Densus 88 Vs KKB

Asisten Kapolri bidang Operasi Irjen Imam Sugianto mengatakan, Polri tengah membahas pelibatan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri untuk mengejar KKB di Papua.

DPR Tekankan Pemerintah Jangan Serahkan Harga Vaksin ke Mekanisme Pasar
Indonesia
DPR Tekankan Pemerintah Jangan Serahkan Harga Vaksin ke Mekanisme Pasar

Pemerintah perlu memastikan harga vaksin COVID-19 tidak diserahkan kepada mekanisme pasar.

DKPP Tegaskan Pemilu Bakal Lancar Jika Penyelenggara Berada di 'Rel' Etiknya
Indonesia
DKPP Tegaskan Pemilu Bakal Lancar Jika Penyelenggara Berada di 'Rel' Etiknya

DKPP selama ini hadir untuk menegakkan kode etik penyelenggara pemilu

LaNyalla Ingatkan Pengusaha Bayar THR
Indonesia
LaNyalla Ingatkan Pengusaha Bayar THR

Pandemi menyebabkan sejumlah perusahaan gulung tikar. Dampaknya, tak sedikit buruh atau pekerja yang diberhentikan.

KAI Daop 6 Kembali Operasikan KA Jarak Jauh
Indonesia
KAI Daop 6 Kembali Operasikan KA Jarak Jauh

PT KAI kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh mulai Selasa (18/5) seiring berakhirnya larangan mudik

Polisi Ngaku Tangkap Wartawan karena Tak Pakai ID, LBH Pers: Alasan Usang
Indonesia
Polisi Ngaku Tangkap Wartawan karena Tak Pakai ID, LBH Pers: Alasan Usang

Penanganan penangkapan jurnalis Merahputih.com Ponco Sulaksono oleh Polda Metro Jaya menuai kritikan.

Jokowi Didesak Lobi Arab Saudi Agar Calhaj Bisa Naik Haji
Indonesia
Jokowi Didesak Lobi Arab Saudi Agar Calhaj Bisa Naik Haji

Teuku Raja Keumangan mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melobi Kerajaan Arab Saudi agar calon jamaah haji (CJH) asal Aceh dan daerah lain bisa naik haji tahun ini.

Marah Rizieq Shihab Disidang Online, Pengacara Bandingkan dengan Amerika
Indonesia
Marah Rizieq Shihab Disidang Online, Pengacara Bandingkan dengan Amerika

Kuasa hukum Rizieq Syihab, Munarman kembali menyatakan ketidakpuasan terhadap proses sidang virtual yang digelar untuk mengadili kliennya.