Jurnalis Malah Diamankan saat Liput Demo, Polisi Mesti Lakukan Evaluasi Polisi berjaga saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami pemukulan bahkan penangkapan oleh kepolisian saat meliput demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad menekankan agar polisi melalukan evaluasi dalam mengamankan kegiatan aksi.

Jangan sampai, kata dia, wartawan yang dilindungi undang-undang justru menjadi korban.

Baca Juga:

Polisi Ngaku Tangkap Wartawan karena Tak Pakai ID, LBH Pers: Alasan Usang

"Wartawan yang ditangkap harus segera dibebaskan dan polisi perlu melakukan evaluasi," tutur Suparji dalam keteranganya, Minggu (11/10)

Ia menilai bahwa wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat meliput. Sebab, kerja mereka dilindungi undang-undang.

Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

"Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan," kata Suparji.

Ia juga menegaskan bahwa intimidasi kepada wartawan bertententangan dengan Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Wartawan, kata dia, memiliki hak untuk menjalankan lerja jurnalistik.

"Penangkapan sangat bertentangan dengan hukum dan HAM. Terlebih ini dilakukan oleh polisi. Seharusnya polisi bisa membedakan mana wartawan dan mana peserta demo," paparnya.

Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu bertemu wartawan MerahPutih.com Ponco Sulaksono di Polda Metro Jaya, Jumat (9/10). Foto: Dodo/Ist
Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu bertemu wartawan MerahPutih.com Ponco Sulaksono dalam penahanan Polda Metro Jaya, Jumat (9/10). Foto: Dodo/Ist

Jurnalis Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono yang bertugas meliput aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, diamankan mulai Kamis (8/10) sekitar pukul 18.00 WIB sampai Jumat (9/10) pukul 20.15 WIB.

Saat bentrokan pecah di Gambir, Ponco berada di Halte Gambir. Tetapi tiba-tiba, untuk mengurai massa yang sudah melempar benda-benda tertentu dan batu pada polisi, lalu polisi menembakan gas air mata. Ponco pun terjebak di tengah massa yang lari berhamburan.

"Saya berlari dan terjatuh, sehingga mengalami luka memar di wajah. Saat saya terjatuh di pertigaan Pejambon, saya ditolong dan dilindungi anggota Brimob," kata Ponco.

Namun saat sedang diamankan oleh anggota Brimob berseragam, datang petugas berpakaian preman.

"Petugas (berpakaian preman) itu menyerang dan lalu mengamankan saya, walau saya bilang saya wartawan dan menunjukan ID. Untung ada petugas Brimob yang terus melindungi saya," ujar Ponco.

Ponco lalu dibawa ke pos polisi di Lapangan Monas sekitar pukul 18.00. Di sana, Ponco harus membuka baju dan jaket yang dia kenakan lalu alat komunikasinya diamankan kepolisian dan mengalami intimidasi.

Baca Juga:

Ribka Tjiptaning Kaget dan Geram Masih Ada Penangkapan Wartawan

Akibat alat komunikasi yang diamankan polisi, membuat Ponco tidak bisa berkomunikasi dengan tim redaksi. Dalam catatan Merahputih.com, terakhir Ponco Sulaksono mengirim berita ke redaksi pukul 15.14 WIB. Posisi Ponco hilang kontak hingga akhirnya diketahui berada di Polda Metro Jaya pada Jumat (9/10) dinihari. Proses pendataan di Polda Metro Jaya selesai pukul 20.15 WIB dan Ponco akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Merahputih.com menyesalkan aksi kekerasan dan intimidasi pada jurnalis diberbagai wilayah seperti di Jakarta dan Surabaya, saat melakukan tugas jurnalistiknya. Seperti diketahui, kerja jurnalis dilindungi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pasal 4 UU Pers mengatur bahwa pers nasional berhak mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi. Sementara pasal 18 mengatur bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik akan diancam pidana maksimal dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta.

"Kami berharap, aparat kepolisian memahami tugas jurnalis terutama saat ada bentrokan terjadi. Penahanan dan intimidasi pada jurnalis tidak dibenarkan," tutup Pimred MerahPutih.com Thomas Kukuh. (Knu)

Baca Juga:

Kritik Perlakuan Aparat, Dewan Pers: Wartawan Harusnya Dilindungi, Bukan Diintimidasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Jam 3 Sore hingga 7 Malam, KRL Tidak Berhenti di Stasiun Tanah Abang
Indonesia
Mulai Jam 3 Sore hingga 7 Malam, KRL Tidak Berhenti di Stasiun Tanah Abang

Direktur Niaga PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan, pihaknya akan meniadakan keberangkatan dan pemberhentian kereta di Stasiun Pasar Tanah Abang pada pukul 15.00 sampai 19.00 WIB.

Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Ringan Siang Hingga Jelang Malam
Indonesia
Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Ringan Siang Hingga Jelang Malam

Pada malam hari, cuaca di Jakarta diprediksi akan didominasi hujan dengan intensitas ringan yakni di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

PPKM Darurat Diberlakukan, Aturan Naik Kereta Api Bakal Lebih Ketat
Indonesia
PPKM Darurat Diberlakukan, Aturan Naik Kereta Api Bakal Lebih Ketat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan akan mengikuti ketentuan pemerintah terkait pemberlakuan PPKM Darurat pada 3 - 20 Juli 2021.

Sirkuit Belum Jelas, Fraksi PDIP Masih Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E
Indonesia
Sirkuit Belum Jelas, Fraksi PDIP Masih Ngotot Ajukan Interpelasi Formula E

Fraksi PDI Perjuangan dan PSI masih ingin menggunakan interpelasi lantaran gelaran balap mobil berenergi listrik itu masih belum jelas.

6 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia
Indonesia
6 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Dalam satu bulan ke depan, Menkes memperkirakan Indonesia memiliki tambahan 20 juta dosis lagi atas kedatangan 6 juta bulk vaksin pada Minggu ini.

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kerumunan Pertunjukan Barongsai di PIK
Indonesia
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Kerumunan Pertunjukan Barongsai di PIK

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan tersangka lain

Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal
Indonesia
Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk tidak sembarangan memberikan label radikal kepada seseorang atau kelompok.

Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Cuaca Jakarta Selasa Siang
Indonesia
Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Cuaca Jakarta Selasa Siang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta didominasi hujan ringan dan sedang pada Selasa siang.

Pemkot Malang Akui Telat Input Data COVID-19
Indonesia
Pemkot Malang Akui Telat Input Data COVID-19

Batas waktu input data jatuh pada pukul 20.00 WIB, sementara setiap fasilitas pelayanan kesehatan terlambat dua menit memasukkan data tersebut.

Pertegas Aturan Kapasitas 50 Persen, Anies Perintahkan Razia Perkantoran
Indonesia
Pertegas Aturan Kapasitas 50 Persen, Anies Perintahkan Razia Perkantoran

"Bila tetap buka kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan, tidak ada pengecualian. Semuanya ambil sikap tanggung jawab," ujar Anies.