Jumlah Warga yang Patuh dan Menggunakan Masker Masih di Bawah 50 Persen Ilustrasi (Foto: Unsplash/Kay Lau)

Merahputih.com - Angka penyebaran COVID-19 di tanah air seakan tak terkendali. Setiap hari, kasus baru selalu bertambah hingga merata di seluruh wilayah.

Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, menyoroti soal penerapannya di lapangan. Sebab, dari data dan pemantauan, jumlah warga yang patuh dan menggunakan masker masih di bawah 50 persen.

"90 persen sudah tahu pakai masker cara ampuh hindari tertular COVID, tapi yang patuh kurang dari 50 persen," kata Doni kepada wartawan, Senin (10/8).

Baca juga:

Nike Menciptakan Alat Pelindung Muka dari Bahan-Bahan Sneaker

“Sekali lagi kesadaran menggunakan masker masih sangat kurang. Padahal, 90% masyarakat kita sudah tahu bahwa menggunakan masker adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menghindari seseorang tertular COVID-19. Tapi, yang patuh mengikutinya kurang dari 50%,” katanya.

Doni menjelaskan pemerintah sudah menggencarkan kampanye penggunaan masker. Selain itu, masker kain gratis sudah diberikan kepada masyarakat.

"Makanya peran komponen media kita tahu 63 persen program sosialisasi efektif oleh media baik mainstream atau sosial. Sekarang gimana kita jabarkan perbanyak pesan dengan melibatkan tokoh di daerah," ucap Jenderal bintang tiga ini.

2
Para ahli memberi alasan untuk tidak menarik masker ke dagu. (Foto: mirror)

Maka dari itu, Doni meminta agar para kepala daerah dan pemda dapat melibatkan publik figur untuk ikut membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan masker.

Meski begitu, Kepala BNPB itu meminta agar pemda berhati-hati dalam memilih publik figur yang akan diajak bekerja sama.

"Pilihlah orang yang tepat, kita butuh tauladan orang yang pantas kami yakin Bapak Ibu bisa pilih orang yang tepat termasuk gerakan banyak wanita karena perempuan ibu-ibu lebih efektif ketika orang tua memberikan pesan ke anak mereka," tutur Doni.

Baca juga:

Biar Makin Aman dari COVID-19, Begini Cara Pakai Masker Bedah

"Kami juga yakin sangat efektif termasuk anak-anak termasuk SD, biasanya anak SD paham apa yang telah menjadi ketentuan maka dia akan sampaikan ke orang tuanya. Kalau orang tuanya enggak patuh, maka akan tegur. Kita tidak bisa mengandalkan 1-2 kelompok, pilih orang tepat termasuk anak-anak," tambahnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH