Jumlah Transaksi Pengguna JakOne Mobile Capai Rp 1,3 Triliun Bank DKI. (Foto: Youtube/Bank DKI)

MerahPutih.com - Mengiringi momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-495 Kota Jakarta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI secara aktif melakukan inovasi digital sebagai pondasi pertumbuhan ke depan.

"Dengan melakukan digitalisasi yang dinilai sebagai enabler transformasi bisnis perusahaan, dari saving bank (product centric) menjadi transaction bank (customer centric), yang memberikan solusi atas kebutuhan nasabah," kata Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono yang dikutip Sabtu (25/6).

Rangkaian proses digitalisasi Bank DKI telah dimulai sejak tahun 2007. Di mana pada saat itu, Bank DKI meluncurkan JakCard sebagai kartu pintar prabayar yang dipergunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Bank DKI termasuk sebagai e-ticket berbagai moda transportasi umum yang terintegrasi di DKI.

Baca Juga:

Bank DKI Sediakan Layanan e-Channel Pembayaran Tagihan Rumah Sakit

"Dengan semangat kolaborasi, masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta, Mikro Trans, Angkot JakLingko, MRT Jakarta, LRT, hingga kereta bandara/Railink sudah dapat menggunakan JakCard," terang dia.

Bahkan kini, kata Amirul, JakCard juga bisa digunakan di berbagai kawasan wisata milik Pemprov DKI seperti Taman Margasatwa Ragunan, Monas, Planetarium, Ancol dan berbagai museum.

"Sebagai Bank yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, merupakan suatu kebanggaan yang tak terkira nilainya bagi Bank DKI untuk turut mendukung berbagai program penyaluran bantuan pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbasis e-money card based seperti Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, Kartu Lansia Jakarta, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, serta kartu bantuan sosial lainnya," ungkap Amirul.

Kini, Bank DKI semakin adaptif memenuhi kebutuhan nasabah yang menuntut kemudahan layanan melalui transformasi layanan digital.

Melalui aplikasi JakOne Mobile, Bank DKI menghadirkan solusi perbankan digital bagi nasabah pengguna untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang lebih personal, mobile dan handal mulai dari bayar bermacam tagihan dan belanja online, transaksi Scan by QRIS, top up uang elektronik, bersedekah/berdonasi untuk sesama hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito, hingga pembukaan rekening tabungan secara online di mana saja dan kapan saja.

Baca Juga:

Penyaluran Kredit Bank DKI Naik 13,70 Persen pada Kuartal I

Sampai dengan periode Mei 2022, transaksi QRIS melalui JakOne Mobile Bank DKI tumbuh 561 persen (yoy) menjadi Rp 15 miliar dibanding periode Mei 2021 sebesar Rp 2 miliar. Selain transaksi QRIS, sampai dengan Mei 2022, jumlah pengguna JakOne Mobile juga sudah mencapai 1,7 juta pengguna, dengan jumlah nominal transaksi mencapai Rp 1,3 triliun, serta volume transaksi mencapai 1,6 juta transaksi.

Selain JakOne Mobile, perseroan juga terus mengembangkan ekosistem non-tunai untuk nasabah melalui berbagai aplikasi yang telah diluncurkan melalui JakOne Community Apps, sebagai upaya peningkatan layanan perbankan digital kepada berbagai komunitas di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Adapun JakOne Community Apps sendiri terdiri dari JakOne Mobile, JakOne Abank, JakOne Erte, JakOne Artri, dan Ancol Apps. Terbaru, Bank DKI juga menghadirkan layanan Mobile Cash Tarik Tunai tanpa kartu dan Cash Recycle Machine (CRM) pada New Flagship Branch di kantor layanan Balai Kota DKI Jakarta.

Dari sisi digitalisasi UMKM, Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor di mana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan. Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

Sebagai Bank yang memberikan perhatian penuh dalam pengembangan UMKM, Bank DKI juga sedang melakukan pengembangan aplikasi Digital Lending sebagai solusi dalam menghadirkan akses permodalan bagi para pelaku usaha.

"Aplikasi Digital Lending Bank DKI memang kami kembangkan untuk memaksimalkan penerapan inklusi keuangan bagi para pelaku UMKM, sehingga kami harapkan mereka dapat memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam mengembangkan usahanya, tentu ini hal baik bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi khususnya di DKI Jakarta," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Bank DKI Jadi Satu-satunya BPD Terbaik Versi Forbes

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyesalan Ardhito Pramono Menggunakan Narkoba dan Pesan Khusus untuk Fansnya
Indonesia
Penyesalan Ardhito Pramono Menggunakan Narkoba dan Pesan Khusus untuk Fansnya

Musisi Ardhito Pramono resmi menjalani rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

Terungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air di Stasiun LRT
Indonesia
Terungkap Penyebab Jebolnya Tandon Air di Stasiun LRT

Kasus jebolnya tandon air di proyek Stasiun LRT Setiabudi perlahan menemui titik terang.

Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E
Indonesia
Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E

Sehingga penyelenggaraan Formula E tetap bisa berlangsung sesuai rencana pada 4 Juni 2022

Berbagai Acara di Mandalika Percepat Pemulihan Wisata NTB
Indonesia
Berbagai Acara di Mandalika Percepat Pemulihan Wisata NTB

Pada tahun ini, dikatakan ada tiga event Mandalika GP Series yang bersifat motorsport siap digelar di Mandalika.

Bandar Nekat Selundupkan 11 Kilogram Sabu dari Aceh ke Jakarta di Ban Mobil
Indonesia
Bandar Nekat Selundupkan 11 Kilogram Sabu dari Aceh ke Jakarta di Ban Mobil

Berbagai macam modus digunakan bandar narkoba untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Jakarta Bakal Tetap Macet Walau Ibu Kota Pindah ke Kaltim
Indonesia
Jakarta Bakal Tetap Macet Walau Ibu Kota Pindah ke Kaltim

DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang (UU).

Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR
Indonesia
Wamenkumham Jelaskan Alasan belum Serahkan Draf RKUHP ke DPR

Draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) belum diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Survei SMRC: Kondisi Politik Belum Pulih setelah COVID-19
Indonesia
Survei SMRC: Kondisi Politik Belum Pulih setelah COVID-19

“Temuan ini menunjukkan bahwa opini positif warga belum pulih dibanding sebelum COVID-19. Kondisi politik dinilai memburuk dalam dua tahun terakhir,” kata Deni.

Penambahan Kasus Positif COVID-19 Sabtu (29/1) di Atas 11 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus Positif COVID-19 Sabtu (29/1) di Atas 11 Ribu

Sementara itu, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 2.590 orang

Komposisi Hakim dalam Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai pada 21 September
Indonesia
Komposisi Hakim dalam Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai pada 21 September

Sidang ad hoc pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat Paniai, Papua, dengan terdakwa Mayor Inf (Purn) Isak Sattu, direncakanan digelar pada 21 September 2022.