Jumlah PTPN Akan Berkurang Hanya Lima Perusahaan Pelaksana Tugas Direktur Utama PTPN III Holding Abdul Ghani di Jakarta, Jumat. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)

MerahPutih.com - Holding Perkebunan Nusantara berencana mengurangi jumlah perusahaan menjadi hanya lima dari saat ini sebanyak 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

PTPN III Holding sebagai induk usaha tersebut menjelaskan efisiensi pada biaya operasional dan upaya untuk peningkatan produktivitas menjadi alasan di balik rencana perampingan perusahaan tersebut.

Baca Juga:

Komut PTPN VI Disebut Terima Duit Rp1,96 Miliar Terkait Suap Distribusi Gula

"Nantinya PTPN itu seperti arahan Pak Menteri (Erick Thohir), BUMN akan dikurangi. Kami sudah rencanakan ini dan mengusulkan menjadi lima (perusahaan)," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PTPN III Holding Abdul Ghani di Jakarta, Jumat (6/12), dikutip Antara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negara tahun anggaran 2019 dan 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negara tahun anggaran 2019 dan 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.

Abdul Ghani menjelaskan, efisiensi jumlah perusahaan PTPN ini akan dilakukan sesuai dengan wilayah kerja dan komoditas yang menjadi bisnis utama.

Holding Perkebunan Nusantara yaitu PTPN III sebagai perusahaan induk dari 13 BUMN perkebunan ini memiliki total lahan seluas 1,19 juta hektare.

Komoditas utama yang menjadi inti bisnis Holding Perkebunan Nusantara adalah kelapa sawit, karet, teh, tebu, kopi arabika, kopi robusta, kakao, dan tembakau.

"Sesuai dengan komoditas dan wilayah. Dengan cara seperti itu, dari jumlah yang banyak terpecah-pecah dengan jumlah sedikit tentunya akan menjadi lebih efisien. Konsolidasi akan lebih mudah," kata Abdul Ghani.

Baca Juga:

KPK Periksa Dua Ketua APTRI Terkait Kasus Suap Distribusi Gula di PTPN III

Untuk meningkatkan produktivitas dari segi SDM, Holding Perkebunan Nusantara juga akan mengendalikan biaya labour cost dengan mengganti karyawan yang sudah memasuki masa pensiun. Sementara itu, karyawan yang masih bekerja ditingkatkan kompetensi mereka.

Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Dirut PT Perkebunan Nusantara I s.d XIV di Kompleks DPR/MPR Senayan Jakarta, Kamis. (Mentari Dwi Gayati)
Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Dirut PT Perkebunan Nusantara I s.d XIV di Kompleks DPR/MPR Senayan Jakarta, Kamis. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)

Dalam meningkatkan pendapatan konsolidasi, perusahaan juga akan fokus mengembangkan penjualan produk perkebunan ke pasar ritel dan melakukan branding.

"Kami sudah membentuk divisi khusus ritel. Bayangkan, jika produksi gula kami yang mencapai 800.000 ton ke ritel sebagian. Ini akan membantu pemerintah dan ada penambahan nilai," kata dia.

Holding Perkebunan Nusantara menargetkan Januari 2020 penjualan produk ke pasar ritel sudah berjalan. Perusahaan juga sudah menyiapkan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaan pabrik gula dan kelapa sawit. (*)

Baca Juga:

Pieko Nyotosetiadi Didakwa Menyuap Dirut PTPN III Sebesar Rp3,55 Miliar


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH