Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

Merahputih.com - Kelanjutan nasib eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI)Rizieq Shihab memasuki babak baru. Setelah menjalani masa tahanan, Rizieq akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur Selasa, (16/3).

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai polisi akan melakukan kajian dan analisis terlebih dahulu sebelum memutuskan jumlah personel yang bakal diturunkan menjaga sidang.

"Jumlah anggota dilihat dari tingkat potensi ancaman dan kerawanan," ujar Stanislaus, Senin (15/3).

Baca Juga:

Rizieq Shihab akan Didakwa Pasal Berlapis Terkait 2 Kasus

Stanislaus menduga, polisi sudah menyiapkan skema untuk persidangan itu nanti. "Bisa dilakukan pendekatan persuasif dahulu agar massa kubu Rizieq tidak datang pengadilan," katanya

Selain itu, skrining para tamu yang akan memasuki PN Jakarta Timur juga bisa dilakukan pihak kepolisian agar tidak ada simpatisan yang hadir. "Itu mekanismenya," jelasnya.

Sidang perkara kekarantinaan kesehatan bakal degelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jalan Sumarno, Penggilingan, Cakung, Selasa 16 Maret 2021 besok. Sidang yang rencananya akan digelar pukul 09.00 WIB, beragendakan pembacaan dakwaan.

Kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, sidang pembacaan dakwaan yang mencakup tiga perkara sekaligus kemungkinan besar bakal dibacakan di satu waktu. "Kemungkinan dakwaan dibacakan bersamaan. Tiga perkara ini jadwal persidangannya di hari Selasa," kata Sugito.

Rizieq Shihab. (Foto: Antara)
Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Dia melanjutkan, perkara kekarantinaan kesehatan yang menjerat Rizieq tidak lain kerumunan warga di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada tanggal 13 November 2020. Perkara hasil tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor pada tanggal 27 November 2020 yang diduga ditutupi dari pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Serta perkara kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Bogor pada tanggal 13 November 2020.

"Tapi tergantung keputusan Majelis Hakim (pembacaan dakwaan untuk tiga perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan digelar di satu hari yang sama atau berbeda hari)," ujarnya.

Dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq dan lima terdakwa lain disangkakan pasal 160 KUHP jo Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; Pasal 216 ayat (1) KUHP; Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:

Pengacara Sebut Penangkapan Rizieq Shihab Cacat Hukum

Dalam perkara hasil tes swab Rizieq di RS UMMI Bogor Rizieq dan dua terdakwa lain disangkakan pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP pidana; Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 216 ayat (1) KUHP.

Sementara dalam perkara Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Bogor Rizieq yang merupakan terdakwa tunggal disangkakan melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan atau Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 216 ayat (1) KUHP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
'Kerikil Tajam' yang Disrupsi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers
Indonesia
'Kerikil Tajam' yang Disrupsi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers

Namun disrupsi dari pelaku media sosial yang tidak mengusung jurnalisme, menjadi tantangan tersendiri

Kapolri Baru Dihadapkan Sejumlah Masalah Serius
Indonesia
Kapolri Baru Dihadapkan Sejumlah Masalah Serius

Presiden Joko Widodo tidak lama lagi akan memilih siapa yang akan menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis.

FSGI Usulkan Pemprov DKI Bangun Lagi Sekolah Negeri
Indonesia
FSGI Usulkan Pemprov DKI Bangun Lagi Sekolah Negeri

Alasannya agar calon siswa bisa tertampung lebih banyak lagi di sekolah negeri.

Di Tengah Pandemi, KPAI Sayangkan Aksi Siaga Ganyang Komunis Libatkan Anak-anak
Indonesia
Di Tengah Pandemi, KPAI Sayangkan Aksi Siaga Ganyang Komunis Libatkan Anak-anak

Jaga jarak sulit dijalankan karena kepadatan ribuan peserta aksi.

Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan
Indonesia
Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan

Menurut Yurianto, hal itu jadi syarat dari produsen vaksin yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

2 Juta Warga DKI Bakal Diberikan Bansos hingga Desember
Indonesia
2 Juta Warga DKI Bakal Diberikan Bansos hingga Desember

Kepastian itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Update COVID-19 DKI Sabtu (26/9): 70.184 Orang Positif, 55.350 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Sabtu (26/9): 70.184 Orang Positif, 55.350 Pasien Sembuh

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat.

Nyaris 70 Petahana Langgar Protokol Kesehatan, Ini Sikap Kemendagri
Indonesia
Nyaris 70 Petahana Langgar Protokol Kesehatan, Ini Sikap Kemendagri

hanya empat petahana yang tercatat patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19

Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan Anggota Polsek Menteng Ditangkap
Indonesia
Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan Anggota Polsek Menteng Ditangkap

Anggota geng motor yang melukai anggota Polsek Menteng, Aiptu Dwi Handoko berhasil ditangkap. Pelakunya adalah seorang remaja berinisial RD (22).

Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Bayi Asal Solo Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan
Indonesia
Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Bayi Asal Solo Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah (14 hari) terbaring terdiam di tempat tidurnya, Senin (8/3). Bayi pasangan Ayu Endang Pujiati (29) dan Syarifudin Hidayatullah (31) tersebut terlahir tanpa tempurung kepala