Jumlah Penumpang Turun hingga 18 Persen, Pemerintah Upayakan Tekan Harga Tiket Pesawat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama. (ANTARA/Ade Irma Junida)

MerahPutih.com - Pemerintah terus berupaya menekan harga tiket pesawat untuk mendorong sektor pariwisata yang dinilai sedikit kurang bergairah pada tahun 2019 ini.

Berdasarkan catatan PT Angkasa Pura II, penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan di bandara yang dikelola BUMN tersebut mencapai 18,85 persen.

Baca Juga:

Alternatif Pesawat, Jelajahi Kota-Kota Indah Eropa dengan Kereta Malam

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengaku dirinya terus berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengkaji masalah tersebut dan mencari solusinya.

"Saya bersama Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, akan me-review semua kemungkinan untuk menekan harga tiket. Salah satu faktor utamanya kan harga tiket. Itu juga ada laporannya AP II soal masalah turunnya jumlah okupansi," katanya ditemui di kediaman Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Rabu (25/12), dikutip Antara.

Meski demikian, Wishnutama mengatakan upaya menekan harga tiket pesawat bukan perkara mudah. Pasalmga, masalah harga tiket pesawat yang tinggi itu sangatlah kompleks karena dipengaruhi banyak faktor.

Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin. (antara/foto/firman)
Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin. Penumpang di bandara ini mengalami penurunan saat libur Natal dan tahun baru 2020. (antara/foto/firman)

"Bukan kerja yang sederhana karena kan kompleks, macam-macam, ada pengaruh harga avtur, leasing dan lainnga. Jadi kita harus lihat secara komprehensif bagaimana cara menekan harga tiket agar komprehensif," ungkapnya.

Baca Juga:

Tidur di Pesawat Bisa Senyaman di Rumah, Ini Rahasianya!

Wishnutama menambahkan untuk 2019 pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16,3 juta orang.

Adapun perkiraan devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata mencapai 20 miliar dolar AS.

Ke depan, lanjut Wishnutama, selain mengunggulkan lima destinasi super prioritas yang sedang dibangun, pemerintah akan terus mendorong pariwisata lainnya.

"Tapi pada saat bersamaan kita harus membangun infrastruktur, ekosistem ekonomi kreatif dan banyak hal lain," katanya. (*)

Baca Juga:

Hindari Delay Saat Liburan Tahun Baru Menggunakan Pesawat dengan Cara Ini


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH