Jumlah Penumpang KRL Anjlok dari Sejuta Jadi 200 Ribu Per Hari Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

MerahPutih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah pengguna KRL semakin berkurang dalam dua pekan terakhir. Hal ini akibat dari adanya kebijakan untuk beraktivitas di rumah untuk menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19).

KCI mencatat jumlah pengguna telah berkurang 70 persen lebih, dari sebelumnya 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna per hari menjadi hanya sekitar 220 ribu pengguna tiap harinya.

Baca Juga:

WHO Sebut Rentannya Timur Tengah dari Serangan Wabah Corona

Keadaan tersebut terlihat dari sepinya sejumlah stasiun. Bahkan, stasiun transit yang biasanya ramai seperti Tanah Abang dan Manggarai pun sepi. Setiap gerbong yang biasanya padat, kini hanya diisi maksimal 20 orang saja.

Seiring dengan semakin berkurangnya mobilitas masyarakat dengan mengikuti imbauan untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, jam operasional KRL akan disesuaikan.

Penyesuaian waktu operasional juga sejalan dengan penyesuaian jam operasional berbagai moda transportasi publik lainnya di Jakarta.

Dari data selama dua pekan terakhir, jumlah pengguna KRL telah berkurang drastis pada waktu-waktu antara lain pukul 10.00 - 15.00 WIB dan setelah pukul 20.00 WIB.

Foto ilustrasi aktivitas penumpang di Stasiun Jakarta Kota, Sabtu (23/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Foto ilustrasi aktivitas penumpang di Stasiun Jakarta Kota, Sabtu (23/11/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Atas dasar perubahan mobilitas pengguna tersebut, jam operasional disesuaikan menjadi 04.00 - 20.00 WIB, dengan pengurangan frekuensi kereta di luar jam sibuk.

"Penyesuaian jam operasional KRL ini mulai berlaku sejak Selasa 7 April 2020 untuk seluruh lintas operasional/rute KRL Commuter Line,” jelas Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, Jumat (3/4).

Dengan penyesuaian jam operasional menjadi 04:00 – 20:00 WIB, mulai Selasa 7 April 2020 KRL di tiap lintas.

Selain itu, pihaknya juga terus mengimbau dan meminta kerja sama seluruh pengguna KRL untuk mengikuti protokol mencegah penyebaran COVID-19 di transportasi publik dengan mengikuti pemeriksaan suhu tubuh sebelum menggunakan KRL, cuci tangan menggunakan wastafel maupun cairan pembersih tangan yang tersedia, serta menjaga jarak dengan sesama pengguna KRL lainnya.

Untuk menjaga jarak ini, PT KCI telah mengatur agar bangku panjang di dalam kereta diisi empat orang saja, sementara tempat duduk prioritas cukup diisi dua orang.

Baca Juga:

WNI Terinfeksi Virus Corona di Luar Negeri Capai 204 Orang

Jika tempat duduk telah terisi sesuai jumlah itu, pengguna dapat berdiri dengan tetap menjaga jarak dan tidak berhadap-hadapan.

Petugas pengawalan kereta juga akan mengarahkan selama perjalanan untuk memastikan upaya-upaya menjaga jarak tersebut telah diikuti para pengguna KRL.

Meskipun demikian, PT KCI kembali mengimbau pengguna untuk tetap beraktivitas di rumah.

"Transportasi publik pada masa tanggap darurat pandemi virus corona ini tersedia untuk melayani mereka yang benar-benar memiliki kebutuhan mendesak,” ucap Wiwik.

Layanan KRL Commuter Line akan mengikuti perkembangan situasi terakhir dan kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah. Rencana perubahan operasional dan layanan KRL selanjutnya akan tetap disampaikan melalui website www.krl.co.id dan akun sosial media resmi perusahaan di @commuterline. (Knu)

Baca Juga:

Akibat Corona, Penataan 4 Kawasan Stasiun di Jakarta Dihentikan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Buah Anies Nilai Pemerintah Pusat Inkonsisten Soal Kebijakan THR
Indonesia
Anak Buah Anies Nilai Pemerintah Pusat Inkonsisten Soal Kebijakan THR

Kemnaker akan memberi surat edaran yang menjadi dasar pihaknya untuk menyosialisasikan kebijakan THR

Jakarta Masuki Masa Transisi, Pemeriksaan di Pos PSBB Dikendurkan?
Indonesia
Jakarta Masuki Masa Transisi, Pemeriksaan di Pos PSBB Dikendurkan?

Pemeriksaan di 67 lokasi tersebut tetap dilakukan

 Mundur dari Pertarungan Pilwakot Solo, Purnomo Diprotes Pendukungnya Sendiri
Indonesia
Mundur dari Pertarungan Pilwakot Solo, Purnomo Diprotes Pendukungnya Sendiri

"Ya ada yang langsung datang sendiri protes pada saya. Ada juga yang melalui telepon dan pesan Whatsapp. Sampai dikira saya punya maksud lain," kata dia.

KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19
Indonesia
KPU Ingatkan Kampanye Jangan Sampai Jadi Media Penyebaran COVID-19

KPU provinsi kabupaten dan kota juga memberikan perhatian dalam proses pencetakannya bahan kampanye

Dalam 23 Pekan, Zona Merah COVID-19 Turun Jadi 57 Daerah
Indonesia
Dalam 23 Pekan, Zona Merah COVID-19 Turun Jadi 57 Daerah

Pembagian zonasi ini sangat tergantung dari tingkat kepedulian masyarakat

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta
Indonesia
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta

Besaran yang diterima setiap PTK sebesar Rp 1,8 juta sebanyak satu kali.

Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Pangkas BI Rate Jadi 4 Persen

Bank Indonesia berkomitmen melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur.

Fraksi Demokrat Tolak RUU BPIP Masuk Prolegnas 2021
Indonesia
Fraksi Demokrat Tolak RUU BPIP Masuk Prolegnas 2021

Fraksi Partai Demokrat menolak Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila masuk dalam Prolegnas 2021.

MPR Minta Pemerintah Tegaskan Status Indonesia Soal Virus Corona
Indonesia
MPR Minta Pemerintah Tegaskan Status Indonesia Soal Virus Corona

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah meyakinkan dunia internasional mengenai status Indonesia terkait wabah virus corona jenis terbaru (Covid-19).

Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub
Indonesia
Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub

"Direncanakan 23 Maret. Tapi, korban wabah corona di jakarta semakin bertambah bahkan di DPRD pun sudah ada yang jadi suspect," kata Suhaimi