Jumlah Perusahaan Pengguna PLTS Atap Melonjak Tajam Perusahaan pengguna PLTS Atap jumlahnya kian meningkat (Foto: istimewa)

USAI tahun lalu 14 pebisnis Indonesia menyatakan dukungannya pada Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA), kini PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) sebagai startup energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0,- dalam pembiayaan PLTS Atap berhasil menambah daftar perusahaan yang menggunakan PLTS Atap.

Adapun beberapa perusahaan tersebut diantaranya PT Softex Indonesia, PT Evi Asia Tenggara (CoHive coworking space), Griya Idola Industrial Park (Barito Pacific Group), Grand Splash Waterpark, Global Sevilla School, PT IndahTex Utama serta PT Hakiki Donarta.

Sejumlah perusahaan mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (Foto: istimewa)

Baca Juga:

Garmin Hadirkan 6 Jam Tangan Pintar Baru dengan Tenaga Surya

Dalam rangka memperingati tiga tahun terbentuknya GNSSA, Xurya juga memperkenalkan layanan purna jual perawatan PLTS Atap, sebagai bentuk komitmennya pada para pelanggan. Agar PLTS yang sudah terpasang di fasilitas mereka, tetap berjalan dengan aman dan efisien.

Layanan purna jual ini dilakukan oleh Xurya secara berkala, yang meliputi inspeksi visual & mekanikal balance of system (BOS), inspeksi visual modil & array serta pembersihan modul PV.

"Tahun lalu kami telah mengumumkan 14 perusahaan yang menyatakan dukungannya terhadap GNSSA, tahun ini kapasitas terpasang LTS Atap oleh mengalami kenaikan hingga 9X lipat" Tutur Eka Himawan selaku Managing Director Xurya, pada press conference via Zoom, Rabu (16/9).

Lebih lanjut Eka menjelaskan "Kami selalu berkomitmen dalam mendukung GNSSA. Salah satunya dengan memberikan layanan purna jual perawatan panel surya secara gratis kepada pelanggan untuk memastikan panel surya selalu dalam keadaan bersih dan tidak ada kerusakan, sehingga kinerjanya lebih aman dan efisien"

Bersama Xurya, PT. Softex Indonesia sebagai produsen popok dan pembalut di Indonesia pun turut berpartisipasi mendukung GNSSA. Kini Softex Indonesia tengah menyelesaikan proyek pembangunan PLTS Atap sebesar 630 kWp di pabriknya yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca Juga:

Apple Store di Beijing Manfaatkan Tenaga Surya

Penggunaan PLTS Atap bisa menekan produksi CO2 (Foto: istimewa)

Penggunaan PLTS Atap ini juga sebagai bentuk implementasi Softex Indonesia dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.

"Kami telah menjalankan program efisiensi energi dan material sejak tahun 2017, dan tahun ini bersama Xurya kami sedang menyesaikan proyek pembangunan PLTS Atap sebesar 630 kWp di pabrik sidoarjo. Program ini tidak hanya untuk menurunkan konsumsi energi, namun juga berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca dan biaya operasional" ucap oney Liwe, Sustainability Project Leader PT Softex Indonesia.

Bila dikonversikan, melalui pemasangan PLTS Atap ini, PT. Softex Indonesia akan menghemat kurang lebih 887.922 kWh setiap tahunnya, dan menekan produksi CO2 sebesar 829.319 kg selama satu tahun.

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atam (GNSSA) yang dideklarasikan oleh Kementerian ESDM bersama para pegiat energi surya sejak September 2017, merupakan gerakan untuk mendukung dan mempercepat pemanfaatan teknologi listrik surya, untuk memenuhi target pengembangan energi terbarukan yang telah ditetapkan oleh kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 23%, dari total bauran energi primer pada 2025.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diharapkan berkontribusi sebesar 14 persen atau 6,4 GW dari total kapasitas 45 GW pembangkit listrik.

Harris Yahya, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM mengungkapkan "Pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk mendorong investasi EBT, termasuk dalam lini energi surya, dengan cara penciptaan pasar, perbaikan tata kelola pengembangan EBT (Energi Baru & Terbarukan), pengadaan PLT EBT berskala massif dan memberikan insentif dan kemudahan investasi,"

Haris menambahkan pemerintah juga melakukan perbaikan regulasi, agar penetrasi pemanfaatan listrik surya menjadi lebih tinggi dan dapat menjangkau 70 juta pelanggan listrik nasional.

Kementerian ESDM berharap semakin banyak pelaku bisnis yang menggunakan PLTS atap untuk penyediaan listrik. salah satunya contoh real yakni Softex Indonesia karena menggunakan PLTS atap yang merupakan langah baik bagi bisnis dan lingkungan. (Ryn)

Baca Juga:

Chernobyl Dijadikan Tempat Pembangkit Tenaga Surya

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala