Jumlah Penggugat Banjir Jakarta Tambah Ratusan Orang, Kerugian Rp60 Miliar Lebih! Dokumentasi - Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA/ Nova Wahyudi/wsj.

Merahputih.com - Jumlah penggugat untuk kasus banjir Jakarta pada awal tahun 1 Januari 2020 bertambah menjadi sebanyak 312 orang dari awalnya 243 orang dalam gugatan atas banjir di Jakarta dan kerugian mencapai Rp60, 9 miliar.

"Karena kan permintaan majelis hakim untuk perubahan pricipal, lalu ada juga kita masukin korban-korban yang verifikasinya lengkap. Awalnya 243 orang bertambah jadi 312 orang. Nah itu dengan data verifikasi yang lengkap dengan kerugian Rp60, 9 miliar," ujar juru Bicara Gugatan Banjir Jakarta Azas Tigor Nainggolan usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (10/3).

Baca Juga

Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir

Azas mengatakan jumlah tersebut telah diverifikasi oleh tim gugatan banjir Jakarta dari yang sebelumnya mencapai 700 pendaftar menjadi 312 orang yang melampirkan data-data terkait kerugian banjir Jakarta itu.

Dalam data yang dikumpulkan oleh tim gugatan banjir Jakarta, tercatat Jakarta Barat memiliki korban yang menggugat paling banyak, yakni sebanyak 150 orang, diikuti oleh Jakarta Timur (87), Jakarta Selatan (45), Jakarta Utara (21) dan Jakarta Pusat 9 orang.

"Total kerugiannya dari yang sebelumnya Rp40-an (miliar) jadi Rp 60,9 miliar," kata Azas.

Sejumlah kendaraan melintasi banjir luapan Kali Cakung yang mulai menyusut di jalan menuju Perumahan Duta Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2020). Menurut keterangan warga, pada Selasa (25/2/2020) ketinggian air yang menggenangi jalan tersebut mencapai satu meter. ANTARA FOTO/Suwandy/wsj.
Sejumlah kendaraan melintasi banjir luapan Kali Cakung yang mulai menyusut di jalan menuju Perumahan Duta Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2020). Menurut keterangan warga, pada Selasa (25/2/2020) ketinggian air yang menggenangi jalan tersebut mencapai satu meter. ANTARA FOTO/Suwandy/wsj.

Rencananya data-data administrasi tambahan mengenai perubahan wakil kelas serta korban akan diserahkan pada saat hakim memutuskan gugatan banjir Jakarta tergolong "class action" atau gugatan perdata biasa.

Namun sidang yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/3) itu ditunda hingga minggu depan karena kondisi kesehatan Ketua Majelis Hakim.

Gugatan banjir diawali oleh gugatan 243 warga Jakarta yang mengalami total kerugian sebesar Rp42,33 miliar akibat banjir yang terjadi pada awal Januari 2020.

Baca Juga

Diduga Terkait Banjir Jakarta, Dua Anak Buah Anies Mundur

Melalui "class action", sebagaimana dikutip Antara, masyarakat menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena sistem peringatan dini (early warning system/ EWS) tidak berfungsi. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH