Jumlah Pasien COVID-19 Kian Meningkat, Gubernur Khofifah Akan Panggil Risma Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.Com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus melakukan koordinasi dengan kepala daerah guna mencegah peningkatan penyebaran Covid-19.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, pihaknya akan memanggil tiga kepala daerah yani Wali Kota Surabaya, Bupati Sidoarjo dan Gresik guna mendiskusikan kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga:

Pemberian Kartu Prakerja Bagi Pekerja yang Terdampak COVID-19 Keliru

"Tiga daerah itu, jumlah pasien positif covid-19 tertinggi di Jawa Timur," kata Khofifah saat di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu, (19/4).

Diskusi mengenai PSBB ini, sudah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan dan hasil rapat kordinasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit SeIndonesia (PERSI) Surabaya yang membahas situasi darurat di Surabaya. Sebab, jumlah pasien positif Covid-19 di Surabaya mencapai 270 orang hingga hari ini. Dan PDP ada 703 orang, sementara ODP mencapai 1806 orang.

Gubernur Khofifah memaparkan jumlah penyebaran pasien Covid-19 di Provinsi Jawa TImur
Gubernur Khofifah akan panggil sejumlah kepala daerah di wilayahnya terkait peningkatan jumlah pasien Covid-19 (MP/Budi Lentera)

"Berdasarkan penilaian tersebut, total nilai untuk Surabaya sudah mencapai 10. Itu artinya adalah skor tertinggi dari skala evaluasi untuk bisa diputuskan sebagai PSBB," lanjut Khofifah.

Kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini mendapatkan skor tertinggi penyebaran Covid-19 dari daerah lain, dikarenakan beberapa hal yang menjadi catatan diantaranya adalah Doubling Time terjadi empat kali, serta adanya transmisi level 2 (Propagated Spread) dan transmisi lokal maupun lintas wilayah.

"Maka rapat PERSI menekankan pentingnya penerapan status PSBB untuk kota Surabaya," tambah Khofifah.

Saat ini, masih kata Khofifah, kedua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Surabaya dan memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat, turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 yang sangat signifikan.

Pertanggal 18 April dari 18 kecamatan di kabupaten Gresik, ada 11 kecamatan telah memiliki kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 orang, PDP 102 orang, dan ODP sebanyak 1073 orang.

Sedangkan dari 18 kecamatan di kabupaten Sidoarjo, saat ini 14 kecamatan telah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 55 orang, PDP sebanyak 118 orang dan ODP sebanyak 497 orang.

Baca Juga:

Pengujian Sampel Corona Bakal Dilakukan Masif dan Libatkan Aparat

Berdasarkan peta persebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 berbasis GIS dengan kedalaman data di tingkat kecamatan, kecamatan di Gresik dan Sidoarjo yang memiliki kasus konfirmasi positif menunjukkan pola cluster atau terkonsentrasi di wilayah perbatasan dengan kota Surabaya.

"Menyikapi perkembangan tersebut diatas, maka akan kita lakukan diskusi bersama Forkopimda pada hari Minggu, untuk menentukan tindak lanjut dari peraturan menteri kesehatan tentang PSBB," pungkas Khofifah.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Timur.

Baca Juga:

Langkah Pemerintah Tolak Permintaan Kepala Daerah Hentikan KRL Dinilai Tepat

Kredit : budilentera


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH