Jumlah Meningkat, Pengidap Kanker Masih Harus Hadapi Tantangan ini Seminar Media, Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Limfoma Hodgkin (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

KANKER masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Yayasan Kanker Indonesia menemukan fakta, dalam 20 tahun terakhir jumlah penderita kanker justru mengalami peningkatan. Itu terjadi karena adanya transisi gaya hidup di masyarakat. Perubahan gaya hidup yang bisa kita temui sehari-hari misalnya kebiasaan merokok, tidur larut malam, kurang olahraga, hingga mengonsumsi makanan tidak sehat.

Dari banyaknya ragam kanker, jenis kanker yang paling banyak menyerang pria adalah kanker paru-paru sementara kanker yang terjadi di perempuan adalah kanker serviks.

Baca juga:

Studi Terbaru: Minum Teh Terlalu Panas Berisiko Kanker Kerongkongan

Sayangnya, penyakit yang ganas tidak diimbangi dengan pengobatan mumpuni di Indonesia. Dokter Adityawati Ganggaiswari, M. Biomed, Direktur Mohtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Semanggi menuturkan bahwa jumlah rumah sakit khusus kanker di Indonesia sangat terbatas.

kanker di indonesia
Intan ceritakan kisahnya berjuang melawan kanker Limfoma Hodgkin (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

"Sumber daya manusianya juga masih perlu dikembangkan karena jumlah dokter Onkologi, perawat, dan staf radioterapi masih kurang," tuturnya ditemui di kawasan kuningan, Jakarta Selatan.

Baca juga:

Penyintas Kanker Kehilangan Massa Otot, Kelelahan dan Turun Berat Badan

Dirinya menambahkan staf kedokteran nuklir yang memiliki keahlian khusus untuk melakukan tindakan spesifik untuk kanker juga masih sangat terbatas. Untuk mensiasatinya, rumah sakit perlu memberi pelatian khusus bagi SDM yang tersedia. Itu tentu akan memakan waktu dan biaya.

Persoalan tak hanya muncul di penyedia layanan medis. Para pasien pun menemukan sejumlah tantangan dalam menjalani perawatan. Meskipun mereka bisa mengakses pelayanan kanker, para pasien BPJS harus berhadapan dengan ketersediaan obat dan waktu pelayanan. "Pelayanan terbatas mengingat SDM yang tersedia juga terbatas," ujarnya. (*)

Baca juga:

7 Pekerjaan yang Berisiko Besar Terserang Kanker

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH