Pandemi Corona
 Jumlah Kematian Pasien Corona Melonjak Karena Rumah Sakit Baru Melapor Jubir pemerintah penanganan covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto membeberkan alasan kasus kematian akibat virus Corona meningkat drastis.

Adapun jumlah kasus positif hingga Rabu sore ini adalah 227 kasus. Angka ini bertambah 55 kasus sejak pemerintah melaporkan data kemarin. Sementara, 19 orang dilaporkan meninggal dari sebelumnya 7 orang.

Baca Juga:

Begini Nasib 71 Staf Medis Asal Depok yang Sempat Kontak dengan Pasien 01 dan 02

Menurut Yurianto, salah satu alasannya beberapa rumah sakit yang merawat pasien sebelumnya belum melaporkan angka kematian akibat virus Corona.

Achmad Yurianto tegaskan angka kematian pasien corona karena rumah sakit baru melapor
Jubir Corona, Achmad Yurianto memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta (Foto;antaranews)

"Setelah kami melakukan recheck tadi pagi dan kemudian kami koordinasi dengan seluruh rumah sakit yang merawat kasus ini, ternyata beberapa rumah sakit belum melaporkan kasus kematian sejak tanggal 12 Maret sampai tanggal 17," ujar Yurianto kepada wartawan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Kini, Pemerintah mulai mengkaji metode pemeriksaan rapid test untuk mendeteksi secara cepat virus Corona di tubuh manusia. Rapid test akan dilakukan dengan pengambilan sampel darah pasien positif Corona.

"Perlu dipahami rapid test ini memiliki cara yang berbeda dengan cara yang selama ini kami gunakan. Karena tes akan menggunakan spesimen darah tak menggunakan apusan tenggorokan, tapi menggunakan serum darah yang diambil dari darah," imbuhnya.

Dengan metode itu, kata Yuri, keuntungannya ialah dalam proses pemeriksaan tidak membutuhkan saran laboratorium pad ibio security level dua.

Artinya, lanjut dia, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yuri.

Yuri melanjutkan, dalam hal ini, metode ini perlu dilakukan secara beriringan dengan kebijakan isolasi secara mandiri di rumah.

Baca Juga:

11 Orang Sembuh, Pemerintah Targetkan April Pandemi Corona Dapat Dikendalikan

Sebab, Achmad Yurianto memaparkan, pada kasus positif Corona dengan rapid test atau gejala yang minimal, indikasinya harus dilakukan isolasi diri di rumah dengan monitoring dari puskesmas.

"Kita harus memaknai kasus positif dari pemeriksaan rapid ini dimaknai bahwa yang bersangkutan memiliki potensi untuk menularkan penyakitnya pada orang lain. Maka, itu paling penting bagaimana melakukan isolasi diri," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Bubarkan Tim Tanggap, Pemprov DKI Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPD Berharap Jejak Artidjo Jadi Inspirasi Penegak Hukum
Indonesia
Ketua DPD Berharap Jejak Artidjo Jadi Inspirasi Penegak Hukum

Artidjo Alkostar adalah putra Madura yang lahir di Situbondo, 22 Mei 1949

PT Dexa Medica Raih Anugerah Industri Inovatif 2020, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Inovator
Indonesia
PT Dexa Medica Raih Anugerah Industri Inovatif 2020, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Inovator

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari-September 2020 nilai impor produk farmasi di Indonesia mencapai US$ 858,28 juta

Akhirnya, Biaya Langganan Disney+ di Indonesia Terkuak
Indonesia
Akhirnya, Biaya Langganan Disney+ di Indonesia Terkuak

Biaya berlangganan Rp39.000 per bulan atau Rp199.000 per tahun.

KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo

Deputi Penindakan KPK, Karyoto mengatakan, tim penyidik bakal menggeledah sejumlah tempat yang sudah disegel sebelumnya.

Update COVID-19 Selasa (6/10): 311.176 Positif, 236.437 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (6/10): 311.176 Positif, 236.437 Sembuh

Pada periode 5 - 6 Oktober 2020, ada penambahan 121 pasien COVID-19 yang tutup usia

Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat
Indonesia
Sederet Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Pemerintah Fokus Tanggap Darurat

Menko PMK berharap kebutuhan khusus bagi perempuan, anak, dan lanjut usia (lansia) dapat lebih diperhatikan

Hajatan Saat PPKM Bakal Langsung Dibubarkan
Indonesia
Hajatan Saat PPKM Bakal Langsung Dibubarkan

Acara hajatan melanggar SE Wali Kota Solo Nomor 067/03 tentang PPKM. Selama PPKM acara hajatan tidak dibolehkan apapun alasannya.

KPK Segera Kembangkan Kasus Korupsi Nurhadi ke Dugaan Pencucian Uang
Indonesia
KPK Segera Kembangkan Kasus Korupsi Nurhadi ke Dugaan Pencucian Uang

Hal senada sebelumnya disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Polisi Gelar Perkara Tentukan Nasib Raffi Ahmad Cs
Indonesia
Polisi Gelar Perkara Tentukan Nasib Raffi Ahmad Cs

Polda Metro Jaya gelar perkara kasus kerumunan acara ulang tahun ayah Sean Gelael, Ricardo Gelael yang dihadiri presenter kondang Raffi Ahmad dan kawan-kawan.