Jumlah Kasus COVID-19 Tembus 180 Ribu, Lonjakan akibat Libur Panjang Donor plasma darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2020). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

MerahPutih.com - Jumlah kasus virus Corona COVID-19 pada Rabu (2/9) bertambah 3.075 kasus. Dengan begitu, total kasus positif di Indonesia menjadi 180.646 kasus.

Sebanyak 129.971 pasien sembuh, 7.616 meninggal. Jumlah pasien sembuh mengalami penambahan sebanyak 1.914 kasus, meninggal bertambah 111 kasus.

Baca Juga:

Masa Pandemi COVID-19, Daftar Kuliah di Sini Dapat Handphone

Hari ini, ada 31.001 spesimen yang diperiksa, sementara jumlah suspek mencapai 81.757.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, libur panjang pada Agustus lalu berpengaruh terhadap tingginya kenaikan kasus pada akhir bulan.

Libur panjang membuat masyarakat melakukan mobilitas sehingga meningkatkan penularan.

"Ya bisa jadi (kenaikan kasus dipengaruhi libur panjang). Kita melihat efek libur panjang terhadap kenaikan jumlah kasus yang ada," ujar Dewi dalam keterangannya saat live di BNPB.

Kondisi ini, menurut dia, terutama terjadi di Jawa. Sebab, kata Dewi, mayoritas daerah penyumbang kasus COVID-19 tertinggi pada pekan terakhir Agustus ada di Jawa.

Mobilitas tinggi ini yang disebutnya membuka semakin banyak peluang penularan terjadi.

Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. ANTARA/Shutterstock/am.
Ilustrasi. ANTARA/Shutterstock/am.

Hal yang perlu dicermati, kata Dewi, dampak dari libur panjang tidak terlihat dalam sehari atau dua hari setelah liburan.

"Tapi manifestasinya saat sudah ke RS dan diperiksa, saat sudah berjalan dan sebagainya. Sehingga, ada delay (jeda) mungkin sekitar dua hingga tiga pekan baru kelihatan kenaikannya di mana," kata Dewi.

Selain itu, hal yang juga perlu dicermati, menurut dia, yakni tren penularan secara klaster.

Kondisi ini terjadi di Jawa. "Misalnya di Jawa Timur ada klaster pesantren, di Jawa Barat ada klaster industri, dan sebagainya," ucap Dewi.

Dewi mengakui kenaikan ini cukup mengagetkan.

Sebab, kondisi penularan di Indonesia pada tiga pekan pertama Agustus cenderung stabil.

"Tenang-tenang saja karena kenaikan bisanya empat persen, kemudian turun satu persen. Lalu bertanya-tanya kenapa kenaikan 32,9 persen dari pekan sebelumnya bisa terjadi," lanjut Dewi.

Baca Juga:

Tujuh Strategi Hentikan Terjadinya Klaster COVID-19 di Perkantoran

Kemudian, berdasarkan data yang dihimpun oleh Satgas Penanganan COVID-19, ada lima kota yang menyumbangkan jumlah kasus menjadi tinggi.

Kelimanya adalah DKI Jakarta (5.568 kasus), Jawa Barat (1.681 kasus), Jawa Timur (2.901 kasus), Jawa Tengah (1.309 kasus), dan Kalimantan Timur (1.019 kasus).

Berdasarkan data itu, Dewi menyebutkan, empat dari lima kota penyumbang penularan kasus COVID-19 terbanyak di pekan terakhir Agustus berada di Jawa.

"Kalau dibandingkan dengan jumlah kasus di daerah yang sama pada periode sebelumnya itu kenaikannya signifikan. Jadi ada yang naik 36 persen, 20 persen, 56 persen, dan sebagainya," kata Dewi. (Knu)

Baca Juga:

Anies Dinilai Buruk dalam Tangani Laju Penambahan Pasien COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Agama Ingatkan Soal Kebhinekaan Indonesia
Indonesia
Menteri Agama Ingatkan Soal Kebhinekaan Indonesia

"Jumlah yang ada bukan untuk unjuk kekuatan, tapi untuk dioptimalkan dalam meneguhkan cinta kedamaian dan ketenangan dalam negara NKRI ini," pesan Menag.

Putusan Kasus Jiwasraya, Kuasa Hukum Bantah Joko Hartono Tirto Kendalikan MI
Indonesia
Putusan Kasus Jiwasraya, Kuasa Hukum Bantah Joko Hartono Tirto Kendalikan MI

Joko Hartono Tirto bukan pejabat Asuransi Jiwasraya

ICW Minta Ketua MA Bentuk Tim Investigasi Internal Usut Kasus Nurhadi
Indonesia
ICW Minta Ketua MA Bentuk Tim Investigasi Internal Usut Kasus Nurhadi

Kurnia mengatakan, koordinasi antara KPK dan MA dalam pengusutan kasus ini masih buruk. Hal ini terlihat saat lembaga antirasuah memanggil sejumlah Hakim Agung untuk diperiksa.

Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
Cuaca Ekstrem Picu Potensi Bencana Alam di Sejumlah Wilayah Indonesia

Kecepatan downdraft dari awan Cb tersebut cukup signifikan

Pemecatan Pinangki Dinilai Terlambat
Indonesia
Pemecatan Pinangki Dinilai Terlambat

Pemecatan terhadap Pinangki terlambat karena kasus yang menimpa Pinangki saat dirinya menjabat sebagai jaksa telah divonis pada 14 Juni.

Soal Novel Baswedan Cs, Jokowi Jangan Diam-Diam Menyetujui Apa yang Dilakukan KPK
Indonesia
Penjual Senjata ke Terduga Teroris ZA Ditetapkan Jadi Tersangka
Indonesia
Penjual Senjata ke Terduga Teroris ZA Ditetapkan Jadi Tersangka

Mabes Polri telah menetapkan penjual senjata air gun berinisial MK (29) sebagai tersangka. MK menjual senjata jenis air gun kepada terduga teroris almarhumah ZA.

100 Ribu Calon Penumpang Jalani Vaksinasi di 18 Bandara
Indonesia
100 Ribu Calon Penumpang Jalani Vaksinasi di 18 Bandara

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, selama periode 1 Juli 2021-28 Agustus 2021, jumlah calon penumpang pesawat yang melakukan vaksinasi COVID-19 di sentra vaksinasi bandara AP II mencapai 102.357 orang.

85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua
Indonesia
85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua

Partisipasi pelaku wisata di Malioboro, pekerja informal, dan pedagang Pasar Beringharjo mengikuti program vaksinasi massal mencapai 85,18 persen.

Menteri Risma Temui Pemulung Jakarta, Ini Kata Wali Kota Jakpus
Indonesia
Menteri Risma Temui Pemulung Jakarta, Ini Kata Wali Kota Jakpus

Pemprov DKI sudah beberapa kali meminta para pemulung itu pindah ke rumah susun (rusun). Namun, mereka menolak dengan alasan jauh dari tempat mereka biasa bekerja.