Jumlah Duit yang Disita KPK Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang Rp54juta dan USD2,600 saat menggeledah rumah dinas Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. Agung merupakan tersangka kasus suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

"Di rumah dinas Bupati disita uang Rp54juta dan USD2,600," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (14/10).

Baca Juga

Ditangkap KPK, Bupati Lampung Utara Punya Harta Rp2,3 Miliar

Febri mengatakan, setelah operasi tangkap tangan (OTT) dan meningkatkan proses perkara ke penyidikan dengan menetapkan enam tersangka, KPK lakukan serangkaian penggeledahan di Kabupaten Lampung Utara sejak 9-11 Oktober 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan beberkan kronologi OTT Bupati Lampung Utara
Juru Bicara KPK Febri Diansyah bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan penetapan tersangka terhadap Bupati Lampung Utara (MP/Ponco Sulaksono)

Selain Agung, lima orang tersangka lainnya yakni Raden Syahril (RSY) yang merupakan orang kepercayaan Agung, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin (SYH), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri (WHN) seta dua orang dari unsur swasta masing-masing Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HWS).

Selama 3 hari tersebut, KPK lakukan penggeledahan di 13 lokasi, pada 9 Oktober 2019 Rumah Dinas dan Kantor Bupati. Kemudian pada 10 Oktober 2019 Kantor Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, Rumah tersangka WHN (Kadinas Perdagangan), Rumah tersangka HWS (Swasta), dan 2 rumah Saksi.

Selanjutnya pada 11 Oktober 2019 penyidik KPK menggeledah Rumah tersangka AIM (Bupati), tersangka RSY (orang kepercayaan Bupati), rumah tersangka CHS (swasta) dan 2 rumah tersangka SYH (Kepala Dinas PUPR).

Baca Juga

KPK Resmi Tahan Bupati Lampung Utara

"Dari lokasi penggeledahan, KPK menyita sejumlah dokumen-dokumen proyek dan anggaran di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan," kata Febri.

Febri melanjutkan, pihaknya akan mempelajari lebih lanjut dokumen-dokumen dan mendalami indikasi keterkaitan uang yang ditemukan di kamar di rumah dinas Bupati tersebut dengan fee proyek di Lampung Utara.

Diketahui KPK menetapkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.

Bersama Agung, KPK juga menjerat lima orang lainnya, yakni orang kepercayaan Agung, Raden Syahril (RSY), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin (SYH), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri (WHN), dan dua pihak swasta Chandra Safari (CHS) serta Hendra Wijaya Saleh (HWS).

Terkait suap proyek di Dinas Perdagangan, diduga Agung menerima suap dari Hendra senilai Rp 300 juta melalui Wan Hendri dan Raden Syahril.

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap (Foto: antaranews)
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap (Foto: antaranews)

Uang tersebut terkait dengan tiga proyek di Dinas Perdagangan, yaitu, pembangunan pasar tradisional Desa Comook Sinar Jaya, Kecamatan Muara Sungkai dengan nilai proyek Rp 1,073 miliar.

Baca Juga

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Lampung Utara

Kemudian terkait pembangunan pasar tradisional desa Karangsari kecamatan Muara Sungkai Rp 1,3 miliar, dan konstruksi fisik pembangunan pasar Rakyat Tata Karya (DAK) Rp 3,6 miliar.

Sedangkan terkait dengan proyek di Dinas PUPR Agung telah menerima uang beberapa kali yakni sekitar Juli sebesar Rp 600 juta, pada September menerima Rp 50 juta, pada 6 Oktober, diduga menerima Rp 350 juta. Jadi, total Rp 1 miliar yang sudah diterima Agung terkait proyek di Dinas PUPR ini. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ICW Pertanyakan Status Justice Collaborator Eks Penyidik KPK Raden Brotoseno
Indonesia
ICW Pertanyakan Status Justice Collaborator Eks Penyidik KPK Raden Brotoseno

JC tidak dapat diberikan kepada pelaku kejahatan yang digolongkan sebagai pelaku utama

KPK Tunggu Audit BPK Soal Dugaan Korupsi di Asabri
Indonesia
KPK Tunggu Audit BPK Soal Dugaan Korupsi di Asabri

KPK saat ini tengah menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan korupsi tersebut

Jaksa Agung Dianggap Melawan Hukum
Indonesia
Jaksa Agung Dianggap Melawan Hukum

Kontras mengecam Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyatakan bahwa Tragedi Semanggi I dan II bukan termasuk pelanggaran HAM berat.

 Kisah Kajari Bantul Berjuang Sembuh Dari Corona, Kuncinya Mental dan Pikiran Positif
Indonesia
Kisah Kajari Bantul Berjuang Sembuh Dari Corona, Kuncinya Mental dan Pikiran Positif

"Mental itu memiliki peran penting dalam imun tubuh. Ketika mental saya membaik, saya yakin bisa sembuh. Dan memang saya bisa sembuh,"tegasnya.

Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Sejenis dengan Bom Bali 2002
Indonesia
Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Sejenis dengan Bom Bali 2002

Pada dasarnya, penyimpanan bahan kimia tersebut tidak boleh sembarangan

WHO Nyatakan Virus Corona Menyebar Lewat Udara, Begini Penjelasannya
Indonesia
WHO Nyatakan Virus Corona Menyebar Lewat Udara, Begini Penjelasannya

Penyebaran virus corona tetap lebih berpotensi terjadi melalui droplet.

Anies Diminta Bongkar Tiang Monorel, DPRD: Pengembang Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Anies Diminta Bongkar Tiang Monorel, DPRD: Pengembang Harus Tanggung Jawab

Bung Hakim Panggilan akrabnya mengingatkan, sebelum membongkar Pemda DKI harus mengetahui terlebih dahulu permasalahannya.

Usai Dilantik Jadi Kabareskrim, Komjen Sigit Janji Selesaikan 'PR' Kasus Novel
Indonesia
Usai Dilantik Jadi Kabareskrim, Komjen Sigit Janji Selesaikan 'PR' Kasus Novel

Tak hanya Sigit dan Ignatius, ada 11 perwira tinggi lainnya yang juga serah terima jabatan

Alasan PSBB, Said Didu Kembali Mangkir dari Pemeriksaan
Indonesia
Alasan PSBB, Said Didu Kembali Mangkir dari Pemeriksaan

Kuasa hukumnya mengatakan pandemi virus corona belum berakhir dan pemberlakukan PSBB masih berlaku.