Jumat Keramat, KPK Tahan Bupati Bandung Barat Aa Umbara KPK menahan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya, Andri Wibawa. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya, Andri Wibawa. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

"Melakukan penahanan pada para tersangka masing-masing selama 20 hari ke depan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/4).

Keduanya bakal ditahan terhitung sejak 9 April 2021, hingga 28 April 2021. Aa Umbara bakal ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Sementara sang anak, Andri Wibawa ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

Baca Juga:

KPK Kembali Panggil Bupati Bandung Barat Aa Umbara

Ghufron mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19, keduanya akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari pada rutan KPK Kavling C-1.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tahun 2020.

KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19. Foto: MP/Ponco
KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19. Foto: MP/Ponco

Tiga tersangka, yaitu Bupati Bandung Barat 2018-2023 Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa dari pihak swasta/anak dari Aa Umbara, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG).

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada Maret 2021 dengan menetapkan tersangka AUS, AW, dan MTG," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/4).

Dalam proses penyidikan kasus tersebut, Alex mengatakan, tim penyidik KPK telah memeriksa 30 saksi terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya.

Baca Juga:

Jadi Tersangka KPK, Bupati Bandung Barat Aa Umbara dan Anaknya Kompak Sakit

Atas perbuatan tersebut, Aa Umbara disangkakan melanggar pasal 12 huruf i dan atau pasal 15 dan pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

Sementara itu, tersangka Andri dan M Totoh disangkakan melanggar pasal 12 huruf i dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Ridwan Kamil Prihatin Bupati Bandung Barat Diduga Korupsi Bantuan Sosial COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setahun Pandemi di Tanah Air: Tingkat Penambahan Kasus Melandai, Kesembuhan Meningkat
Indonesia
Setahun Pandemi di Tanah Air: Tingkat Penambahan Kasus Melandai, Kesembuhan Meningkat

Pandemi COVID-19 di Indonesia berlangsung setahun, sejak kasus pertama dilaporkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu.

Bakal Datangi Tempat Raffi Ahmad Kumpul, Polisi: Lagi Koordinasi Sama Pak Camat
Indonesia
Bakal Datangi Tempat Raffi Ahmad Kumpul, Polisi: Lagi Koordinasi Sama Pak Camat

Sebelum ikut dalam pesta tersebut, Raffi Ahmad juga baru saja menerima vaksin di Istana Merdeka bersama Presiden Joko Widodo

TNI Siapkan Sanksi Tegas ke Anggotanya yang LGBT, Apa Saja Ya?
Indonesia
TNI Siapkan Sanksi Tegas ke Anggotanya yang LGBT, Apa Saja Ya?

Ini bertentangan dengan disiplin militer

Lihat Pasar Tradisional Mulai Ramai, Jokowi Ingatkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Lihat Pasar Tradisional Mulai Ramai, Jokowi Ingatkan Protokol Kesehatan

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema "Persiapan Idul Fitri 1441 H"

Anies Jawab Puluhan Pertanyaan Penyidik Tanpa Ada yang Dikurangi
Indonesia
Anies Jawab Puluhan Pertanyaan Penyidik Tanpa Ada yang Dikurangi

Anies bersama sejumlah orang diperiksa di Polda Metro Jaya mulai pukul 09.43 WIB

Tiga Organisasi Besar Mundur, POP Kemendikbud Dinilai Bermasalah
Indonesia
Tiga Organisasi Besar Mundur, POP Kemendikbud Dinilai Bermasalah

POP dan program serupa dalam perencanaannya dilakukan secara terbuka

Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Munardo mengakui, pemerintah kewalahan menghadapi virus COVID-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama 10 bulan.

PT KAI Berangkatkan 5 Ribu Lebih Penumpang Berkebutuhan Khusus
Indonesia
PT KAI Berangkatkan 5 Ribu Lebih Penumpang Berkebutuhan Khusus

Selama periode 6-8 Mei 2021, tercatat 4.000 penumpang yang dikecualikan menggunakan kereta jarak jauh

Aa Gym Positif COVID-19
Indonesia
Aa Gym Positif COVID-19

KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym positif terinfeksi COVID-19. Informasi itu lewat rekaman video Instagram miliknya @aagym pada Selasa (29/12) pagi.

Ridwan Kamil Klaim Tidak Ada Lagi Zona Merah COVID-19 di Jawa Barat
Indonesia
Ridwan Kamil Klaim Tidak Ada Lagi Zona Merah COVID-19 di Jawa Barat

Adapun pekan sebelumnya, Kota Depok menjadi satu-satunya daerah berstatus Zona Merah