Juliari Dipastikan Tidak Ajukan Banding Vonis 12 Tahun Penjara Terdakwa Korupsi Bantuan Sosial Juliari. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dipastikan tidak mengajukan upaya hukum banding terhadap vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan hakim karena menerima suap Rp 32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bantuan sosial sembako COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

"Beliau sudah memutuskan tidak banding," kata penasihat hukum Juliari Batubara, Maqdir Ismail, saat dihubungi di Jakarta, Senin (31/8).

Baca Juga:

Eks Mensos Juliari Batubara Dinilai Pantas Dihukum Seumur Hidup dan Dimiskinkan

Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Juliari Batubara. Juliari juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp14.597.450.000 yang bila tidak dibayar maka akan dipidana selama 2 tahun.

Selain itu, politikus PDIP tersebut juga dicabut hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun sejak selesai menjalani pidana pokok. Vonis tersebut lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Juliari Batubara divonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, yang dijatuhkan hakim pada 23 Agustus 2021 lalu,

Terdakwa Korupsi Bansos Juliari. (Foto: Antara)
Terdakwa Korupsi Bansos Juliari. (Foto: Antara)

Juliari P Batubara saat menjabat Menteri Sosial periode 2019-2024 dinyatakan terbukti menerima uang sebesar Rp1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke, sebesar Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja serta uang sebesar Rp 29,252 miliar dari beberapa penyedia barang lain.

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako. (Pon)

Baca Juga:

Pusako Pertanyakan Korupsi di Masa Pandemi Tidak Jadi Pemberat Vonis Juliari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadapi Ancaman Virus ke Depan, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Kesehatan
Indonesia
Hadapi Ancaman Virus ke Depan, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Ketahanan Kesehatan

Hepatitis akut merebak di tengah penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah.

Jokowi Tinjau Pembangunan Sirkuit Formula E Bareng Anies
Indonesia
Jokowi Tinjau Pembangunan Sirkuit Formula E Bareng Anies

Jokowi mengatakan, sirkuit telah rampung dikerjakan, sedangkan beberapa fasilitas yang masih dalam proses pengerjaan adalah paddock.

MUI Izinkan Salat Jumat, Tarawih, dan Ied dengan Saf Rapat di Masjid
Indonesia
MUI Izinkan Salat Jumat, Tarawih, dan Ied dengan Saf Rapat di Masjid

Dalam surat tersebut, MUI memperbolehkan Salat Jumat, Tarawih dan Id dengan saf rapat.

Harga Minyak Tinggi, APBN 2022 Jadi Rp 3.106 Triliun
Indonesia
Harga Minyak Tinggi, APBN 2022 Jadi Rp 3.106 Triliun

Kenaikan pendapatan negara disumbang dari penerimaan pajak, PNBP, atau kenaikan berbagai komoditas ekspor unggulan seperti CPO dan batubara.

Ingat, Mulai 2022 Vaksin Sinovac Hanya Untuk Anak 6-11 Tahun
Indonesia
Pemudik Masih Padati Terminal di Jakarta
Indonesia
Pemudik Masih Padati Terminal di Jakarta

Berdasarkan data Terminal Terpadu Pulo Gebang terdapat 112 bus keberangkatan dari terminal tersebut dengan membawa penumpang sebanyak 864 orang pada 3 Mei 2022.

KPK Tahan Bupati Hulu Sungai Utara
Indonesia
KPK Tahan Bupati Hulu Sungai Utara

Abdul Wahid ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih terhitung sejak 18 November hingga 7 Desember 2021.

[HOAKS atau FAKTA]: Cacar Monyet Disebabkan dari Efek Samping Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Cacar Monyet Disebabkan dari Efek Samping Vaksin COVID-19

Dalam unggahan tersebut juga mengklaim bahwa kandungan vektor adenovirus simpanse dalam vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi penyebab cacar monyet menginfeksi manusia sehingga dapat menularkan ke orang lain.

Muzani Rapatkan Barisan Kader Gerindra untuk Prabowo di Pilpres 2024
Indonesia
Muzani Rapatkan Barisan Kader Gerindra untuk Prabowo di Pilpres 2024

Muzani mengatakan, keputusan Prabowo mau menjadi capres itu bukan karena keinginan pribadinya.

Erick: Transformasi Bikin BUMN Untung Rp 90 Triliun
Indonesia
Erick: Transformasi Bikin BUMN Untung Rp 90 Triliun

BUMN, kata Erick, juga berperan menyeimbangkan situasi pasar di tengah pandemi COVID-19.