Juliari Batubara dan Dua Anak Buahnya Segera Duduk di Kursi Pesakitan Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara tiga terdakwa kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Tiga terdakwa itu yakni mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, serta dua eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

"Rabu (14/4) jaksa KPK Ikhsan Fernandi Z melimpahkan berkas perkara para terdakwa, yaitu Juliari P Batubara, Matheus Joko Santoso, dan Adi Wahyono ke PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (14/4).

Baca Juga:

Berkas Perkara Lengkap, Juliari Batubara Segera Diadili

Seiring pelimpahan berkas ini, penahanan Juliari dan dua anak buahnya beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan hari sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim JPU," ujar Ali.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Foto: MP/Ponco
Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11). Foto: MP/Ponco

KPK juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal persidangan yang terbuka untuk umum ini.

"Mengenai jadwal persidangan akan kami informasikan lebih lanjut," imbuh Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap.

Baca Juga:

Terdakwa HVS Jual Nama Eks Mensos Juliari untuk Negosiasi Jatah Proyek Bansos COVID-19

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian Iskandar dan Harry Van Sidabukke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Jatah Paket Bansos dari Anak Buah Juliari ke Ketua Komisi VIII

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Diserang Informasi Hoaks, Pemprov Pastikan PNS DKI Dapat Uang Tunjangan
Indonesia
Diserang Informasi Hoaks, Pemprov Pastikan PNS DKI Dapat Uang Tunjangan

Tidak ada draf pergub baru yang mengatur pemotongan TKD para PNS sebesar 65 persen

Santri dari Ponpes di Banten Keciduk Bawa Celurit, Diduga Ingin Ikut Aksi Bebaskan Rizieq
Indonesia
Ganjar Pranowo Akui Anak Buahnya Ronda Keliling Kontrol PKM
Indonesia
Ganjar Pranowo Akui Anak Buahnya Ronda Keliling Kontrol PKM

Membangun kesadaran bersama. Kunci ada di sana

Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19
Indonesia
Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19

Dalam beberapa hari terakhir, kata Tito, yang paling banyak terjadi adalah kerumunan massa, salah satunya kerumunan kegiatan demonstrasi.

KRL Yogyakarta-Solo Tinggi Peminat, Kemenhub Bakal Perpanjang Sampai Madiun
Indonesia
KRL Yogyakarta-Solo Tinggi Peminat, Kemenhub Bakal Perpanjang Sampai Madiun

Kemenhub merencanakan untuk memperpanjang kereta rel listrik (KRL) Yogyakarta-Solo hingga ke Madiun, Jawa Timur.

Tersangka Pengeroyok Anggota TNI di Bukittinggi Bertambah
Indonesia
Tersangka Pengeroyok Anggota TNI di Bukittinggi Bertambah

Kasus ini akan terus dan tetap diproses hukum

6 Petahana Pilkada Terancam Didiskualifikasi
Indonesia
6 Petahana Pilkada Terancam Didiskualifikasi

Abhan mengungkapkan, ada 6 daerah yang telah diberikan rekomendasi diskualifikasi oleh Bawaslu.

Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Jayapura

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (17/2) dini hari, sekitar pukul 02.09 WIB.

Penimbun Bahan Pokok Ramadan Bakal Dibui 5 Tahun
Indonesia
Penimbun Bahan Pokok Ramadan Bakal Dibui 5 Tahun

Siapapun yang berani menimbun barang bakal dipidanakan 5 tahun penjara.

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Komisi III DPR menyadari dan memahami bahwa kecakapan, integritas, dan kompetensi calon Kapolri merupakan prasyarat mutlak