Juliari Batubara Akui Legislator PDIP Ihsan Yunus Kerap Main ke Ruangannya Menteri Sosial Juliari P Batubara (baju hitam) saat menyerahkan bansos sembako kepada warga terdampak COVID-19. (ANTARA/HO.Humas Kemensos)

MerahPutih.com - Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengakui, legislator PDIP Ihsan Yunus saat masih menjabat Wakil Ketua Komisi VIII DPR kerap berkunjung ke ruang kerjanya di Kementerian Sosial, Jakarta.

Hal itu disampaikan Juliari saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja

"Kenal dengan Ihsan Yunus?" tanya jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/3).

Baca Juga:

Juliari Batubara Akui Kerap Sewa Pesawat Khusus untuk Kunjungan Kerja

"Kenal, Pak," jawab Juliari.

"Satu partai?" tanya jaksa.

"Iya, Pak, betul," jawab Juliari.

Mendengar pernyataan Juliari, lantas jaksa menelisik soal Ihsan yang diduga kerap mendatangi ruangan Juliari di kantor Kemensos.

"Apakah berulang kali Ihsan Yunus datang ke ruangan Saksi?" cecar Jaksa.

"Iya pernah beberapa kali," kata Juliari.

Jaksa kemudian menanyakan apakah kedatangan Ihsan membicarakan soal pengadaan bansos. Tetapi, Juliari membantah pertanyaan tersebut.

"Selama COVID ini? Kaitannya dengan bansos ada?" telisik Jaksa.

"Oh enggak ada, Pak. Dia pernah beberapa kali ya wajar, Pak, dulu pernah satu fraksi, Pak," kata Juliari.

"Terkait dengan penjelasan saksi bahwa banyak yang ingin menitipkan perusahaan, apakah Ihsan Yunus masuk salah satunya?" tanya Jaksa.

"Enggak pernah kita bicarakan soal itu, Pak," kata Juliari.

Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). (Desca Lidya Natalia)
Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). (Desca Lidya Natalia)

Dalam rekonstruksi yang digelar KPK pada Senin (1/2), terungkap Ihsan Yunus melalui operatornya Agustri Yogasmara atau Yogas menerima uang sekitar Rp1,5 miliar dan sepeda mewah merk Brompton dari tersangka Harry Van Sidabuke.

Tak hanya menerima uang dan sepeda mewah, dalam rekonstruksi tersebut terungkap peranmantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR tersebut.

Dalam salah satu adegan rekonstruksi nampak Ihsan yang diperagakan pemeran pengganti menemui Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial Syafii Nasution di kantornya pada Februari 2020.

Pertemuan itu turut dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso yang telah menyandang status tersangka.

KPK telah memeriksa Ihsan pada Kamis (25/2). Usai diperiksa, Ihsan irit bicara. Dia menyerahkan seluruh materi penyidikan kepada lembaga antirasuah. Ihsan menjalani pemeriksaan sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.40 WIB.

"Intinya saya sudah menjelaskan semua kepada penyidik. Silakan tanyakan ke penyidik saja, ya," kata Ihsan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2) malam.

Baca Juga:

Juliari Batubara Disebut Kerap Gunakan Pesawat Pribadi Saat Kunjungan Kerja

Tim penyidik juga telah memeriksa adik Ihsan Yunus, Muhammad Rakyan Ikram. Rakyan diperiksa lantaran perusahaannya diduga turut menjadi vendor atau rekanan Kemensos dalam pengadaan paket sembako COVID-19. Hal tersebut menjadi materi didalami penyidik saat memeriksa Rakyan pada Kamis (14/1).

Sebelum memeriksa Rakyan, tim penyidik KPK telah menggeledah rumah orang tua Ihsan Yunus pada Selasa (12/1). Dari penggeledahan itu, KPK menyita alat komunikasi dan sejumlah dokumen terkait kasus dugaan suap pengadaan bansos. (Pon)

Baca Juga:

Stafsus Ngaku Juliari Pernah Titipkan Amplop untuk Ketua DPC PDIP Kendal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Beri Formasi Khusus buat Pelatih dan Peraih Medali Olimpiade Jadi ASN
Indonesia
Pemerintah Beri Formasi Khusus buat Pelatih dan Peraih Medali Olimpiade Jadi ASN

Pemerintah akan memberikan formasi khusus buat pelatih dan peraih medali di Olimpiade untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Dinkes DKI: Kecepatan COVID-19 Lebih Tinggi dari Tambahan Tempat Tidur
Indonesia
Dinkes DKI: Kecepatan COVID-19 Lebih Tinggi dari Tambahan Tempat Tidur

Dinas Kesehatan (Dinas) DKI Jakarta telah menambah kapasitas tempat tidur isolasi mandiri menyusul melonjaknya kasus COVID-19.

PMI Solo Dapat Penghargaan dari Kemenko PMK
Indonesia
PMI Solo Dapat Penghargaan dari Kemenko PMK

PMI Cabang Solo, Jawa Tengah meraih penghargaan dari Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan PMI pusat.

Bus Terguling di Tol Dalam Kota, Sejumlah Penumpang Terluka
Indonesia
Bus Terguling di Tol Dalam Kota, Sejumlah Penumpang Terluka

Sebuah kecelakaan terjadi antara mobil HRV B 1371 NIH dengan bus bernomor plat AA 1711 ED di Tol Dalam Kota KM 5.00, Jakarta, pada Rabu (10/3).

Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Tangerang Lompati Target
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Tangerang Lompati Target

Kabupaten Tangerang diklaim mencapai target 70 persen pencapaian target minimal vaksinasi COVID-19 yang ditetapkan pemerintah.

Pemprov DKI Jakarta Sudah Suntikan 16 Juta Dosis Vaksin COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Sudah Suntikan 16 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengaku, telah memberikan 16 juta lebih dosis vaksinasi berbagai jenis kepada warga yang berkegiatan di Ibu Kota.

Anggota Kopassus Jadi Korban Pengeroyokan, Kasad Andika: Ngapain Mereka di Kafe?
Indonesia
Anggota Kopassus Jadi Korban Pengeroyokan, Kasad Andika: Ngapain Mereka di Kafe?

"Kita harus jujur, prajurit kita ngapain di situ kok berada di situ, ngapain? Itu yang sedang kita dalami," kata Andika.

Polisi Periksa 24 Saksi Terkait Kasus Suap Bupati Nganjuk
Indonesia
Polisi Periksa 24 Saksi Terkait Kasus Suap Bupati Nganjuk

“Ada 24 saksi yang di periksa dari hari Selasa sampai dengan Jumat yang terkait dengan pengisian jabatan di Pemkab Nganjuk,” kata Karo Penmas Polri, Brigjen Rusdi Hartono

Survei IndEX: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi 60,8 Persen
Indonesia
Survei IndEX: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi 60,8 Persen

Indonesia berhasil keluar dari gelombang kedua nisbi lebih cepat daripada negara-negara tetangga

Negara-Negara COP26 Janji Berhenti Pakai Batu Bara, Paling Lambat 2040
Dunia
Negara-Negara COP26 Janji Berhenti Pakai Batu Bara, Paling Lambat 2040

Sepakat menghapus pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada 2030-an di negara-negara kaya, dan 2040-an untuk negara-negara miskin.