Juliari Batubara: Akhirilah Penderitaan Kami dengan Membebaskan Saya Terdakwa korupsi bansos Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/5/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Merahputih.com - Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara memohon untuk mendapat vonis bebas dari majelis hakim.

"Oleh karena itu permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil serta permohonan keluarga besar saya kepada majelis hakim yang mulia, akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan," kata Juliari saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di gedung KPK Jakarta, Senin (9/8).

Baca Juga:

Merasa Dimanfaatkan Juliari, Eks Pejabat Kemensos Ajukan JC

Sidang pembacaan pleidoi dilakukan secara daring. Juliari dan sebagian penasihat hukum ada di gedung KPK sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, majelis hakim dan sebagian penasihat hukum Juliari ada di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Putusan majelis yang mulia akan teramat besar dampaknya bagi keluarga saya, terutama anak-anak saya yang masih di bawah umur dan masih sangat membutuhkan peran saya sebagai ayah mereka," beber Juliari.

Juliari meyakini bahwa hanya majelis hakim yang dapat mengakhiri penderitaan lahir dan batin dari keluarganya yang sudah menderita.

"Tidak hanya dipermalukan tapi juga dihujat untuk sesuatu yang mereka tidak mengerti. Badai kebencian dan hujatan akan berakhir tergantung dengan putusan dari majelis hakim," sebut Juliari.

Ia pun mengaku menyesal telah menyusahkan banyak pihak akibat perkara yang menjerat-nya tersebut.

"Sebagai seorang anak yang lahir saya dibesarkan di tengah keluarga yang menjunjung tinggi integritas dan kehormatan dan tidak pernah sedikit pun saya memiliki niat atau terlintas saya untuk korupsi," tandas Juliari.

Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara mengikuti sidang lanjutan kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) COVID-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/6). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Juliari menyebut beberapa anggota dari keluarga besarnya pernah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan tidak pernah ada satu pun yang pernah berurusan dengan hukum.

"Keluarga saya juga sejak dulu aktif di bidang pendidikan, khususnya pendidikan menengah. Keluarga saya salah satu pendiri yayasan pendidikan menengah yang sudah berusia puluhan tahun di Jakarta dan sudah menghasilkan ribuan alumni," beber dia.

Ia pun mengaku pernah menjadi ketua yayasan-nya selama 5 tahun dan sebagian besar siswa yang bersekolah di sekolah tersebut berasal dari status ekonomi menengah ke bawah.

"Latar belakang ini yang membuat saya dengan penuh kesadaran menyerahkan diri ke KPK untuk menunjukkan sikap kooperatif saya terhadap perkara ini," ucap Juliari.

Dalam surat tuntutannya, JPU KPK menyebut Juliari dinilai terbukti menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bantuan sosial sembako COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako.

Baca Juga:

Ajudan Ungkap Pertemuan Juliari Batubara dengan Legislator PDIP Ihsan Yunus

Uang suap itu menurut jaksa diterima dari Matheus Joko Santoso yang saat itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

Matheus Joko dan Adi Wahyono kemudian juga menggunakan "fee" tersebut untuk kegiatan operasional Juliari selaku mensos dan kegiatan operasional lain di Kemensos seperti pembelian ponsel, biaya tes "swab", pembayaran makan dan minum, pembelian sepeda Brompton, pembayaran honor artis Cita Citata, pembayaran hewan kurban hingga penyewaan pesawat pribadi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pendaftar CPNS Buat Posisi Dokter Spesialis Masih Sepi
Indonesia
Pendaftar CPNS Buat Posisi Dokter Spesialis Masih Sepi

Khusus untuk formasi PPPK guru di Kabupaten Bone, peserta yang telah mengisi formulir baru 293 pelamar dari kuota 3.491 formasi.

KPK Turun Tangan Atasi Polemik Pemberian Honor Pemakaman ke Bupati Jember
Indonesia
KPK Turun Tangan Atasi Polemik Pemberian Honor Pemakaman ke Bupati Jember

"KPK melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi telah berkoordinasi dengan Pemkab Jember terkait informasi tersebut," ujar Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding

Live Instagram, Anies Minta Harap Dimaklumi Kalau Ada yang Salah
Indonesia
Live Instagram, Anies Minta Harap Dimaklumi Kalau Ada yang Salah

"Jadi kalau nanti ada salah-salah, dimaklumi ya," kata Anies

Pemprov DKI Izinkan Restoran Buka Selama Puasa, Layani Warga Sampai Sahur
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Restoran Buka Selama Puasa, Layani Warga Sampai Sahur

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pusat perbelanjaan atau mal dan restoran dibuka selama bulan Ramadan 2021.

Pedagang Pasar Tradisional di Jabar Terpapar Hoaks COVID-19
Indonesia
Pedagang Pasar Tradisional di Jabar Terpapar Hoaks COVID-19

"Pasar kan sering dianggap sebagai salah satu titik penyebaran, jadi jangan lelah untuk terus sosialisasikan protokol kesehatan," kata Yudi Setia.

 Kemenkop UKM Sebut UMKM Jadi Penyangga Ekonomi Saat Dilanda 2 Krisis
Indonesia
Kemenkop UKM Sebut UMKM Jadi Penyangga Ekonomi Saat Dilanda 2 Krisis

Pandemi COVID-19 memberikan dampak langsung ke berbagai aspek ekonomi masyarakat, terutama UMKM. Banyak UMKM yang merosot omzetnya, namun, beberapa UMKM masih cukup kuat bertahan.

KPK Tahan Bekas Petinggi Jasindo
Indonesia
KPK Tahan Bekas Petinggi Jasindo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Keuangan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tahun 2011-2016, Solihah.

Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara
Indonesia
Merapi Siaga, Obyek Wisata Kaliurang Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan pasca peningkatan status Gunung Merapi dari level waspada menjadi level siaga.

Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran Penumpang KRL Turun 8 Persen
Indonesia
Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran Penumpang KRL Turun 8 Persen

KAI Commuter hari ini, mengoperasikan 900 perjalanan KRL perhari dengan jam operasional pukul 04.00-20.00 WIB.

KPU Imbau Pemilih Wajib Patuhi ini Saat Datang ke TPS
Indonesia
KPU Imbau Pemilih Wajib Patuhi ini Saat Datang ke TPS

KPU telah menyediakan masker sebanyak 20 persen dari jumlah pemilih dalam DPT TPS