Jubir Satgas COVID Ingatkan Orangtua Awasi Gajet Anak Saat Belajar Online Ilustrasi belajar online. (Foto: pixabay/sasint)

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro menegaskan orang tua harus bisa membagi waktu anak-anak pada saat mereka bermain gadget selama menjalani pendidikan daring selama masa pandemi COVID-19.

“Nah kalau 'online' kan kita hanya memanfaatkan gadget untuk komunikasi ya. Tapi kalau di luar waktu sekolah nah ini yang harus hati-hati. Jangan sampai cara instan untuk menghibur anak ini jadi berlebihan, jadi harus dibatasi dan dikasih 'break',” kata Reisa, dalam bincang-bincang bersama Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) secara daring di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (27/7).

Baca Juga:

Edukatif, Yuk 'Berkunjung' ke Museum Macan Dari Rumah

Semua aktivitas belajar mengajar pada anak di Indonesia dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi yang ada selama masa pandemi COVID-19. Karena itu, Reisa menyarankan orang tua untuk membagi waktu anak saat menggunakan gadget ke dalam beberapa sesi.

“Misalnya 120 menit waktunya sehari di luar jadwal sekolah, tapi dikasih sesi-sesi jeda. Misalnya tiga kali sesi, jadi setiap 40 menit 'break' dulu. Nanti 40 menit lagi baru mengerjakan yang lain, setelah itu baru boleh gadget lagi,” kata Reisa.

dr Reisa Broto Asmoro
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

Menurut Reisa, sebenarnya gajet dapat memberikan dampak yang positif bagi anak-anak. Namun, lanjut dia, anak tetap perlu diawasi saat memainkannya.

Reisa juga tidak menyarankan anak yang berusia di bawah dua tahun diperbolehkan bermain gadget. Sedangkan untuk balita, orang tua harus benar-benar memberikan pendampingan penuh pada anak saat bermain, karena mereka membutuhkan barang-barang yang nyata untuk bermain.

“Anak-anak yang memiliki umur di bawah 18 tahun kan harus menjalankan sekolah 'online', sekolah daring. Dalam situasi tersebut, harus ada kesepakatan yang bisa disesuaikan dengan jadwal pembelajaran 'online' setiap harinya,” tutup dia. (*)

Baca Juga:

Jangan Keluar Rumah, 5 Permainan Rumahan Ini Baik untuk Perkembangan Si Kecil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Semua Fraksi DPRD DKI Jakarta Sepakat Copot Anies
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Semua Fraksi DPRD DKI Jakarta Sepakat Copot Anies

narasi yang diungkapkan seputar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan untuk mundur, hal ini karena dianggapnya bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut tak mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 di Jakarta.

Aksi Jihad Teroris Dinilai Bentuk Budaya Kematian
Indonesia
Aksi Jihad Teroris Dinilai Bentuk Budaya Kematian

Aksi bom bunuh diri ini sudah menjadi sebuah budaya yang disebut dengan budaya kematian.

Menuju Polri yang Presisi, Asisten Kapolri Buat Program Polri Belajar
Indonesia
Menuju Polri yang Presisi, Asisten Kapolri Buat Program Polri Belajar

Program Polri Belajar ini berupa seminar pemberian motivasi atau pembimbingan yang dilakukan dua arah selama 60 menit yang dibawakan Wahyu secara rutin setiap hari Kamis secara daring.

Pelaku Pembunuhan Wanita di Gambir Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 15 Tahun
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Wanita di Gambir Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 15 Tahun

Polisi menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisial B (22) yang dilakukan oleh temannya sendiri, Ivan (28).

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Rizieq Shihab Segera Diadili
Indonesia
Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Rizieq Shihab Segera Diadili

Berkas perkara mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dinyatakan lengkap. Dengan demikian, Rizieq segera diadili.

Bawa Bom Molotov dan Senjata Tajam, 13 Orang Jadi Tersangka Tawuran saat Lebaran
Indonesia
Bawa Bom Molotov dan Senjata Tajam, 13 Orang Jadi Tersangka Tawuran saat Lebaran

Plisi telah menetapkan 13 dari 15 orang yang ditangkap sebagai tersangka terkait kasus tawuran saat Hari Raya Idul Adha atau Selasa (20/7) di Pasar Manggis.

Kepung Balkot Surabaya, Warga: Di Madura Tidak Ada Corona yang Ada Markona
Indonesia
Kepung Balkot Surabaya, Warga: Di Madura Tidak Ada Corona yang Ada Markona

'Hentikan penyekatan yang diskriminatif', 'Wali Kota Surabaya harus minta maaf ke pada warga Madura', 'Di Madura gak ada corona yang ada markona'

Polisi Ringkus Pria Pembawa Senjata Api M16 Beserta Amunisinya di Merauke
Indonesia
Polisi Ringkus Pria Pembawa Senjata Api M16 Beserta Amunisinya di Merauke

Semuanya diletakan pada belakang jok mobil Ranger

Berikut Besaran UMP 2022 Beberapa Provinsi
Indonesia
Berikut Besaran UMP 2022 Beberapa Provinsi

Beberapa daerah sudah mentapkan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2022.

Vaksinasi Mandiri Tidak Tambah Beban Anggaran Negara
Indonesia
Vaksinasi Mandiri Tidak Tambah Beban Anggaran Negara

Vaksinasi mandiri ini disertai aturan-aturan detilnya yang dipastikan tidak akan bentrok dengan vaksin program pemerintah.