Jubir KPK: Tuduhan Arteria Dahlan Tidak Benar Anggota DPR yang juga politisi PDIP Arteria Dahlan. (Foto/Instagram @arteriadahlan)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah buka suara menanggapi tudingan yang dilontarkan Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan soal dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh lembaga antirasuah untuk memeras sejumlah pihak.

Dalam acara talkshow Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu (9/10) kemarin, Arteria menyebut bahwa isu KPK gadungan justru digunakan KPK untuk menutupi keburukan saat melakukan pemerasan.

Baca Juga:

KPK Jebloskan Penyuap Bupati Kepulauan Talaud ke Lapas Tanggerang

"Terdapat tuduhan yang disampaikan dalam forum tersebut, seolah-olah isu KPK gadungan dibuat untuk menutupi tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh KPK. Kami pastikan hal itu tidak benar," kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (10/10).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah bantah tudingan Arteria Dahlan terkait tudingan pemerasan dan penyalahgunaan kekuasaan
Juru bicara KPK Febri Diansyah (MP/Ponco Sulaksono)

Febri menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan Polri dalam memproses para pelaku pemerasan atau penipuan yang mengaku-ngaku KPK.

Hal ini terbukti dari hasil penanganan perkara penipuan mengatasnamakan KPK sepanjang tahun 2018, setidaknya telah diproses 11 perkara pidana oleh Polri terkait hal tersebut dengan 24 orang sebagai tersangka.

Selain itu pada periode bulan Mei hingga Agustus 2019, Febri mengatakan pihaknta telah menerima 403 aduan tentang pihak-pihak yang mengaku KPK tersebut. Ratusan aduan itu diterima melalui Call Center 198 yang kemudian diidentifikasi lebih lanjut oleh Direktorat Pengaduan Masyarakat.

"Klarifikasi mengenai KPK palsu tersebut sudah pernah dilakukan melalui siaran pers di website KPK, doorstop kepada media, dan di media sosial," jelas dia.

Untuk itu Febri mengatakan bahwa penyampaian data yang keliru yang dilakukan Arteria Dahlan pun sangat disayangkan Komisi Antirasuah.

"Kami mengajak semua pihak, terutama para penyelenggara negara termasuk politisi untuk berbicara secara benar dan tidak menyesatkan publik dengan informasi-informasi yang tidak benar. Kita tahu persis, informasi palsu adalah musuh bagi bagi kebebasan informasi dan hama bagi demokrasi," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam sebuah acara talkshow Mata Najwa, Arteria Dahlan membeberkan soal apa yang disebut sebagai “KPK gadungan” yang menurutnya ternyata tidak gadungan.

Kepada pihak yang tersangkut kasus korupsi, menurut Arteria Dahlan, petugas KPK juga kerap mengajukan pertanyaan, apakah mau dipanggil KPK atau tidak.

Baca Juga:

Eni Saragih Mengaku Diperintah Melchias Mekeng Bantu Tersangka Samin Tan

“Kalau kamu tidak mau dipanggil, serahkan harta kamu,” ujarnya mengira-ngira dialog antara petugas KPK dengan pihak yang diduga tersangkut kasus korupsi.

Ketika petugas KPK ini tertangkap, lalu ramai disebut sebagai “KPK gadungan”.

“Padahal bukan KPK gadungan. Namanya ada semua,” tutur Arteria.(Pon)

Baca Juga:

Politisi PDIP Harap Calon Menteri Jokowi-Ma'ruf Lebih Berwarna

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH