Jubir Kemlu dan Mantan Wakil Ketua MPR Dilantik Jadi Dubes RI Presiden Jokowi melantik 16 dubes baru RI untuk negara sahabat, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1) siang. (Foto: OJI/Humas)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo melantik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk sejumlah negara.

Para dubes dilantik melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 1/T Tahun 2019 Tentang pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI.

Pelantikan 16 dubes baru itu dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1). Dalam acara itu, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Hajriyanto Thohari

Kemudian Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Menteri Perhubungan Budi Karya sumadi, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf juga hadir pada acara tersebut.

Selain itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Wakil KSAD Letnan Jenderal Tatang Sulaiman, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna turut datang dalam acara pelantikan.

Saat dilantik, para duta besar yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan yang dibimbing oleh Presiden.

"Bahwa saya akan melakukan dengan setia segala perintah dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pemerintah pusat dan saya akan penuhi dengan setia segala kewajiban lain-lain yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan duta besar luar biasa berkuasa penuh," demikian ucapan pengambilan sumpah jabatan para dubes oleh Presiden Jokowi yang diawali dengan sumpah berdasarkan agama masing-masing.

Di antara dubes baru yang dilantik terdapat mantan Wakil Ketua MPR Hajrianto Thohari, mantan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Armanatha Christiawan Nasir.

Ke-16 duta besar yang dilantik itu adalah:

1. Abdul Kadir Jaelani untuk Kanada merangkap ICAO, berkedudukan di Ottawa

2. Abdurachman Hudiono Dimas Wahab untuk Republik Hungaria, berkedudukan di Budapest

3. Al Busyra Basnur untuk Republik Demokratik Federal Etiopia merangkap Republik Djibouti dan African Union, berkedudukan di Addis Ababa

4. Arrmanatha Christiawan Nasir untuk Republik Prancis merangkap Kepangeranan Andorra Keharyapatihan Monaco dan UNESCO, berkedudukan di Paris

5. Cheppy T Wartono, untuk Republik Meksiko Serikat merangkap Belize, Republik El Savador, dan Republik Guatemala, berkedudukan di Mexico City

6. Dewa Made Juniarta Satrawan, untuk Republik Zimbabwe merangkap Republik Zambia, berkedudukan di Harare

7. Edy Yusup untuk Republik Federasi Brasil, berkedudukan di Brasilia

8. Hajriyanto Thohari untuk Republik Lebanon, berkedudukan di Beirut

9. Julang Pujianto untuk Republik Suriname merangkap republik Guyana, berkedudukan di Paramaribo

10. Lalu Muhammad Iqbal untuk Republik Turki, berkedudukan di Ankara

11. Mahendra Siregar untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC

12. Muhammad Anshor untuk Republik Chile, berkedudukan di Santiago

13. Siti Nugraha Mauludiah untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa

14. Sunaryo Kartadinata untuk Republik Uzbekistan merangkap Republik Kirgizstan, berkedudukan di Tashkent

15. Tri Tharyat untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City

16. Wajid Fauzi untuk Republik Arab Suriah, berkedudukan di Damaskus. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH