Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengingatkan anak-anak muda untuk lebih menahan diri ke luar rumah. Pasalnya, dalam beberapa kasus penyebaran corona, justru anak muda yang menularkan kepada orang-orang tua.

"Kita lindungi yang sakit agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan baik, agar dia tidak menularkan kepada orang lain, agar dia tidak kontak dekat dengan orang lain dan agar dia tetap di rumah," ucap Yurianto, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Jumat (27/3).

Baca Juga:

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

Yuri meminta orang yang sakit menyadari betul pentingnya menjaga orang di sekitarnya. Jangan sampai sakit itu menular kepada yang sehat.

"Jalankan isolasi di rumah dengan baik, gunakan masker, kemudian sementara jaga jarak fisik dengan anggota keluarga di rumah, terpaksa tidak usah makan bersama-sama di dalam satu meja dengan keluarga kita yang sehat. Makan sendiri saja," ucap Yuri.

Anak-anak muda paling potensial tularkan corona ke orang tua demikian kata Achmad Yurianto
Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Yuri mengatakan agar masyarakat tetap menjaga jarak ketika melakukan kontak dengan orang lain.

"Inilah yang menjadi bukti bahwa kasus ini masih terus akan menular di tengah masyarakat kita, oleh karena itu saya minta kembali lagi, mari kita patuhi bersama, tentang kontak dekat, hindari kontak dekat," kata Yuri.

Jika tak dilakukan, kasus positif Corona bakal terus bertambah.

"Kalau ini tidak dilaksanakan maka dari hari ke hari penambahan kasus akan terus saja terjadi," tegas Yuri.

Yurianto pun mengatakan anak-anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) virus corona. Para anak muda ini, kata Yurianto, bisa tanpa sadar menularkan kepada orang tua atau manula.

"Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manusia usia lanjut (manula). Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat," kata Yuri.

Hal ini terjadi saat anak muda yang terkena virus tampak sehat.

Mereka secara langsung maupun tak langsung membawa virus tersebut ke lingkungan yang terdapat manula saat ia berpergian.

Yuri mengambil contoh dalam kendaraan umum misalnya. Masyarakat kerap memegang gagang pintu atau pegangan ketika berdiri. Di situ akan terjadi proses penularan jika tidak mencuci tangan.

"Dalam kendaraan angkutan masal misalnya adalah pegangan pada saat berdiri, kemudian gagang pintu pada saat kita keluar masuk, kemudian riling tangga pada saat kita akan pindah dari suatu tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah dan sebaliknya," ujarnya.

Baca Juga:

Daerah-Daerah Mulai Berlakukan Lockdown Tanpa Koordinasi, Pemerintah Pusat Bertindak

"Ini terjadi kemudian tidak disertai dengan cuci tangan, dengan menggunakan sabun, dan kemudian secara langsung makan atau minum tanpa cuci tangan atau menyentuh hidung, mulut, mata tanpa cuci tangan," lanjut Yuri.

Seperti diketahui, ada penambahan kasus yang cukup signifikan ada 153 kasus baru, sehingga total menjadi 1.046, ada 11 pasien sembuh sehingga 46, kematian menjadi 87 orang.(Knu)

Baca Juga:

Pasien PDP Asal Sukoharjo yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo Positif COVID-19



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH