Jualan Daging Anjing, Oknum Pedagang di Pasar Senen Diberi Sanksi Ilustrasi (Foto: Unsplash/Joe Caione)

Merahputih.com - Perumda Pasar Jaya telah memanggil oknum pedagang penjual daging anjing di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat. Oknum pedagang itu juga telah diberikan sanksi administrasi.

"Bila masih melakukan hal yang sama ke depannya, akan dilakukan tindakan secara tegas, tutup sementara atau permanen," ujar Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (12/9).

Baca juga:

Anjing Punya Navigasi Alami untuk Menemukan Jalan Pulang

Ia membenarkan adanya penjualan daging anjing yang dilakukan oleh oknum pedagang di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa penjualan daging anjing tersebut tidak sesuai dengan peraturan Perumda Pasar Jaya.

"Ke depannya, ini akan menjadi pelajaran bagi kami, evaluasi dalam sisi operasional pasar sehingga ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali," jelas Gatra.

Ilustrasi (unsplash/@ericjamesward)

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan praktik penjualan daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat, tersebar melalui media sosial (medsos). Video itu direkam oleh Animal Defenders Indonesia (ADI).

Baca juga:

Fakta yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui Tentang Anjing

Dalam video viral tersebut, ADI menyertakan penjelasan tentang hasil penelusuran mengenai perdagangan daging anjing di Pasar Jaya Senen.

"Satu lapak yang kami investigasi mengaku bahwa mereka minimal menjual empat ekor anjing dalam sehari. Mereka sudah beroperasi lebih dari enam tahun," demikian keterangan yang disampaikan ADI melalui akun Instagramnya, @animaldefendersindo, Jumat (10/9). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkot Bandung Rekayasa Persimpangan Jalan di Pusat Kota
Indonesia
Pemkot Bandung Rekayasa Persimpangan Jalan di Pusat Kota

Rekayasa lalu lintas ini, tujuannya memperlancar dan mengurangi lakalantas.

Eks KSAU Agus Supriatna jadi Saksi Sidang Korupsi Helikopter AW-101
Indonesia
Eks KSAU Agus Supriatna jadi Saksi Sidang Korupsi Helikopter AW-101

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan eks Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal (Purn) Agus Supriatna sebagai saksi.

Kapolri ke Malang Percepat Tangani Tragedi Kanjuruhan
Indonesia
Kapolri ke Malang Percepat Tangani Tragedi Kanjuruhan

130 Orang tewas dan 188 luka-luka akibat kericuhan usai pertandingan Arema Malang melawan Persibaya Surabaya.

Kemenhub Siapkan 130 Armada Bus buat Atlet ASEAN Para Games 2022
Indonesia
Kemenhub Siapkan 130 Armada Bus buat Atlet ASEAN Para Games 2022

Kemenhub menyediakan sebanyak 130 armada bus khusus untuk akomodasi para atlet ASEAN Para Games (APG).

Demokrat Buka Suara Soal Pertemuan Surya Paloh dan Puan Maharani
Indonesia
Demokrat Buka Suara Soal Pertemuan Surya Paloh dan Puan Maharani

Partai Demokrat buka suara soal pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, Senin (22/8) kemarin.

Grand Launching JIS Sajikan Pertandingan Persija Lawan Chonburi FC
Indonesia
Grand Launching JIS Sajikan Pertandingan Persija Lawan Chonburi FC

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melaksanakan grand launching atau pembukaan Jakarta International Stadium (JIS) di bilangan Jakarta Utara pada Minggu 24 Juli 2022 mendatang.

Dua Event Jakarta Masuk Top 10 Kharisma Event Nusantara
Indonesia
Dua Event Jakarta Masuk Top 10 Kharisma Event Nusantara

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI memasukan Jakarta Dessert Week dan Indonesia Contemporary Art & Design ke dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN).

KPK Sebut Rahmat Effendi Potong Tunjangan Lurah untuk Keperluan Pribadi
Indonesia
KPK Sebut Rahmat Effendi Potong Tunjangan Lurah untuk Keperluan Pribadi

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi dan delapan orang lain telah ditetapkan sebagai tersangka

Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Tak Lagi Dijadikan Polemik
Indonesia
Pimpinan DPR Minta RUU TPKS Tak Lagi Dijadikan Polemik

DPR hanya tinggal menentukan alat kelengkapan dewan (AKD) yang akan membahas RUU tersebut bersama pemerintah.

Gibran Gelar PTM 100 Persen Jika Vaksinasi Dosis Pertama Anak 6-11 Tahun Selesai
Indonesia